Tahukah kamu bahwa biaya mengurus visa Swiss bisa berbeda-beda tergantung dari peruntukan keberangkatan. Ada tiga jenis alasan keberangkatan ke negara di Eropa tersebut, yaitu pekerjaan, liburan, dan belajar. Jadi, kamu ingin berangkat untuk apa?
Switzerland atau Swiss merupakan salah satu negara tujuan wisata warga Indonesia yang banyak dikunjungi menjelang atau saat musim dingin. Karena pemandangan musim dingin di negara satu ini memang sangat memukau.
Namun, selain wisata Switzerland juga menjadi tujuan pelajar untuk menimba ilmu, banyak juga warga Indonesia yang bepergian ke negara tersebut untuk urusan bisnis. Karena Indonesia dan Switzerland memang menjali kerjasama bilateral dalam berbagai sektor.
Jika kamu berencana pergi ke Switzerland untuk tujuan wisata, bekerja, maupun belajar, harus mengenali dahulu apa saja dokumen yang diperlukan saat mengurus visanya. Selain itu, juga perlu tahu bagaimana cara mengurus serta jenis visanya.
2 Jenis Visa Swiss Tergantung Lama Waktu Tinggal

Negara yang berada di Eropa satu ini merupakan negara yang masuk dalam kawasan Schengen. Kawasan Schengen mencakup 26 negara di Eropa yang mensyaratkan setiap warga negara dari luar negara tersebut datang dengan visa Schengen.
Jika ingin ke Switzerland kamu bisa mengurus dokumen izin kunjung tersebut. Namun, Switzerland sendiri menerapkan 2 jenis dokumen atau surat izin kunjung yang dikeluarkan oleh Pemerintah Swiss untuk pengunjung negaranya. Jadi, ke Swiss pakai visa apa? Kamu bisa mendapatkan jenis dokumen izin kunjung berdasarkan waktu berlakunya, yaitu:
1. Short Stay
Untuk jenis visa satu ini masa berlakunya di bawah 6 bulan. Biasanya diberikan kepada pemohon dengan masa kunjung yang singkat. Sering juga disebut sebagai visa Schengen atau C-Visa dan bisa dipakai untuk kunjungan ke 25 negara lain selain Switzerland.
Sebab jenis dokumen ini berlaku secara global di wilayah Schengen. Penggunaan jenis visa Swiss jangka pendek ini berlaku selama 180 hari, tapi hanya bisa digunakan untuk 90 hari menetap dan maksimal 30 hari per kunjungan.
Maksud hari menetap adalah waktu yang dihabiskan selama berada di Switzerland atau negara lain di wilayah Schengen. Namun, bukan hanya Schengen yang masuk dalam short stay visa, tapi juga 4 jenis berikut:
- Transit Swiss.
- Turis Swiss.
- Bisnis.
- Return.
2. Long Stay
Apabila kamu berniat untuk tinggal dengan masa waktu lebih lama, yaitu di atas 90 hari menetap, maka harus mengaktifkan long stay visa Swiss. Yaitu dokumen izin tinggal dalam waktu lama dikenal dengan sebutan D-Visa atau nasional visa.
Kamu bisa mengajukan permohonan ke kedutaan Switzerland di Indonesia sebelum berangkat. Atau jika ingin memperpanjang masa tinggal ketika sudah berada di Switzerland dapat meminta bantuan kedutaan Indonesia di negara tersebut.
Ada 4 jenis D-Visa, yaitu:
- Pelajar Swiss
- Kerja Swiss.
- Family Reunion.
- Retirement.
Syarat dan Dokumen untuk Mengajukan Visa Swiss Secara Online

Ketika memiliki rencana hendak liburan, bekerja, atau belajar di Switzerland, kamu harus mempersiapkan dokumen-dokumen wajib untuk pengajuan visa. Setidaknya ada 8 jenis berkas harus dilengkapi.
Kamu bisa mengajukan permohonan online ke lembaga terkait dengan masa waktu minimal 3 minggu sebelum keberangkatan. Karena pengurusan dokumen izin ini bisa memakan waktu pengerjaan hingga 15 hari kerja. Untuk lengkapnya ini dia dokumen apa saja yang diperlukan untuk pengajuan visa Switzerland:
- Formulir aplikasi permohonan yang telah diisi.
- Foto terbaru yang diambil tidak lebih dalam jangka waktu 6 bulan dengan ketentuan lebar antara 35-40 mm, kepala dan bahu atas memenuhi 70-80% foto, kualitas HD, mata mengarah kamera, berekspresi natural, dan menggunakan latar abu-abu tua.
- Paspor sah dengan masa aktif setidaknya 3 bulan saat pengajuan.
- Surat pengantar berisi alasan pergi ke Switzerland.
- Itinerary penerbangan dan akomodasi selama tinggal di Switzerland. Untuk mengajukan visa Swiss harus menyertakan bukti tiket pesawat pergi dan pulang, serta rencana kegiatan/akomodasi selama berada di negara tersebut.
- Dokumen sipil berupa KTP, Akta Kelahiran, Buku/Surat Nikah, dan lain sebagainya.
- Bukti pembayaran biaya pembuatan visa.
Jika kamu sudah pernah membuat visa Swiss sebelumnya dan berniat melakukan perpanjangan, maka hanya membutuhkan dokumen-dokumen berikut:
- KTP.
- Paspor.
- Pas foto ukuran 4,5 x 4,5 cm.
- Formulir permohonan perpanjangan yang sudah diisi lengkap.
- Surat keterangan bagi pelajar atau pekerja.
- Surat keterangan sehat.
- Dokumen finansial, bisa rekening koran atau slip gaji 3 bulan terakhir.
- Jadwal penerbangan, akomodasi, dan rencana kegiatan selama di Switzerland.
Prosedur Mengajukan Visa Swiss serta Biayanya

Jika kamu berencana mengurus sendiri visa diri sendiri maupun untuk keluarga atau keperluan kantor/bisnis, maka harus melalui 6 langkah prosedur pengurusan berikut ini:
- Tentukan waktu yang tepat untuk mengurus dokumen izin ini, karena prosesnya cukup panjang. Kamu bisa menghemat waktu dengan mengajukan permohonan online terlebih dahulu.
- Isi form permohonan visa Swiss dengan jenis visa tergantung kebutuhan.
- Buat janji temu via online, dengan mengunjungi laman website imigrasi, kedutaan Swiss atau VFS Global.
- Siapkan semua dokumen persyaratan sesuai daftar yang sudah diberikan pada poin sebelumnya. Siapkan versi cetak dan digitalnya, karena bisa jadi dibutuhkan keduanya.
- Upload dokumen atau bisa langsung datang ke lembaga terkait untuk menyerahkan berkas cetak.
- Lakukan wawancara dan pengambilan data biometric, kemudian lakukan pembayaran biaya. Tinggal tunggu penerbitan visa, notifikasi akan diberikan melalui alamat email yang kamu daftarkan.
Berapa lama urus visa Swiss? Lamanya waktu pengurusan tergantung dengan proses persiapan dokumen, janji temu yang menyesuaikan dengan waktu dipilih pemohon, kemudian waktu penerbitan.
Sedangkan waktu penerbitan mulai dari 1 hingga 15 hari. Jika dihitung waktu mengurus mulai dari pengajuan bisa memakan waktu hingga satu bulan, tergantung kecepatan persiapan juga antrean.
Biaya yang Diperlukan Mengurus Visa
Berapa biaya visa ke Switzerland? Nominalnya bisa berbeda-beda tergantung dengan jenis dokumen izin yang kamu urus. Biaya bisa naik atau turun tergantung kurs rupiah terhadap euro (mata uang Eropa). Untuk rinciannya, bisa lihat yang berikut ini:
- Untuk tujuan liburan, minimal membayar biaya mulai dari Rp1,3 juta.
- Untuk tujuan belajar, minimal membayar biaya mulai dari Rp1 juta.
- Untuk tujuan kerja, minimal membayar biaya mulai dari Rp1,3 juta.
Apabila kamu melakukan pengajuan tidak langsung di kantor imigrasi atau kedutaan alias memilih jasa VFS Global, maka harus membayar biaya tambahan Rp350 ribu per visa. Jadi, jika mengurus untuk 10 orang, biaya tambahannya mencapai Rp3,5 juta.
Dapat disimpulkan untuk besarnya biaya visa Swiss adalah minimal Rp1,3 juta per orang dan bisa lebih besar apabila nilai tukar rupiah terhadap euro turun, atau apabila ada kebijakan perubahan tariff.
Jika ingin mengurus dokumen izin ke Swiss dengan mudah tanpa repot bolak-balik datang langsung ke kantor imigrasi, kamu bisa memanfaatkan jasa tour and travel Insight Tour. Insight Tour melayani berbagai tur perjalanan liburan maupun tamasya rohani ke berbagai negara Eropa.
Layanan tur termasuk pengurusan visa Swiss maupun negara lainnya sehingga memudahkan peserta. Peserta tinggal mengikuti jadwal yang sudah disediakan saja.
Mau liburan aman dan nyaman atau ingin melakukan wisata religi ke situs-situs keagamaan di berbagai belahan dunia, kamu bisa menggunakan layanan dari Insight Tour.
Kamu bisa mengatur liburan sesuai budget dan tidak repot mengurus dokumen perjalanan sendiri. Untuk masalah visa Swiss sudah dibereskan oleh tim Insight Tour.
Untuk info lebih lengkapnya Anda bisa mengunjungi website insighttour.id atau menghubungi kontak WA dibawah ini

Baca juga: Liburan Senang, Private Trips Bareng Pasangan Keliling Eropa



