Napak tilas ke 7 gereja di Turki saat Natal atau perayaan agama Kristen lainnya bisa menjadi rencana liburan kamu bersama keluarga. Sekarang sudah tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya untuk satu per satu karena sudah tersedia agen perjalanan rohani terpercaya.
Hal pertama yang harus diperiksa ketika memutuskan menggunakan layanan agen adalah legalitasnya. Jika secara hukum, dokumennya lengkap maka kamu bisa mempercayakan diri menggunakan layanan tersebut. Cek juga seperti apa testimoni pelanggan sebelumnya.
7 Gereja di Turki Wajib Dikunjungi
Di Turki, bahkan di dunia ada banyak gereja dengan sejarah panjangnya masing-masing. Namun, kali ini kami akan membahas tujuh tempat ibadah umat Kristiani yang biasa dijadikan destinasi wisata religi ketika mengunjungi Turki, Ini dia daftarnya:
1. Smyrna

Smyrna disebut juga sebagai Izmir, dimana Izmir sendiri bermakna reinkarnasi Smyrna yang identik dengan romantisme dan kehangatan. Izmir atau Smyrna ini berlokasi di Turki bagian Barat, lokasi terkenal tempat kota pantai modern dan pengaruh budaya barat ada di sini.
Sepanjang perjalanan menuju lokasi salah satu dari 7 gereja di Turki ini dihiasi dengan suasana-suasana Romawi Kuno. Terdapat sejarah menarik di balik melegendanya Smyrna atau Izmir. Salah satunya sejarah ketika Rasul Yohanes diasingkan ke Pulau Patmos.
Pengasingan tersebut terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Domitian. Rasul Yohanes di asingkan dengan tragis setelah beliau gagal dibunuh dengan cara dimasukkan ke dalam minyak mendidih. Izmir memiliki suhu yang unik, cuacanya panas, tapi terasa lembab juga.
Sejarah mencatatkan beberapa bangsa pernah tinggal di Izmir sejak masa mediteranian. Bangsa-bangsa tersebut meliputi bangsa Lidya, Persia, Yunani, Romawi, dan juga Ottoman tercatat pernah meninggali atau bermukim di tanah Izmir.
Alexander Agung adalah seorang tokoh yang memberikan pengaruh penting terhadap berdirinya salah satu dari 7 gereja di Turki Smyrna. Beliau mendirikan Smyrna tepat di dekat Gunung Pagos kemudian Smyrna berkembang menjadi negara yang makmur dan besar.
Smyrna tercatat menjadi tempat bersejarah dalam persebaran agama Kristen di dunia. Kota kecil ini menjadi ujung tombak perjuangan karena jemaatnya yang setia terhadap penyiksaan. Nasib Smyrna mulai membaik ketika masa Kesultanan Ottoman.
Saat itu sudah banyak etnis tinggal di Smyrna, diantaranya Turki, Yahudi, Armenia, dan juga Yunani. Namun, ketika Perang Dunia 1 meletus, Kesultanan Ottoman kalah telak diserang oleh tentara Yunani. Tentara Yunani kalah lagi diserang oleh tentara Turki.
Dampak dari perang tersebut membuat hubungan antara Yunani dan Turki tidak baik. Atas kemenangannya ini kemudian Turki mengubah resmi nama Smyrna menjadi Izmir. Dan sekarang Smyrna maupun Izmir menjadi salah satu dari 7 gereja di Turki untuk dikunjungi.
Terdapat sejarah panjang sebuah gereja yang direkomendasikan untuk didatangi ketika melakukan perjalanan rohani. Kamu bisa mengambil banyak hikmah dari perjalanan tersebut sambil mengabadikan momen dari sisa-sisa bangunan yang masih ada.
2. Pergamum
Pergamum merupakan salah satu kota Yunani kuno yang kuat juga kaya di Aeolis. Lokasi tepatnya berada sejauh 16 mil dari garis pantai modern Laut Aegea pada bagian Utara Sungai Caicus atau dari Barat Laut kota modern Bergama.
Pergamus termasuk salah satu dari 7 gereja di Turki yang sayang dilewatkan ketika kamu melakukan perjalanan rohani. Kota ini pernah menjadi ibu kota pada masa periode Helenis dan menjadi pusat budaya utama dari sejarah negara Yunani.
Beberapa bangunan masih tersisa dan menunjukkan betapa gagahnya konstruksi zaman dulu. Kamu bisa napak tilas ke sisa-sisa bangunan tersebut sambil mendengarkan penjelasan rinci terkait informasi akurat dari guide atau imam perjalanan selama di Turki.
Dulunya kota ini dikenal dengan nama Pergamus, kemudian setelah kekuasaan jatuh ke tangan Turki, akhirnya diganti nama menjadi Bergama. Sebelum kemunculan Perpustakaan Alexandria di Mesir yang begitu megah, Pergamus lebih dulu memiliki hal tersebut.
Sebelum akhirnya runtuh, salah satu dari 7 gereja di Turki ini pernah menjadi kota dengan kekayaan dan kekuatan terbesar pada masanya. Terdapat sebuah kolam air bersejarah di Pergamum, yakni tempat yang dijadikan untuk pemujaan dewa kesembuhan (Asklepios).
Dipercayai jika berendam di dalamnya, nanti saat tidur kamu akan didatangi dewa kesembuhan dan memberitahukan bagaimana cara sembuh dari penyakit. Mengenali dewa kesembuhan, kaitannya akan sangat erat dengan kehadiran dewa Zeus dalam mitologi.
3. Thyatira

Thyatira adalah salah satu bukti peninggalan Yunani sebelum akhirnya jatuh dan kekuasaan diambil alih Turki. Sekarang ketika mengunjungi negara Timur Tengah tersebut, kamu akan menemukan Thyatira dengan nama modern Akhisar atau bermakna Kastil Putih.
Berdasarkan sejarahnya, Thyatira atau Akhisar menjadi salah satu dari 7 gereja di Turki yang menyimpan sejarah panjang perjuangan umat Kristiani. Lokasi Thyatira berada sejauh 50 mil dari Laut Tengah atau sejauh 80 kilometer.
Kota Thyatira disebut juga sebagai kuburan bukit, dimana lokasinya tepat pada bagian Barat Turki, atau arah Timur dari Athena, dan sebelah Selatan jika dari Istanbul. Bangunannya tidak lagi utuh, namun kekokohan puing-puing menjadi saksi bisu perkembangan agama Kristen.
Sebelum diberi nama Thyatira, kota ini terlebih dahulu memiliki nama Pelopia. Ketika mengunjungi lokasi, jika detail melihat bangunan, kamu akan melihat ukiran tulisan yang menyatakan identitas masyarakat kala kota tersebut belum runtuh.
Sekarang menjadi salah satu dari 7 gereja di Turki, dulunya kota ini merupakan pusat pewarnaan kain. Tidak heran jika pada dinding-dinding bangunan, kamu akan menemukan tulisan-tulisan seperti pembuat baju luar, pekerja kain wol, pewarna kulit, dan sebagainya.
Thyatira menjadi saksi bisu penyebaran ajaran sesat oleh seorang nabiah bernama Izebel. Kala itu sang nabiah palsu mengajarkan kesesatan kepada umat, dimana perbuatan mesum diperbolehkan dan juga mengajarkan langkah berani memakan persembahan untuk berhala.
Jauh pada masa 366 masehi pernah terjadi pertempuran yang disebut sebagai battle of Thyatira. Kala itu tentara kaisar Romawi menaklukan pihak pemberontak bernama Procopius. Tentara yang dimaksud bernama Valens.
Thyatira menjadi salah satu 7 gereja di Turki yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Ada banyak rekam jejak sejarah terkait penyebaran agama Nasrani di sini. Kamu bisa berlibur dengan santai, juga bisa menambah wawasan serta keimanan kamu terhadap Tuhan.
4. Ephesus
Ephesus menjadi salah satu destinasi yang masuk ke dalam rekomendasi ketika mengunjungi Turki. Efesus dijuluki sebagai Cahaya Asia oleh seorang pujangga Romawi. Pada abad pertama, Efesus memegang peran penting untuk menghubungkan produsen dan konsumen.
Contoh peran penting Efesus jika dilihat pada zaman sekarang adalah keberadaan New York, Dubai, dan juga singapura. Ketiga kota tersebut menjadi sentral pusat bisnis di masing-masing negara. Bahkan tidak perlu menjadi ibu kota untuk menjadi sentral ekonomi.
Keberadaan Efesus yang sekarang menjadi 7 gereja di Turki sebelumnya adalah sebuah kota tua dalam wilayah kekuasaan Yunani. Rekam jejak awal mula berdirinya kota ini sejak 2000 SM silam dan sekarang yang akan kamu saksikan adalah sisa-sisa bangunannya saja.
Awalnya menjadi wilayah kekuasaan Yunani, kemudian Roma datang dan jatuhlah kekuasaan teritorial kepada Roma. Sampai akhirnya datanglah orang-orang Arab, termasuk Turki sampai terakhir wilayah kekuasaan berpindah lagi.
Begitu hebatnya konstruksi lama, meskipun sudah ribuan tahun silam, bahkan sebelum masehi, tetapi beberapa bangunan masih kokoh berdiri. Sebut saja keberadaan perpustakaan celcius yang dibangun sejak 125 AD di bawah kekuasaan Gubernur Romawi.
Selain adanya perpustakaan, salah satu dari 7 gereja di Turki ini juga memiliki bangunan berupa amphitheatre yang sampai saat ini masih difungsikan dengan baik. Alexander Agung menginjakkan kaki di Efesus setelah kemenangannya mengalahkan Persia.
Kala itu Alexander Agung baru selesai mengalahkan Persia dalam sebuah perang bernama Pertempuran Granicus pada tahun 334 sebelum masehi. Pemerintah setempat memang sangat peduli terhadap situs peninggalan sejarah dan kebudayaan kuno satu ini.
Bahkan pemerintah telah berupaya untuk memindahkan seluruh karya seni ke museum. Tujuan pemindahan agar karya-karya tersebut dapat dilindungi sebagaimana mestinya. Masih di Efesus yang ternyata menjadi tempat terakhir atau tempat peristirahatan Maria.
Siapa sangka sebuah kota yang menghadirkan panorama alam cantik dilengkapi sejarah ternyata merupakan salah satu 7 gereja di Turki wajib dikunjungi. Ketika tiba di lokasi, kamu akan menyaksikan puing-puing reruntuhan dan sisa bangunan yang masih berdiri kokoh.
5. Alasehir

Alasehir menjadi salah satu rekomendasi untuk dikunjungi ketika melaksanakan perjalanan rohani. Alasehir dulunya bernama Filadelfia dan menjadi salah satu kota dengan pengaruh penting dalam perkembangan serta penyebaran agama Kristen di Turki, khususnya.
Alasehir dihubungkan dengan Izmir melalui rute kereta api. Uniknya ketika mengunjungi lokasi, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan kerukunan beragama. Karena pada satu sisi terdapat berbagai bangunan masjid, sementara pada sisi lain terdapat bangunan gereja.
Tanahnya yang subur serta sumber mata airnya yang jernih membuat Alasehir menjadi wilayah penghasil kismis serta anggur sultana. Sebagai salah satu 7 gereja di Turki, Alasehir dilengkapi dengan berkah tanah dan lingkungan yang menakjubkan untuk ditinggali.
Alasehir sebenarnya berlokasi pada kota kecil, namun kejayaan pada masanya membuat kota ini sebagai pusat kebudayaan. Alasehir atau FIladelfia memiliki makna Kasih Persaudaraan. Istilah tersebut diambil dari kisah Gerakan Reformasi Protestant.
Selanjutnya ternyata banyak diketahui bahwa gerakan protestant melahirkan berbagai tempat ibadah dengan pusat pengelolaan pemerintah. Misal, ada Church of France, Church of England, dan juga Church of Holland.
Pengelolaan oleh pemerintah bukan roh kudus sempat membuat tempat ibadah lain bernama Sardis kehilangan ruh sebagai tempat ibadah. Namun, untungnya kejadian tersebut tidak terjadi pada Alasehir sebagai salah satu 7 gereja di Turki.
Alasehir menjadi salah satu tempat ibadah yang nyawa atau ruhani ketakwaannya masih terus terasa karena jemaatnya memang memiliki semangat untuk beribadah. Gerakan misionaris modern ke manca negara menjadi salah satu bentuk semangat umat Kristiani.
Mereka yang bersemangat pada masanya menjadi ujung tombak perjuangan agama Kristen, khususnya di Timur Tengah. Gerakan misionaris modern ditandai dengan penerjemahan Alkitab ke berbagai bahasa sehingga dapat menjamah lebih banyak jemaat di seluruh dunia.
Penerjemahan ini dilakukan untuk memudahkan pemahaman tentang Al Kitab kepada seluruh umat manusia beragama Kristen. Sejarah penerjemahan ternyata dimulai dari masa kejayaan Alasehir atau Filadelfia sebagai salah satu 7 gereja di Turki.
6. Laodikia
Tempat ibadah keenam yang sangat sayang dilewatkan ketika mengunjungi Timur Tengah adalah Laodikia. Kota ini merupakan sebuah metropolitan pada masanya, dimana sekarang tinggal menyisakan kenangan berupa reruntuhan puing-puing saja yang tersisa.
Laodikia dulunya bernama Rhoas atau Diospolis. Pembangunannya di tepi sungai Lycus, berdekatan dengan desa modern Eski Hissar. Untuk mencapai lokasi, kamu harus menempuh perjalanan sejauh 40 mil ke Tenggara Filadelfia, 40 mil ke arah Timur Efesus.
Penggambaran Laodikia sebelum akhirnya menjadi tinggal kenangan seperti Wall Street. Banyak keramaian dan aktivitas berlangsung di sana. Pada masa kejayaannya, wilayah ini menjadi sebuah metropolitan, dimana terbagi lagi ke dalam 25 kota.
Laodikia sebagai 7 gereja di Turki selain diibaratkan sebagai Wall Street atau pusat ekonomi, juga sebagai pusat industri. Banyak orang memanfaatkan tata letak kota untuk bisnis kain tenun yang bahkan bisa ekspor juga ke luar negeri.
Diisi oleh orang-orang kaya, tidak heran apabila sejarah mencatatkan Laodikia pernah jatuh tertimpa bencana gempa. Alih-alih menerima bantuan pemerintah, warga setempat justru saling bahu-membahu memanfaatkan kemampuan semaksimal mungkin.
Pantas saja jika suasananya masih hidup sampai sekarang karena ternyata terdapat sebuah bangunan kedokteran yang lebih banyak mempelajari sistem pengobatan tradisional. Jemaat memang saling bahu-membahu membangun kembali bangunan bersejarah tersebut.
Namun, langkah berani itu ternyata menyebabkan Laodikia sebagai gereja suam-suam kuku. Artinya, sulit untuk mendefinisikan kebenaran maupun kesalahan dari 7 gereja di Turki, khususnya Laodikia.
Salah satu hal tidak menyenangkan untuk menjadi bagian sejarah adalah ketika salah satu 7 gereja di Turki ini disebut terlalu mengejar duniawi. Sampai saat ini kamu hanya bisa menikmati sisa-sisa bangunan dan bertanya pada guide perihal yang tidak dimengerti.
7. Hagia Sophia

Rekomendasi terakhir adalah perjalanan menuju Hagia Sophia, bangunan yang menjadi saksi kerukunan antara umat Muslim dan umat Kristen. Situs ini bahkan masuk ke dalam salah satu warisan sejarah yang dilindungi oleh UNESCO.
Awal mula pembangunan Hagia Sophia ditujukan sebagai sebuah gereja atau Church of Holy Spirit dimana pembangunan tersebut didasarkan perintah Kaisar Byzantine Justinian 1. Pembangunan dilakukan pada abad ke-6. Beberapa pilar diambil dari Efesus.
Saat ini Hagia Sophia bisa dinyatakan sebagai salah satu rekomendasi dari 7 gereja di Turki yang wajib dikunjungi. Hagia Sophia merupakan katedral terbesar yang menghadirkan makna khusus bagi para kaum Ortodox.
Bergeser pada masa Kekaisaran Ottoman tahun 1453, bangunan yang tadinya merupakan gereja ini beralih fungsi menjadi masjid. Pada saat itulah proses pembangunan diperluas menjadi menghadirkan perpustakaan dan diberikan sentuhan Islami di beberapa aspek.
Namun, pada tahun 1935, Hagia Sophia tidak lagi identik dengan keagamaan tertentu karena peranannya sudah berubah menjadi sebuah museum. Tahun 2020 sempat diajukan kembali untuk menjadi sebuah masjid, namun UNESCO pada saat itu masih mempertimbangkannya.
Apapun Hagia Sophia saat ini, tidak terlepas dari sejarah awalnya yang merupakan satu diantara 7 gereja di Turki untuk dikunjungi. Perjalanan rohani kamu ke negara ini bukan hanya untuk menghibur diri, melainkan untuk memetik banyak hikmah kehidupan.
Ketujuh daftar tempat ibadah umat Kristiani tersebut memiliki sejarah tersendiri dan memberikan banyak pengaruh terhadap perkembangan agama Kristen di dunia. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap terkait ketujuh destinasi, kamu bisa pilih agen Insight Tour.
Mari percayakan perjalanan rohani kamu bersama Insight Tour dengan mencari informasi paket lainnya di insighttour.id atau menghubungi no WA dibawah ini. Nikmati perjalanan rohani ke 7 gereja di Turki dan rasakan manfaatnya setelah berziarah.

Baca juga : Mengenal Gereja di Istanbul yang Bersejarah



