Benua Eropa masih menjadi salah satu destinasi wisata yang disukai orang Indonesia sehingga visa Eropa menjadi salah satu dokumen perjalanan resmi paling banyak diurus. Biasanya keinginan warga Indonesia mengunjungi Benua Biru meningkat di musim dingin.
Beberapa negara Eropa memang sangat menarik dikunjungi pada akhir tahun ketika musim dingin sudah datang. Nah, jika kamu berniat pergi berwisata ke Benua Biru pada musim dingin, maka harus tahu dahulu apa jenis visa yang tepat untuk diambil.
Bagi wisatawan yang ingin melancong dan bepergian dalam negara seperti Swiss, Finlandia, Yunani, atau berbagai negara lainnya di Benua Biru, maka bisa mengurus visa Schengen. Yaitu dokumen izin perjalanan khusus ke berbagai negara yang berada dalam Schengen Area.
Mau tahu lebih banyak mengenai jenis visa untuk perjalanan ke Eropa dan berapa besar biaya perlu dikeluarkan hingga mendapatkannya? Yuk, simak paparan berikut ini.
Bagaimana Mengajukan Visa Eropa di Indonesia?

Banyak orang yang ingin melakukan perjalanan ke negara-negara destinasi liburan seperti Swiss, Belgia, Yunani, Jerman, Prancis, Italia, dan lainnya, tapi tidak tahu bagaimana cara mengurus visanya.
Kebanyakan menyangkan bahwa pengurusan visa liburan ke Eropa itu sulit dan menghabiskan banyak biaya. Sebenarnya, tidak sesulit itu, apalagi jika sudah punya rencana tinggal selama di negara tujuan pasti lebih mudah proses pengajuan izinnya.
Lalu bagaimana cara Mengajukan Visa Eropa? Kamu bisa melakukan pengajuan di Kedutaan negara tujuan atau melalui agen global yang melayani pengajuan dokumen perjalanan ke negara Benua Biru.
Langkah awal adalah mengunduh formulir dan mengisinya, lalu melengkapi persyaratan dokumen yang salah satunya berisi daftar kegiatan atau rencana kegiatan ketika ada di Eropa, lalu membayar biaya, melakukan wawancara dan menunggu proses selesai.
Pengajuan visa Eropa ini bisa kamu lakukan sendiri atau menggunakan jasa dari tur travel yang disewa. Menggunakan jasa tur travel seperti Insight Tour akan memudahkan pengurusan dokumen sekaligus memastikan perjalanan kamu keliling berbagai negara aman dan nyaman.
Jika ingin mengajukan izin kunjungan, seperti mengunjungi saudara atau teman di sebuah negara dan termasuk Schengen Area kamu juga harus melakukan langkah permohonan seperti visa wisata. Namun, ditambah surat pernyataan dari tuan rumah yang mengundang.
Dokumen yang Dibutuhkan untuk Mengajukan Visa Eropa

Bagi kamu yang ingin mempersiapkan berbagai dokumen untuk membuat visa Schengen, baik berencana liburan dalam waktu dekat atau sekadar persiapan, harus menyediakan beberapa berkas berikut ini:
- Formulir permohonan visa. Kamu bisa mengunduhnya di website Kedutaan negara tujuan atau datang langsung ke kedutaan untuk meminta formulir. Isi formulir dengan data lengkap dan jujur.
- Paspor yang masih berlaku, minimal memiliki masa berlaku 3 bulan.
- Pas foto terbaru dengan latar abu-abu terang berukuran 3,5×4,5 cm.
- Bukti tiket pesawat keberangkatan dan pulang.
- Bukti pemesanan hotel serta akomodasi selama tinggal di negara tujuan. Bisa diganti dengan surat pernyataan dari tuan rumah (jika mendapat undangan tinggal) yang menyatakan memberi akomodasi serta menjamin biaya hidup selama kunjungan.
- Rekening koran selama 3 bulan terakhir (dapat digantikan dengan surat pernyataan oleh tuan rumah yang mengundang berisi pernyataan bersedia menanggung biaya hidup selama tinggal di negara tujuan)
- Menyertakan polis asuransi selama perjalanan sebelum mengajukan visa Eropa.
- Surat sponsor (opsional, tergantung tujuan perjalanan).
Jadi, jika ingin berangkat liburan atau urusan bisnis ke benua biru harus memiliki jadwal kegiatan dan menyertakan tiket pulang pergi. Jika keduanya tidak terpenuhi, kamu tidak bisa melakukan pengajuan.
Cara Bikin Itinerary Perjalanan untuk Pengajuan Visa Eropa

Salah satu hal penting adalah membuat itinerary perjalanan selama di Eropa ketika hendak mengajukan visa. Itinerary adalah daftar rencana kegiatan beserta biaya yang dibutuhkan selama perjalanan ke destinasi wisata tujuan.
Mulai dari keberangkatan hingga pulang, semua harus dibuat rencananya agar liburan atau perjalanan bisnis menjadi lebih mudah dan menyenangkan untuk dinikmati. Pembuatan itinerary dibutuhkan untuk pembuatan jenis visa ke negara benua biru maupun benua lainnya.
Untuk visa jenis apa untuk ke Eropa? Yaitu jenis Schengen yang memiliki masa berlaku 180 hari dengan 90 hari menetap. Sebagai contoh ini adalah itinerary yang dibuat untuk perjalanan bersama Insight Tour selama 12 hari:
- Hari 1 perjalanan Jakarta – Roma, berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta untuk keberangkatan menuju Roma, Italia, bermalam di pesawat dan tiba keesokan harinya.
- Hari 2 tiba di Roma, mengunjungi ST Peter Basilica dan mengunjungi Trevi Fountain, The Spanish Step, Colloseum dan Roman Forum. Makan malam serta menginap di Holiday Inn Rome Eur Parco Dei Medici atau hotel setaraf.
- Hari 3 berangkat dari Roma ke Naples/Napoli, mengunjungi Piazza Garibaldi, Via Foria, dan beberapa tempat lain untuk merasakan suasana Italia zaman dulu. Menginap di Central Hotel Sorrento atau setaraf.
- Hari 4 berangkat dari Sorrento ke Capri dan kembali ke Sorreto. Masih menginap di tempat yang sama
- Hari 5 melakukan perjalanan dari Sorreti ke Positano, Amalfi, Ravello, dan kembali ke Sorreto. Masih menginap di hotel yang sama.
- Hari 6 perjalanan dari Sorreto ke Paliburo kemudian ke Solerno. Menginap di Novotel Arechi atau setaraf.
- Hari 7 Perjalanan dari Salerno ke Matera, Adrian, dan tiba di Bari. Menginap di barion Hotel Congressi atau setaraf.
- Hari 8 perjalanan dari Bari ke Lanciano dan tiba di Perugia. Menginap di Sangallo Palace atau setaraf.
- Hari 9 perjalanan dari Perugia ke San Marino dan Bologna. Menginap di Ramada Encore Fieraor atau setaraf.
- Hari 10 perjalanan dari Bologna ke Marenello dan Milan. Menginap di Ibis Milano Ca Granda atau setaraf.
- Hari 11 perjalanan dari Milan ke Serravalle dan kembali ke Milan. Masih menginap di hotel yang sama.
- Hari 12 perjalanan dari Milan ke Doha dan kembali ke Jakarta.
Dengan visa Eropa kamu bisa melakukan kunjungan ke berbagai negara sekaligus, tapi harus menyertakan rincian atau itinerary selama perjalanan. Jika menggunakan tur dari Insight Tour tidak perlu membuat sendiri, karena sudah disiapkan.
Proses Wawancara dan Pembayaran Biaya Pembuatan Visa di Kedutaan atau VFS Global
Untuk mengajukan visa, kamu juga harus melakukan satu proses yaitu wawancara. Kegiatan ini dilakukan setelah berkas persyaratan diajukan ke kedutaan atau VFS Global. Pihak kedutaan atau VFS Global akan menghubungi untuk proses wawancara.
Bagi yang menggunakan jasa travel juga harus melewati proses ini. Kamu hanya perlu datang di waktu yang ditentukan untuk melakukan wawancara singkat dan melakukan pengambilan foto serta sidik jari.
Setelahnya, bisa lanjutkan ke proses pembayaran. Berapa biaya visa ke Eropa? Biaya adalah sekitar Rp1 juta hingga Rp1,2 juta untuk dewasa di atas 12 tahun. Bagi anak-anak dengan usia 6 hingga 12 tahun biayanya sekitar Rp600 ribu.
Biaya pembuatan visa bisa naik atau turun tergantung kurs rupiah terhadap uero. Dalam mata uang uero biayanya adalah 80,00 euro untuk dewasa dan 40,00 euro untuk anak-anak.
Selain biaya yang dibayarkan ke kedutaan, kamu mungkin harus mengeluarkan berbagai biaya lainnya. Seperti biaya transport dan lain sebagainya. Jadi, sediakan saja setidaknya Rp1 juta sebagai dana darurat untuk proses pembuatan visa tersebut.
Sebenarnya, jika kamu ingin mengajukan dokumen persyaratan untuk liburan di benua biru tidak terlalu sulit. Hanya saja, memang harus menyertakan itinerary yang jelas dan membayar sesuai ketentuan.
Mau melakukan perjalanan tanpa repot urus berbagai macam dokumen keberangkatan dan pasti nyaman serta menyenangkan? Kamu bisa gunakan Insight Tour, kami menawarkan perjalanan 12 hari di Eropa dengan akomodasi terbaik.
Kamu juga tidak perlu repot mengajukan visa Eropa sendiri, tinggal membayar biaya pengurusan sesuai tariff dari travel dan bisa melakukan perjalanan terbaik.
Untuk info lebih lengkapnya Anda bisa mengunjungi website insighttour.id atau menghubungi kontak WA dibawah ini

Baca juga : Cara Mendapatkan Visa Eropa Terbaru



