Salah satu destinasi bersejarah dan religius bagi umat Katolik adalah Basilika Santo Petrus Roma di Italia. Ini adalah salah satu lokasi bersejarah yang kental dengan berbagai fakta sejarah selama berdiri.
Sampai sekarang katedral tersebut menjadi sebuah saksi bisu sejarah perkembangan katolik di dunia. Jadi siapa umat yang tidak ingin mengunjunginya demi memperluas wawasan sejarahnya dan religi.
Pada kesempatan ini kami akan membahas beberapa fakta menarik terkait pendirian. Sehingga kamu dapat menjadikannya wawasan tambahan seputar sejarah besar di dunia.
Tidak hanya untuk umat katolik saja namun adanya katedral tersebut juga berpengaruh pada peradaban di Eropa. Oleh karena itu akan sangat disayangkan apabila kita tidak mempelajarinya lebih dalam.
Apa Fakta Unik Basilika Santo Petrus Roma?

Dengan mengetahui beberapa fakta unik tentu saja dapat menjadi salah satu pemantik rasa penasaran. Jadi nantinya Kamu bisa lebih tertarik lagi untuk mempelajari salah satu mahakarya manusia.
1. Membangun Basilika Santo Petrus Roma
Sebagai sebuah bangunan bersejarah tentu mengetahui siapa pembangunnya adalah salah satu pengetahuan besar. Konstruksi seperti ini tentu membutuhkan kemampuan tinggi agar mampu bertahan kekuatannya namun juga indah.
Pada abad ketiga kekaisaran Romawi Konstantinus 1 memerintahkan pembangunannya. Namun dulu waktu pertama dibangun namanya tidak disebut seperti itu oleh Konstantinus 1 dan kebanyakan masyarakat.
Itu adalah sebuah Basilika biasa yang digunakan secara spesifik untuk acara keagamaan katolik. Jadi umat bisa berkumpul disana dan melakukan ritual keagamaannya secara bebas dan aman.
Karena berntuknya bangunannya unik Basilika Santo Petrus Roma ini lama-lama tidak hanya digunakan untuk peribadatan saja. Namun juga dipakai untuk beberapa agenda penting kenegaraan.
Alasannya sederhana daya tampungnya besar dan juga ada lapangan terbuka di bagian depannya. Sehingga ketika digunakan untuk mengumpulkan banyak orang akan sangat mudah dan nyaman.
Selain itu faktor keamanan juga sangat bagus karena jalan masuk keluarnya mudah dijaga. Sehingga ketika akan terjadi serangan atau raiding dari pihak kontra mudah dilawan oleh para penjaga.
Ini adalah sejarah Basilika lama yang jarang diketahui oleh orang banyak karena minimnya literasi. Sampai sekarang konstruksi lama juga ada beberapa digunakan karena kualitasnya memang masih bagus.
Namun jika kita bandingkan dengan sekarang jelas sudah jauh berbeda seperti apa tampilan lamanya. Pada segmen berikutnya kami akan masuk pada bab pemugaran katedral sebagai referensi wawasan.
2. Memugar Basilika Santo Petrus Roma
Era pemugaran ini terjadi pada abad ke 13 namun ini masih rencana dimana realisasinya belum terjadi. Pada sekitar tahun 1430 konstruksinya sudah mulai rapuh bahkan banyak segmen bangunan mengalami kerusakan.
Jika kamu bertanya-tanya sebuah konstruksi yang berusia belasan abad mengapa tidak diperbaiki secara rutin. Karena pada era tersebut sebuah bangunan perawatannya memang tidak intens seperti sekarang.
Tidak sembarang orang juga boleh melakukan perbaikan tanpa seijin kepausan pada waktu itu. Sehingga itu menjadi salah satu alasan terhambatnya pemugaran sampai akhirnya beberapa segmen bangunannya roboh.
Sampai pada tahun 1502 akhirnya proses pemugaran Basilika Santo Petrus Roma dilakukan. Prosesnya memakan waktu 120 tahun sehingga barus selesai pada tahun 1626 yang dapat kita lihat sampai sekarang.
Setelah proses pemugaran tersebut proses perawatan terhadap katedral juga dilakukan secara rutin. Sehingga kesalahan di masa lalu yang sempat membuatnya roboh tidak terulang kembali.
Dalam bangunan tersebut juga masih terdapat banyak sisa peninggalan konstruksi lama seperti pilar solomon. Pilar tersebut menurut sejarah diambil langsung oleh Konstantinus 1 di Haikal Sulaiman.
Namun tidak ada yang tahu fakta sebenarnya terkait dengan pilar solomon dari Basilika Santo Petrus Roma. apakah memang benar diambil dari situ atau sumbernya terdapat dari tempat lain.
Sebagai catatan pada masa pemugaran lukisan santo Petrus berjalan di atas air hancur karena sebuah insiden. Namun pecahannya masih tersimpan dan disusun kembali menjadi sebuah mozaik.
Mozaik navicella tersebut dikerjakan atas permintaan Kardinal Jacob Stefanski untuk menutupi seluruh bagian dinding pintu utama. Jadi kita sampai sekarang masih bisa menyaksikannya ketika mengunjungi Basilika Santo Petrus Roma.
Era pemugaran ini menjadi sebuah titik balik dari bangunan tersebut dimana dulunya dibiarkan sampai nyaris roboh. Setelah pemugaran kondisinya sampai sekarang masih terjaga secara optimal sehingga indah ketika kita mengunjunginya.
3. Pembangunan Basilika Santo Petrus Roma
Secara tepat Basilika lama ini dibangun pada tahun 326 sampai 333 atas perintah kaisar Romawi Konstantinus 1. Konstruksinya memang dibuat lazim pada era tersebut sehingga aspek keunikannya sendiri belum ada.
Ketika sudah selesai awalnya memang hanya digunakan sebagai salah satu lokasi untuk kegiatan ritualistik saja. Namun karena lokasinya besar akhir beberapa agenda pemerintahan juga diselenggarakan disitu.
Sebagai salah satu bangunan dengan arsitektur megah kaisar Konstantinus 1 pernah menggunakannya sebagai lokasi pertahanan. Memang tidak secara langsung digunakan dalam kebutuhan militer.
Namun agresi yang terjadi pada era tersebut memaksa penggunaan Basilika Santo Petrus Roma sebagai tempat penjagaan orang penting. Hal tersebut dilakukan karena opsi keluar masuk dapat dijaga secara optimal.
Sehingga memudahkan para penjaga untuk mencegah penyusup yang hendak melakukan sabotase pada petinggi pemerintahan. Catatan terkait insiden tersebut memang sekarang jarang ditemui secara detail.
Akhirnya banyak sejarawan juga hanya memperkirakan bahwa terjadinya sekitar tahun 340. Pada masa tersebut memang banyak agresi dilakukan oleh para pemberontak anti gereja dan pemerintahan.
Sehingga Basilika Santo Petrus Roma secara terpaksa dijadikan sebagai pusat pengamanan tokoh penting. Kejadian tersebut berlangsung selama kurang lebih 30 tahun sampai akhirnya kekerasan mereda.
Setelah meredanya situasi tersebut Basilika kembali digunakan untuk ritual keagamaan secara normal. Namun bekas sabotase dari kejadian tersebut tentu saja mempengaruhi kekuatan konstruksinya.
Apalagi adanya larangan untuk sembarangan melakukan pemugaran pada tempat suci. Jadi ini adalah salah satu alasan mengapa gereja tersebut pernah nyaris roboh di beberapa segmen konstruksinya.
Terutama pada bagian tiang solomon dan lukisan santo Petrus yang nyaris pecah. Oleh karena itu adanya pemugaran adalah langkah besar guna menjaga kelestarian tempat bersejarah ini.
4. Gereja Paroki
Tentu kamu tidak asing dengan istilah paroki, biasanya dalam percakapan ini sering digunakan untuk mewakili dimana tempat beribadahnya. Jadi secara umum di Indonesia paroki artinya seperti pembagian jemaat gereja.
Jika kita telusuri secara etimologi sebenarnya paroki sendiri dapat diartikan sebagai pengembara. Dalam konteks lebih spesifik adalah orang yang melakukan pengembaraan dengan tujuan religi.
Apabila ingin memahami lebih mudah kamu bisa mengambil serapan lagi dari kata pilgrimage. Jadi secara etimologi tersebut tetap memiliki keterkaitan dengan sebuah perjalanan keagamaan.
Di Romawi sendiri misalnya paroki Basilika Santo Petrus Roma jadi melambangkan golongan jemaat daerah tersebut. Awalnya di Romawi sendiri paroki ini digunakan untuk pengelompokan umat yang hendak menggunakan gereja.
Misalnya di daerah A, B, dan C hanya ada satu gereja X, maka umat dari daerah A, B, C tersebut masuk dalam kategori paroki X. Ini hanya digunakan untuk mempermudah pengelompokan dan pengelolaan jemaah saja.
Jadi misalnya ada banyak sekali jemaat tentu tidak akan mungkin satu paroki saja menjadi naungan. Oleh karena itu perlu adanya pembagian gereja yang nantinya digunakan untuk mempermudah peribadatan juga.
Basilika Santo Petrus Roma sendiri pada tahun 1626 setelah dipugar juga menjadi salah satu lokasi peribadatan. Namun seiring dengan berjalannya waktu fungsi ritualistik mulai dibagi pada paroki lainnya.
Jadi dengan memahami aspek tersebut tentu sekarang kamu mengetahui seperti apa bentuknya. Banyak orang sering mengganti istilah gereja dengan paroki, pada hakikatnya itu tidak perlu diperdebatkan.
5. Makam Rasul Petrus
Menurut catatan sejarah makam rasul Petrus ada di bawah Basilika Santo Petrus Roma. Hal tersebut juga didukung dengan adanya bukti sejarah yaitu trofi sebagai perlambang kemenangan dari penganiayaan.
Sebelum pemerintahan Konstantinus 1 memang umat katolik menjadi sasaran penganiayaan oleh bangsa romawi. Sehingga mereka harus bersembunyi agar tidak disiksa bahkan dibunuh oleh petugas negara.
Kematian santo Petrus sendiri terjadi pada era kekaisaran Nero dimana beliau disalib bahkan pada catatan lain ada yang menyebutkan dibakar juga. Ini adalah sebuah era dimana penyiksaan terhadap umat katolik merajalela.
Keberadaan Basilika Santo Paulus Roma sendiri disinyalir terjadi setelah Paus Anakletus membangun monumen kuburan. Setelah itu dalam catatan kaisar Claudius Julianus menyebutkan bahwa umat katolik berdoa diatas maka meskipun secara diam-diam.
Kedua pernyataan tersebut tentu dapat menjadi bukti otentik bahwa santo Petrus dimakamkan di atas Basilika. Kedua hal tersebut memang cukup lama menjadi sebuah teori saja.
Sampai akhirnya ada ekskavasi di bawah Basilika Santo Paulus Roma dan ditemukan relik. Relik dan juga jenazah dari santo Paulus ditemukan di lokasi tersebut beserta beberapa makam lainnya.
Sekarang lokasi itu menjadi destinasi para peziarah untuk mengenang kembali bagaimana perjuangan pendahulu. Umat katolik Roma memang sempat mengalami masa kelam yang tertulis dalam sejarah.
Letak pemakaman tersebut semakin diperkuat dengan adanya temuan radiocarbon dari abad kedua. Sehingga para peneliti juga semakin yakin bahwa yang dikuburkan memang orang-orang suci.
Jadi tidak salah jika Basilika tersebut menjadi salah satu destinasi pilgrimage wajib bagi penganut kristen katolik. Dengan mengunjungi lokasi tersebut kita bisa menghormati bagaimana perjuangan para orang suci.
Dimana Kuburan Rasul Paulus?

Rasul Paulus atau Paulus dari Tarsus merupakan seorang penyebar ajaran kristen sekaligus perumus ajarannya. Pada awalnya Saulus merupakan seorang Yahudi ekstrimis yang dulunya sering menyiksa murid Kristen.
Namun hal tersebut berubah setelah dia bertemu dengan Yesus dimana akhirnya memutuskan untuk mengikuti ajarannya. Paulus Tarsus sendiri mengakui dirinya sebagai rasul bagi kaum non Yahudi.
Sehingga dia memang berkelana ke penjuru bangsa untuk mengajarkan ajaran kristus. Pada saat dia bertemu Yesus, Paulus menjadi buta sehingga memaksanya tinggal tiga hari di damaskus.
Sampai akhirnya dia disembuhkan sekaligus dibaptis oleh Ananias dan memulai pelayanan awalnya. Perjalanan spiritual tersebut berakhir ketika dia akhirnya meninggal tanpa meninggalkan jejak.
Pada tahun 2009 penggalian di Vatikan menemukan sarkofagus yang tidak bisa dibuka. Namun di sekitar tempat tersebut ditemukan bukti yang mengarah pada rasul Paulus dimakamkan.
Sehingga kita bisa mengetahui bahwa Basilika Santo Petrus Roma merupakan tempat pemakamannya. Ini tentu saja didukung oleh banyaknya temuan arkeologi dan jejak terkait bukti DNA.
Setelah ditemukan adanya bukti bahwa terdapat jejak radiologi abad kedua maka kesimpulan semakin mengerucut. Meskipun sarkofagus tidak bisa dibuka namun sudah dapat menjadi bukti kuat.
Tempat Basilika Santo Petrus Roma memang menjadi saksi sejarah yang cukup mendalam dengan banyaknya temuan bersejarah. Sehingga ketika kita mengunjunginya dapat menjadi salah satu mesin waktu untuk melihat masa lalu.
Bagaimana peradaban kekristenan jaman dulu mencoba bertahan dari berbagai cobaan. Sampai akhirnya bisa berkembang dan menjadi agama dengan pemeluk terbanyak di seluruh dunia.
Ini tentu saja dapat menjadi salah satu wawasan penting bagaimana besarnya pengorbanan para orang suci. Apalagi terdapat era kelam pada saat kaisar Nero menguasai Romawi yang banyak menyiksa pengikut kristus.
Bagaimana Arsitektur Basilika Santo Petrus Roma?

Arsitektur dari Basilika ini sendiri mengangkat tema baroque yang memang populer di peradaban romawi abad 2. Awalnya gedung tersebut tidak jauh berbeda dengan pusat perniagaan dan pemerintahan.
Namun karena digunakan untuk kebutuhan religi maka disesuaikan lagi bagian interior agar memberikan kesan mendalam. Kondisi Basilika Santo Petrus Roma lama tidak seperti yang kita lihat sekarang.
Bentuknya lebih sederhana dengan beberapa bentuk hiasan seni saja di bagian dindingnya. Selain itu juga terdapat sebuah lukisan santo Petrus berjalan di atas air yang masih utuh kondisinya.
Bangunan tersebut kemudian dilakukan pemugaran pada tahun 1502 karena kondisinya sudah buruk. Konstruksi nyaris roboh sehingga akhirnya pihak gereja memperbolehkan arsitektur melakukan perbaikan.
Masa pemugaran ini menjadi salah satu titik balik dimana kondisi bangunan menjadi lebih bagus. Kondisi Basilika Santo Petrus Roma sendiri dikerjakan oleh puluhan arsitektur ternama.
Bahkan salah seorang seniman ternama yaitu Michelangelo menyumbangkan karyanya untuk gereja. Tentu saja dengan sentuhan seni seperti itu lokasi menjadi semakin artistik, indah, dan megah.
Sejak saat pemugaran itu kondisi dari Basilika sudah tidak sama lagi dengan bentuk aslinya yang lama. Sehingga kita hanya dapat menemui melalui gambar kuno saja seperti apa bentuknya yang lama.
Konstruksi lama sendiri dikerjakan atas perintah kaisar Konstantinus 1 yang terkenal toleran dengan umat beragama. Setelah pengerjaan tersebut selesai Basilika digunakan untuk kegiatan keagamaan kekristenan.
Tiang salomon sendiri sudah hampir tidak bersisa lagi karena banyaknya kerusakan sebelum era pemugaran. Jadi apa yang mungkin kita lihat sekarang sudah tidak seperti ketika abad ketiga lalu.
Jika kita sekarang berkunjung arsitekturnya sudah modern dengan sentuhan baroque. Kondisinya tentu jauh lebih bagus dan megah dibandingkan ketika masih menggunakan konstruksi lama.
Rekomendasi Biro Perjalanan ke Basilika Santo Petrus Roma

Apabila kamu ingin mencoba melakukan perjalanan spiritual menuju santo Basilika tentu saja bisa. Sekarang di Indonesia sudah ada biro perjalanan rohani yang dapat menjadi opsi paling aman.
Kamu bisa menggunakan layanan yang kami tawarkan sebagai opsi ketika ingin melakukan pilgrimage. Insight Tour merupakan salah satu biro perjalanan terpercaya yang sudah lama berdiri.
Kami memiliki spesialisasi perjalanan luar negeri ke destinasi religi yang sering digunakan. Oleh karena itu apabila kamu memang tertarik dalam menggunakan layanan langsung saja hubungi admin kami melalui WA.
Tentu saja perjalanan spiritual seperti menuju Basilika Santo Petrus akan menjadi sebuah pembuka mata. Bagaimana sejarah dunia memiliki saksi bisu yang dapat kita jadikan sebagai penambah wawasan.
Karena itu adalah perjalanan yang sifatnya krusial kamu jangan sampai salah dalam memilih biro jasa travel. Pastikan hanya menggunakan yang sudah terpercaya seperti Insight Travel agar pengalaman perjalanan menjadi luar biasa.
Kami berani menawarkan harga bersaing dengan pelayanan lengkap untuk para pengguna. Sehingga pengalaman pilgrimage akan semakin berkesan dan juga menyenangkan terutama bersama keluarga.
Jangan remehkan urusan perjalanan jika menginginkan pengalaman maksimal bersama keluarga. Selalu pilih biro jasa terpercaya seperti Insight Travel jika ingin berkunjung ke Basilika Santo Petrus Roma.
Untuk info lebih lengkapnya Anda bisa mengunjungi website insighttour.id atau menghubungi kontak WA dibawah ini

Baca juga : Mengenal 1 dari 7 Keajaiban Dunia Petra Jordan



