Semua umat Katolik pastinya mengikuti perayaan ekaristi setiap hari minggu ataupun pada jadwal tertentu. Namun, sebagian besar umat Katolik belum menyadari bahwa untuk bisa menerima sakramen ekaristi ini membutuhkan persyaratan. Karena itulah, dari makna sakramen ekaristi yakni menjadi satu dengan Tuhan dan juga memberi sebuah makna upacara suci, maka diperlukan beberapa syarat utama menerima sakramen yang sampai detik ini wajib diketahui.
Mungkin selama ini Anda mengikuti perayaan ekaristi yang kemudian bisa menghadirkan banyak pengalaman. Menjadi satu dengan Tubuh dan Darah Yesus Kristus ternyata membutuhkan beberapa persyaratan. Sehingga dengan rasa hormat Sakramen Ekaristi ini harus diterima dengan kriteria umat sesuai dengan persyaratannya.
Syarat Utama Menerima Sakramen Ekaristi
Menjadi satu hal pokok bagi umat Katolik dalam menerima Sakramen Ekaristi. Akan tetapi, tidak banyak kalangan mengerti seputar bagaimana persyaratan penting yang kemudian dihadirkan sebagai satu modal utama dan harus dipenuhi oleh semua umat Katolik, diantaranya seperti berikut ini.
- Menjadi Umat Katolik yang Sudah Dibaptis
Salah satu syarat utama bahkan vital bagi umat Katolik untuk menerima sakramen ini adalah memiliki status sudah menerima Sakramen Baptis. Maka dari itu, kesatuan Gereja Katolik sangat diperlukan, kemudian dari proses Baptisnya sendiri bisa dilakukan pada saat bayi ataupun pada usia dewasa. MAka dari itu pada kondisi bayi baru lahir sekalipun masih bisa dilakukan proses pembaptisan, sehingga tujuannya memberikan penghapusan dosa dan memantaskan diri untuk menerima Sakramen Ekaristis.
Umat Katolik percaya bahwa dengan adanya pemberian Sakramen Baptis ini sudah mampu menghadirkan penebusan dosa yang juga pernah dilakukan Yesus Kristus kepada semua umat manusia.
- Minimal Berusia 10 Tahun
Berikutnya, ada syarat utama menerima Sakramen Ekaristi yakni dari segi usia minimal 10 tahun. Sesuai dengan hukum Gereja dimana seseorang bisa menerima Sakramen untuk bisa menjadi satu dengan Gereja. Kemudian dari sisi pemahaman tujuan dan makna Sakramen Ekaristi ini juga bisa diterangkan sebagai sebuah peristiwa perjamuan malam terakhir Yesus Kristus.
- Sudah Mendapat Pembinaan Komuni Pertama
Dari aspek pembinaan Komuni Pertama bagi umat Katolik bisa dikatakan menjadi hal wajib. Peran penting pembinaan Komuni Pertama ini agar mengerti apa tujuan perayaan Ekaristi kemudian dari sisi pengembangan sarana dan juga pemahamannya bisa dilakukan dengan baik oleh setiap umat Katolik.
Sakramen Ekaristi ini membutuhkan beberapa tata cara ibadat Gereja, kemudian beberapa doa orang Katolik, hingga komponen lainnya. Jadi syarat utama menerimanya salah satunya harus menerima pembinaan Komuni Pertama dahulu.
- Melakukan Sakramen Tobat
Meskipun tak banyak umat Katolik menyadarinya, bahwa salah satu syarat utama untuk bisa menerima Sakramen Ekaristi adalah sudah menerima Sakramen Tobat dahulu. Sesuai dengan hukum Gereja, yang mana seseorang perlu melakukan Pengampunan Dosa terlebih dahulu, sebelum menerima Sakramen Ekaristi, kemudian memantaskan diri untuk menerima komuni secara layak ataupun tidak dalam dosa berat.
Secara tidak langsung, syarat utama menerima Sakramen ini juga perlu beberapa poin terutama kesucian diri yang mana harus siap menerima Tubuh dan Darah Yesus Kristus.
Hingga sekarang informasi syarat utama menerima Sakramen ini harus diteliti kembali. Sebab bagi Umat Katolik juga harus melihat bahwa ada beberapa komponen lain yang juga dikembangkan untuk mendapat komposisi utama seperti apa kriteria umat yang layak dan pantas menerima Sakramen Ekaristi sehingga Tubuh dan Darah Yesus Kristus bisa memberi manfaat.





