Istanbul memang menjadi destinasi wisata yang berhasil menyedot perhatian wisatawan dunia karena keindahan yang disuguhkan. Salah satu hal yang menarik ketika berlibur ke Istanbul Turki yaitu mengenal gereja di Istanbul yang bersejarah alias Hagia Sophia.
Hagia Sophia merupakan gereja bersejarah di Istanbul yang menjadi destinasi wisata. Untuk mengenal lebih jauh mengenai gereja bersejarah di Istanbul Turki dan fakta menariknya, berikut ulasan selengkapnya.
Mengenal Gereja di Istanbul yang Bersejarah
Hagia Sophia atau dalam bahasa Turki disebut Ayasofya merupakan sebuah gereja di Istanbul yang memiliki arti kebijaksanaan. Dalam bahasa latin, Hagia Sophia dikenal dengan nama Sancta Sophia.
Arti kebijaksanaan ini merujuk pada fungsi bangunan yang memang dijadikan rumah ibadah. Berikut ini perjalanan sejarah Hagia Sophia sebagai salah satu gereja bersejarah di Istanbul, Turki.
1) 360 Masehi
Kaisar Bizantium, Constantius I memerintahkan rakyatnya untuk melakukan pembangunan Hagia Sophia untuk dijadikan gereja bagi umat Kristen Ortodoks Yunani yang ada di Konstantinopel atau yang sekarang dikenal dengan nama Istanbul.
2) 404 Masehi
Pada tahun ini, bangunan Hagia Sophia mengalami kebakaran akibat kerusuhan yang terjadi di sekitar bangunan. Kerusuhan ini diakibatkan konflik politik yang terjadi antar keluarga Kaisar Arkadios yang kemudian menjadi penguasa pada 395 – 408 AD.
3) 415 Masehi
Di tahun ini, struktur kedua bangunan Hagia Sophia selesai dibangun oleh Kaisar Theodosis II yang menjadi penerus Arkadio. Bangunan baru ini memiliki 5 nave atau tempat bangku-bangku umat dan jalan masuk dengan atap kayu yang khas.
Dilansir dari Encyclopedia Britannica, bangunan Hagia Sophia ini mengalami kebakaran untuk kedua kalinya pada peristiwa Nika Revolt atau Revolusi Nika.
Revolusi Nika menjadi sebuah peristiwa yang terjadi untuk melawan Kaisar Justinian I yang pada saat itu memerintah pada tahun 527 hingga 565 Masehi. Pada saat itu, Hagia Sophia ini masih menjadi bangunan penting bagi para penganut Ortodoks Yunani.
Kaisar Justinian yang pada saat itu memerintah melakukan penghancuran terhadap bangunan Hagia Sophia karena pada saat itu kondisinya memang sudah rusak parah. Ia lalu memerintahkan pembangunan ulang dan menunjuk Isidoros (Milet) dan Anthemios (Tralles) sebagai arsiteknya.
4) 537 Masehi
Pembangunan Hagia Sophia untuk ketiga kalinya selesai dalam jangka waktu 5 tahun dan pada tanggal 27 Desember 537 digelar ibadah untuk pertama kalinya.
Tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, Hagia Sophia juga memiliki peranan yang penting dalam dunia politik dan sejarah Bizantium, termasuk menjadi saksi dalam peristiwa Perang Salib.
Hagia Sophia dan wilayah Konstantinopel yang sekarang dikenal sebagai Istanbul ini sempat berada di bawah kekuasaan pemerintahan Romawi meskipun hanya dalam waktu yang singkat. Hingga akhirnya, kekaisaran Bizantium berhasil menguasai kembali Hagia Sophia dan Konstantinopel.
Fakta Menarik Hagia Sophia Sebagai Gereja Bersejarah di Istanbul
Setelah mengetahui perjalanan sejarah dan mengenal gereja di Istanbul yang bersejarah, ada beberapa fakta menarik yang membuat Hagia Sophia mampu menyita perhatian dunia. Nah, berikut ini beberapa fakta menarik tentang Hagia Sophia.
1. Awal Dibangun untuk Tempat Ibadah
Pada awal mulanya, Hagia Sophia dibangun pada 360 Masehi oleh Kaisar Bizantium, Constantius sebagai tempat ibadah umat Kristen Ortodoks Yunani. Gedung dengan atap kayu ini dibangun di Konstantinopel yang saat ini dikenal dengan nama Istanbul dan menjadi ibukota Turki.
2. Pernah Terbakar Beberapa Kali
Konflik yang terjadi di Konstantinopel membuat Hagia Sophia mengalami kebakaran beberapa kali. Peristiwa kebakaran yang pertama terjadi pada tahun 404 Masehi akibat perseteruan yang terjadi di dalam keluarga Kaisar Arkadios hingga menyebabkan kerusuhan massal di Konstantinopel.
Kerusuhan internal ini kemudian meluas hingga membakar bangunan Hagia Sophia tanpa sisa. Setelah peristiwa kerusuhan tersebut terjadi, Kaisar Theodosis II pada tahun 415 Masehi berinisiatif untuk membangun gereja tersebut di lokasi yang sama.
Hagia Sophia kembali dibangun dengan menggandeng arsitek bernama Rufinus dan diganti namanya menjadi “Magna Ecclesia” yang berarti gereja besar. Kemudian, pada tahun 532 Masehi, Hagia Sophia kembali terbakar akibat terjadinya Revolusi Nika dalam melawan Kaisar Justinian I.
Karena kerusakan yang dialami sangat parah, Justinian I memerintahkan untuk melakukan pembangunan kembali dengan menunjuk Isidoros (Milet) dan Anthemios (Tralles) sebagai arsiteknya. Pembangunan ketiga Hagia Sophia ini selesai dalam waktu 5 tahun.
Setelah pembangunannya selesai, pada tanggal 27 Desember 537 Masehi digelar ibadah untuk pertama kalinya di Hagia Sophia.
3. Dibangun oleh Ahli Geometri
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Hagia Sophia mengalami pembangunan ulang yang dilakukan oleh arsitek Isidoros dan Anthemius yang merupakan pakar geometri. Geometri sendiri merupakan cabang ilmu matematika yang berkaitan dengan ilmu ukur.
4. Pernah Menjadi Masjid dan Museum
Pada Mei 1453, Sultan Mehmed II berhasil menaklukkan Konstantinopel sehingga Hagia Sophia dialihfungsikan sebagai tempat untuk mengungsi. Kemudian pada Juli 1453, Hagia Sophia diubah menjadi masjid.
Bangunan Hagia Sophia semakin terlihat seperti masjid dengan adanya penambahan menara. Ketika Turki berubah menjadi Republik dari Kekhalifahan pada tahun 1953, Hagia Sophia beralih fungsi menjadi museum dari tahun 1953 sampai 2020, kemudian difungsikan menjadi masjid kembali.
5. Punya Banyak Nama
Setelah mengenal gereja di Istanbul yang bersejarah ini, Anda tentunya sudah tahu jika Hagia Sophia memiliki banyak nama. Dalam bahasa latin, Hagia Sophia disebut Sancta Sapientia atau Sancta Sophia yang memiliki arti bijaksana dan suci.
Karena pernah menjadi katedral untuk sejumlah aliran Kristen, bangunan ini juga dikenal dengan nama Gereja Hagia Sophia. Sementara itu, untuk nama resminya sendiri yaitu Masjid Agung Ayasofya.
6. Jadi Inspirasi Masjid Lainnya
Bagi Anda yang pernah melihat foto-foto beberapa masjid yang ada Istanbul Turki, pasti menemukan banyak kemiripan dengan arsitektur Hagia Sophia.
Arsitektur Bizantium pada bangunan Hagia Sophia memang berhasil menjadi inspirasi bagi sejumlah masjid yang dibangun pada Kekhalifahan Utsmaniyah. Salah satu bangunan masjid yang terinspirasi dari arsitektur Hagia Sophia yaitu Masjid Sultan Ahmed.
Masjid yang dibangun pada tahun 1616 ini juga dikenal dengan nama Blue Mosque atau Masjid Biru dan menjadi salah satu destinasi wisata menarik di Istanbul selain Hagia Sophia. Masjid-masjid lain yang terinspirasi dari Hagia Sophia yaitu Masjid Kilic Ali Pasha, Masjid Sehzade, dan lain-lain.
7. Menjadi Situs Warisan Dunia
Karena perjalanan sejarahnya yang sangat panjang, UNESCO menetapkan Hagia Sophia sebagai salah satu situs warisan dunia pada tahun 1985.
UNESCO menilai bahwa Hagia Sophia merupakan mahakarya bangunan dengan arsitektur unik karena memadukan antara Kekaisaran Bizantium dan Kekaisaran Ottoman.
8. Destinasi Wisata Menarik di Turki
Bangunan yang pernah menjadi gereja, masjid, dan museum ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Maka tidak mengherankan jika banyak wisatawan dunia yang tertarik untuk berkunjung ke Hagia Sophia ketika berlibur ke Turki.
Terbukti pada tahun 2014 lalu, Hagia Sophia menjadi salah satu destinasi wisata di Turki yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan mengenal gereja di Istanbul yang bersejarah, Anda bisa mendapatkan referensi mengenai destinasi wisata menarik di Turki.



