Basilika Santo Petrus atau St. Peter’s Basilica merupakan salah satu gereja terpenting dalam iman Katolik. Situs suci nan bersejarah ini dikunjungi jutaan peziarah maupun wisatawan setiap tahunnya.
Di samping kesuciannya dalam Kekristenan, St. Peter’s Basilica adalah gereja yang memenuhi semua unsur-unsur keindahan dalam sebuah konstruksi bangunan. Kubahnya yang mengesankan dengan eksterior megah menjadi vocal point di lanskap kota Roma.
Piazza San Pietro yang luas dan fenomenal dengan obelisk menjulang menjadi pintu masuk yang monumental ke Basilika. Berkunjung ke St. Peter’s Basilica adalah puncak wisata religi saat kamu datang ke Vatikan di Roma.
Mengenal Basilika Santo Petrus

Terletak di bukit Vatikan, St. Peter’s Basilica yang merupakan situs warisan dunia UNESCO mendominasi cakrawala kota Roma. Ini merupakan salah satu gereja terbesar di dunia dengan kapasitas mencapai 60.000 orang.
Gereja ini merupakan satu di antara 4 basilika utama di dunia. Tiga basilika utama lainnya yaitu St. John Lateran, St. Paul’s outside the Walls, dan St. Mary Major.
Bangunan Gereja ini dibangun di atas situs di mana Santo Petrus dimakamkan pada tahun 64 Masehi. Dalam Teologi Kristen, Santo Petrus atau Saint Peter merupakan salah satu dari 12 Rasul. Ia adalah Paus pertama yang mati syahid semasa pemerintahan Kaisar Nero sekitar 64 Masehi.
Mengetahui Sejarah Basilika Santo Petrus
St. Peter’s Basilica mula-mula adalah Circus of Nero dan sebuah kuburan. Pada tahun 306 M, pimpinan tertinggi Roma diambil alih oleh Kaisar Konstantinus yang merupakan kaisar Kristen pertama di Roma.
Konstantinus kemudian mendirikan sebuah gereja di bukit Vatikan, yang mana adalah lokasi makam Santo Petrus. Pengerjaan proyek ini berlangsung dari 319-349 M dan mampu berdiri sampai 1.000 tahun.
Selama berdiri lebih dari 1.000 tahun, gereja ini menjadi tampak pemakaman hampir setiap Paus. Mulai dari Paus Petrus sampai Paus di era 1400-an.
Karena kondisi bangunan memburuk dan dikhawatirkan runtuh, Paus Julius II yang memimpin pada 1503-1513 memutuskan bangunan harus dihancurkan untuk dibangun kembali kemudian.
Butuh 120 tahun untuk membangun kembali Basilika Santo Petrus. Arsitek-arsitek terbaik era Renaisans Romawi dan Barok terlibat dalam rancangan dengan kontributor utama yaitu Michelangelo, Bramante, Raphael, Donato, Giacomo della Porta, dan Maderno.
Pada tahun 1506, Bramante merancang desain asli St. Peter’s Basilica. Selepas kematiannya pada 1514, posisi arsitek utama diambil alih oleh Raphael. Michelangelo yang merupakan muridnya menggantikan Raphael setelah kematiannya pada 1520.
Tahun 1564, Michelangelo digantikan muridnya, Gaicomo della Porta pasca kematian sang guru. Paus Paul V kemudian meminta Carlo Maderno untuk memperluas gereja. Proyek pembangunan ulang Basilika akhirnya rampung pada 18 November 1626 dan ditahbiskan oleh Paus Urban VIII.
Alasan Mengunjungi Basilika Santo Petrus

Terletak di Vatikan, St. Peter’s Basilica adalah salah satu bangunan paling fenomenal di dunia. Tempat ini menjadi lokasi penting bagi umat Katolik dan siapa saja yang mengagumi keindahan seni serta kemegahan arsitektur abad Renaisans.
Kalau kamu memiliki kesempatan bertandang ke Roma, pastikan mencatat St. Peter’s Basilica sebagai urutan pertama dalam daftar destinasi liburan. Mengapa gereja bersejarah ini harus dikunjungi?
1. Alasan Keagamaan
Agama tentu saja menjadi bagian besar mengapa kamu perlu mengunjungi Basilika Santo Petrus setidaknya sekali seumur hidup. Ini merupakan basilika agung di Vatikan yang menjadi jantung gereja Katolik dan Kristen.
Datanglah pada hari Rabu untuk melihat audiensi umum yang dilakukan Paus kepada massa yang berada di sana. Menetaplah beberapa hari sampai hari Minggu untuk mendapatkan berkat mingguan dari Paus.
Jika kamu benar-benar ingin memperkuat dan merayakan iman, maka tour ke St. Peter’s Basilica dan seluruh Vatikan secara umum adalah cara yang sangat baik. Ini juga cara menyenangkan untuk mendalami pengajaran Katolik langsung di pusatnya.
2. Kekayaan Sejarah
Basilika Santo Petrus bukan hanya gereja yang megah. Akan tetapi mengandung nilai-nilai sejarah yang luhur dan agung. Berdiri di lokasi tempat Santo Petrus dimakamkan, basilika ini juga menjadi tempat pemakaman hampir setiap Paus.
Kokohnya bangunan yang berdiri selama ribuan tahun menyimpan jejak-jejak sejarah dalam iman Katolik. Sebagai salah satu gereja tertua, tentu ini adalah lokasi yang tidak boleh kamu lewatkan saat berwisata religi.
3. Arsitektur dan Seni yang Spektakuler
St. Peter’s Basilica adalah mahakarya arsitektur bergaya Renaisans yang spektakuler. Melibatkan arsitek-arsitek dan seniman-seniman terbaik pada abad itu, mulai dari Michelangelo, Bramante, Bernini, dan Maderno.
Bukan hanya peziarah yang menjunjung keyakinan agama, Basilika Santo Petrus adalah destinasi menakjubkan bagi para fanatik seni. Arsitektur bergaya Renaisans yang berpadu gaya Barok dibalut dalam seni bernilai tinggi.
Berukuran besar yang mampu menampung hingga 20.000 orang, Basilika ini dipercantik marmer serta emas terkenal. Kanopi altar perunggu karya Bernini serta patung Pieta marmer karya Michelangelo adalah masterpieces yang tidak bisa diabaikan.
4. Lanskap Kota Roma yang Menakjubkan
Kubah Basilika seolah merajai cakrawala kota Roma. Konstruksi melengkung yang gagah ini bisa terlihat dari banyak tempat di seluruh Roma. Semakin kamu mendekati kubah ini, semakin kamu menyadari betapa indah dan megah dome raksasa tersebut.
Sementara banyak seniman dan arsitektur hebat yang terlibat dalam pembangunan Basilika Santo Petrus, kubahnya merupakan hasil rancangan Michelangelo sendiri. Ini menjadi bagian sensasional St. Peter’s yang mengundang decak kagum.
Menariknya, pengunjung dapat naik ke puncak kubah dan menikmati pemandangan kota Roma yang menakjubkan. Untuk menuju ke sana, kamu perlu menaiki hampir 500 anak tangga yang sempit dan agak gelap.
Namun mengingat pemandangan yang menanti di puncak begitu cantik serta mengagumkan, maka usaha yang perlu kamu lakukan sangat sepadan dan terbayar tuntas. Dari puncak, kamu bisa memandangi panorama Eternal City.
Sementara view fantastis Alun-Alun St. Peter’s terbentang luas di bawah. Perlu diingat bahwa St. Peter’s dapat diakses secara gratis. Sedangkan untuk naik ke puncak kubah, kamu perlu membeli tiket.
5. St. Peter’s Square yang Ikonik
St. Peter’s Square merupakan pintu gerbang ke Vatikan dan terbentang luas di depan Basilika Santo Petrus. Alun-alun yang sangat mengesankan ini memamerkan kemegahan arsitektur yang mengukir sejarah ribuan tahun yang lalu.
Salah satu agenda tour Vatikan yang sangat dinantikan yaitu melihat pemberkatan mingguan Paus. Pemberkatan ini berlangsung di alun-alun St. Peter’s dan selalu dipenuhi oleh ribuan penganut Katolik.
Sebagai jantung iman Katolik, St. Peter’s Square beserta Basilika telah menarik jutaan wisatawan dan peziarah dari seluruh dunia. Puncaknya sejak situs ini menjadi kediaman utama kepausan sejak tahun 1378.
Saat berkeliling di alun-alun Basilika Santo Petrus, jangan lupa mendatangi setiap spot-spot pentingnya, antara lain:
- Berdiri di dua negara sekaligus. Meski secara umum perbatasan Italia dan Vatikan dipisahkan oleh tembok, namun ada bagian di Piazza San Pietro yang hanya dipisahkan oleh garis putih tebal.
- Bernini Colonnade, yaitu bangunan-bangunan yang mengelilingi St. Peter’s Square. Dirancang sendiri oleh Bernini, barisan bangunan ini seperti barisan tiang yang membingkai Piazza San Pietro.
- Di alun-alun ini, patung Petrus dan Paulus menjadi sorotan. Patung-patung ini berada tidak jauh dari tangga yang mengarah ke Basilika.
- Obelisk Mesir yang menjulang tinggi berada di jantung alun-alun. Obelisk tersebut telah berdiri di sana sejak dibawa Roma oleh Caligula pada 37 SM. Sebelum masa Kekristenan, obelisk ini berfungsi menandai pusat Circus of Nero.
- Tradisi Konklaf
Konklaf merupakan sebuah ritual atau tradisi pemilihan Sri Paus, Sang Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma. Konklaf diadakan untuk memilih Paus baru sepeninggal kepemimpinan Sri Paus sebelumnya.
Pemilihan ini dilakukan oleh para Kardinal dari seluruh dunia melalui serangkaian acara meliputi perayaan Misa mulia untuk membuka Konklaf di Basilika Santo Petrus. Perayaan Misa ini tidak hanya dihadiri oleh para Kardinal.
Melainkan juga terbuka secara umum untuk seluruh umat Katolik. Kemudian dilanjutkan dengan perarakan prosesi dalam suasana doa menuju ke Kapel Sistina, tempat konklaf dilangsungkan.
Saat pemilihan berlangsung, para peziarah berkumpul di alun-alun, menantikan terpilihnya Sri Paus, Pemimpin baru Gereja Katolik tertinggi. Asap putih yang keluar dari cerobong asap di Kapel Sistina adalah pertanda Paus baru telah terpilih.
Kemudian Paus baru dihantarkan oleh rombongan Kardinal untuk diperkenalkan kepada ratusan ribu umat peziarah dan kepada dunia di balkon Basilika Santo Petrus yang terkenal.
Tradisi Konklaf memang tidak diadakan secara rutin dalam periode tertentu. Namun, untuk hadir di St. Peter’s dan menjadi bagian dari peristiwa bersejarah dalam iman Katolik tentu adalah sebuah pengalaman berharga dan membahagiakan.
Fakta Menarik Seputar Basilika Santo Petrus
Ada sejumlah fakta menarik yang perlu kamu ketahui tentang Basilika ini. Sebelum berziarah ke sana, kenali lebih dalam terlebih dulu gereja penting tersebut:
- St. Peter’s Basilica memiliki dua tingkat, tingkat pertama adalah Gua Vatikan. Ini merupakan kuburan bawah tanah berukuran besar yang menjadi lokasi makam 91 paus. Sementara tingkat di bawahnya adalah Vatikan Necropolis dan rumah makam St. Peter.
- Diantara yang dimakamkan di dalam Gua Vatikan, hanya terdapat tiga wanita yaitu Ratu Christina dari Swedia, Ratu Charlotte dari Cyprus, dan Agnesina Colonna Caetani.
- Pintu suci yang terdapat di Basilika Santo Petrus hanya dibuka setiap 25 tahun sekali, tepatnya untuk Tahun Yobel.
- Ukiran Pieta karya Michelangelo yang ada di Basilika dilindungi oleh kaca anti peluru. Pieta sendiri merupakan ukiran dari lempengan marmer tunggal yang sangat terkenal.
- Di halaman luar Basilika terdapat 140 patung orang-orang kudus setinggi 3,10 meter. Patung-patung tersebut berdiri di atas tiang-tiang dan sudah ada sejak 1670.
- Garda Swiss adalah satuan tentara terkecil di dunia. Satuan ini dibentuk pada 1506 dan masih ada hingga sekarang untuk melindungi Paus, Vatikan, serta St. Peter’s Basilica.
Sorotan Penting Saat Mengunjungi St. Peter’s Basilica

Sediakan banyak waktu saat datang ke Basilika Santo Petrus karena ada banyak spot menakjubkan yang terlalu sayang jika dilewatkan. Adapun sorotan-sorotan penting yang wajib kamu perhatikan antara lain:
1. The Nave
Saat memasuki basilika, kamu akan dibuat kagum oleh bagian tengah sepanjang 90 meter, lebar 26 meter, dan tinggi 44,5 meter.
2. The Pieta
Ini merupakan patung marmer karya Michelangelo paling terkenal. Patung yang menggambarkan tubuh Kristus di pelukan Bunda Maria setelah penyaliban.
3. Patung Perunggu Santo Petrus
Patung ini diciptakan oleh Arnolfo di Cambio pada tahun 1300. Patung Santo Petrus duduk di atas takhta ini telah ada di Basilika Santi Petrus sejak 1605. Para peziarah yang datang ke sini biasa menyentuh atau mencium kaki patung.
4. The Baldacchino
St. Peter’s Baldachin merupakan kanopi perunggu setinggi 29 meter yang berdiri megah tepat di bawah kubah Basilika. Ini merupakan mahakarya Gian Lorenzo Bernini yang ia kerjakan selama 11 tahun, dari 1623 sampai 1634.
5. The Cupola
Ini merupakan kubah gereja yang megah karya Michelangelo. Kubah ini dikelilingi 16 jendela dan bertuliskan huruf-huruf besar. Kamu bisa menaiki kubah ini melalui lift atau tangga dan menyaksikan view kota Roma yang spektakuler.
Panduan Mengunjungi Basilika Santo Petrus
Basilika hampir selalu ramai bahkan ketika tidak ada audiensi kepausan maupun peristiwa khusus lainnya. Agar bisa menjelajahi Basilika tanpa kendala, pahami panduan berikut.
1. Jam Buka
Gereja bersejarah ini dibuka mulai pukul 7 pagi sampai 7 malam selama musim panas, sedangkan saat musim dingin dibuka sampai pukul 06.00 sore.
Kalau kamu ingin menikmati kemegahan Basilika, larut dalam keimanan dengan menghindari keramaian, waktu terbaiknya adalah pagi hari mulai pukul 7-9 pagi.
Untuk memasuki Basilika dan gua-gua, peziarah tidak perlu membayar alias gratis. Biaya tiket masuk diperlukan kalau kamu ingin mengunjungi museum Sakristi dan perbendaharaan atau naik ke kubah. Berikut adalah jadwal mengunjungi Basilika Santo Petrus:
- April – September
- Basilika St. Peter : 7.00 pagi – 7.00 sore (gratis)
- The Cupola (kubah) : 8.00 pagi – 06.00 sore (membayar tiket masuk)
- The Vatican Grottoes : 7.00 pagi – 6.00 sore (gratis)
- Oktober – Maret
- Basilika St. Peter : 7.00 pagi – 06.00 sore (gratis)
- The Cupola (kubah) : 08.00 pagi – 05.00 sore (membayar tiket masuk)
- The Vatican Grottoes : 07.00 pagi – 05.00 sore (gratis)
2. Aturan Berpakaian
Pengunjung yang ingin memasuki Basilika Santo Petrus harus mematuhi aturan berpakaian yang ditentukan. Jika tidak menggunakan pakaian yang sesuai, maka tidak diizinkan masuk ke Basilika.
Kalau ingin mengagumi keindahan Basilika St. Peter, pastikan kamu tidak mengenakan celana pendek, rok pendek, atau baju tanpa lengan saat mengunjungi Basilika. Dan/atau mengenakan selendang maupun penutup lain.
Aturan berpakaian ini harus dipatuhi oleh semua peziarah, baik wanita maupun pria. Jadi, pastikan mempersiapkan pakaian yang sesuai dan nyaman, ya, agar bisa menjelajahi setiap sudut Basilika dengan hikmat.
Tips Berkunjung ke Basilika Santo Petrus
Agar pengalaman berziarah semakin berkesan, kami akan memberikan beberapa tips untuk kamu saat mengunjungi St. Peter’s:
- Hari Rabu (terkecuali pada akhir Juli dan Agustus) adalah waktu di mana Paus mengadakan audiensi di Basilika. Kamu bisa datang dan melihat Paus memberikan audiensi Kepausan atau Massa Kepausan secara gratis.
- Apabila kamu ingin menjelajah Basilika saja, sebaiknya hindari hari Rabu. Karena pada hari tersebut pengunjung tidak diizinkan masuk sampai audiensi Kepausan selesai.
- Museum Vatikan terletak tidak jauh dari Basilika Santo Petrus, hanya berjalan sekitar 10 menit. Biasanya pengunjung dikenakan biaya masuk. Kalau ingin kunjungan gratis, datanglah pada hari Minggu terakhir setiap bulan pukul 09.45-13.45.
- Pastikan selalu berhati-hati menjaga barang-barang. Jangan salah, di sini banyak pencopet yang sering mengincar wisatawan atau peziarah.
- Jika ingin mengunjungi Kapel Sistine, kamu perlu mengaksesnya melalui Museum Vatikan. Tiket gratis ke Museum Vatikan tersedia bagi pengunjung yang datang pada hari Minggu setiap akhir bulan.
Ingin merencanakan ziarah ke Vatikan namun tidak mau repot menyusun itinerary? Tenang, cukup melalui menghubungi kami melalui WA dan jadwalkan ziarah ke Basilika Santo Petrus bersama Insight Tour.
Untuk info lebih lengkapnya Anda bisa mengunjungi website insighttour.id atau menghubungi kontak WA dibawah ini

Baca juga : Menjadi Santo dan Santa Gereja Katolik



