Petra merupakan suatu situs arkeologikal yang berlokasi di Ma’an, Yordania. Tempat yang satu ini terkenal luas dengan arsitektur bangunan yang dipahat di bebatuan, sistem pengairan yang bagus, dan sejarah Kota Petra Yordania menurut Alkitab.
Diperkirakan, situs arkeologikal ini telah dibangun sejak tahun 312 SM. Sejak saat itu, Petra telah menjadi ibu kota Nabath. Saat ini, Petra berhasil menjadi symbol Yordania serta tempat yang dikunjungi oleh banyak turis dari seluruh dunia. Banyak wisatawan Nasrani yang juga berkunjung ke Petra.
Penemuan dan Sejarah Kota Petra Yordania Menurut Alkitab
Lokasi Petra ada di dataran rendah yang berada di antara gunung-gunung. Penemuan pertama situs ini terjadi pada tahun 1812. Seorang pengelana dari Swiss yang bernama Johann Ludwig Burckhardt untuk pertama kalinya menemukan situs Petra. Selanjutnya, inilah sejarah panjang Petra di Yordania.
1. Arti nama kota Petra
Petra dikenal sebagai kota yang eksotis karena arsitekturnya yang megah di bebatuan yang menjulang tinggi. Dalam bahasa Yunani, kata pe’tra sendiri berarti sebuah bukit batu. Nama ini sangat cocok diberikan pada kota Petra yang bangunan-bangunannya terbuat dari berbagai bebatuan cantik.
Petra merupakan ibukota dari Nabath. Para penghuni kota ini dikenal dengan sebutan orang Nabatea. Bisa jadi, mereka adalah keturunan dari Nebayot yang disinggung dalam buku Kejadian di Alkitab. Yang unik dari kota ini adalah Petra tidak berlokasi dekat dengan sungai.
Biasanya, kota kuno selalu berada di tepi sungai yang penting sehingga air yang limpah bisa melindungi dan menunjang kehidupan di kota itu. Tapi Petra justru terkenal karena kekurangan air.
2. Perdagangan di Petra kuno
Petra kuno berlokasi di persimpangan dua rute perdagangan yang sangat penting. Rute yang pertama menghubungkan Damaskus dengan Laut Merah sedangkan rute yang kedua menghubungkan Gaza yang berlokasi di tepi Laut Tengah dengan Teluk Persia.
Rombongan dari Teluk biasanya mengangkut barang berharga seperti rempah-rempah. Mereka harus menghadapi ganasnya Gurun Arab dalam waktu berminggu-minggu sampai tiba di Siq, sebuah ngarai yang sejuk tapi sempit dan sekaligus jalan masuk ke Petra.
Di Petra inilah banyak orang bisa menginap, mendapatkan makanan, dan tentunya memperoleh air yang sejuk dan segar.
3. Kota yang kaya karena perdagangan
Petra kuno merupakan tempat persinggahan yang sangat penting. Para pedagang yang lelah bisa beristirahat segera setelah memasuki kota yang indah dan cantik ini. Tapi tentu saja akomodasi dan berbagai layanan yang tersedia tidak bisa diperoleh secara gratis.
Para pedagang yang akan masuk ke dalam kota dan singgah di dalamnya wajib menyerahkan hadiah pada penjaga gerbang, para prajurit, pelayan raja, dan imam. Hadiah ini belum termasuk biaya yang harus dibayarkan untuk penginapan dan makanan binatang.
Banyak pedagang ingin menjual wewangian dan rempah-rempah dengan harga mahal di daerah Eropa. Sehingga mereka tidak ragu untuk singgah di Petra dan memperkaya kota batu ini.
4. Sistem pengairan unik di Petra
Keunikan Petra terdapat di sistem pengairannya. Curah hujan Petra setiap tahunnya hanya sekitar 15 cm saja. Kota yang megah ini juga tidak mempunyai sungai sama sekali. Meskipun begitu, para penduduk Petra tetap bisa mendapatkan air yang menunjang kehidupan di seluruh penjuru kota.
Warga Petra mendapatkan air dengan cara memahat waduk, kanal, serta kolam di batu cadas. Pada waktunya, air hujan yang jatuh ke atas kota Petra akan dikumpulkan serta dilestarikan. Berkat keahlian mengelola pengairan ini, warga Petra bisa menanam palawija serta beternak unta.
Selain itu, Petra juga bisa mendirikan pusat bisnis yang menguntungkan dari para pedagang mur dan kemenyan.
5. Para ahli pahat terbaik di dunia
Orang Nabatea merupakan pemahat yang sangat berbakat. Sejarah Kota Petra Yordania menurut Alkitab menunjukkan bahwa orang Nabatea memang tinggal di kota yang terbuat dari bebatuan, tidak seperti berbagai kota lainnya yang ada di zaman Romawi.
Penduduk Nabatea dengan tekun menciptakan makam, rumah, serta kuil dengan cara memahat bebatuan cadas. Pegunungan batu yang berwarna merah sangat cocok untuk dipahat dan digunakan untuk membangun berbagai bangunan yang mewah dan menarik.
Pada abad pertama Masehi, Petra yang sangat terkenal sudah berdiri dengan megah dan kokoh di tengah gurun yang ganas.
6. Kemakmuran Petra di masa lalu
Sekitar dua ribu tahun yang lalu, Petra berhasil menjadi kota yang makmur berkat perdagangan. Tapi ketika Roma menemukan sebuah rute lewat laut yang mengarah ke timur, perdagangan rempah melalui jalan darat pun mengalami kebangkrutan. Perlahan-lahan, Petra mulai ditinggalkan.
Meskipun begitu, karya seni yang telah dihasilkan oleh para pemahat batu Petra tidak lenyap begitu saja. Petra yang tadinya terkenal karena perdagangannya beralih profesi menjadi kota wisata. Hingga sekarang, ada setengah juta pengunjung yang datang ke Yordania setiap tahunnya.
Para wisatawan tersebut ingin melihat kota Petra dengan bangunan-bangunan berwarna merah mawar yang berdiri secara alami. Seluruh bangunan tersebut adalah saksi bisu kejayaan Petra di masa lalu.
7. Ruang rahasia di balik ngarai Siq
Setelah wisatawan berjalan menyusuri ngarai Siq yang selalu sejuk tapi berliku-liku, para wisatawan akan segera menemukan Ruang Perbendaharaan. Ruangan ini berada kurang lebih satu kilometer dari ngarai Siq dan tersembunyi di belakang dinding ngarai.
Ruang perbendaharaan merupakan struktur yang sangat mengesankan. Bagian depannya dipahat di sebuah tebing pejal. Ruangan ini merupakan salah satu arsitektur abad pertama yang sangat awet dan terlalu mengesankan sampai-sampai tidak bisa dilupakan begitu saja.
Bangunan ini disebut sebagai Ruang Perbendaharaan karena di bagian puncaknya ada sebuah tempayan batu berukuran besar yang dipercaya menyimpan berbagai batu mulia seperti emas.
8. Pemakaman kuno yang penuh sejarah
Ngarai yang melebar mengarahkan para pengunjung ke amfiteater alami berukuran sangat besar. Ngarai ini dibatasi oleh tembok yang terbuat dari batu pasir dan dikelilingi oleh gua dalam jumlah banyak. Yang paling menarik dari bagian ini adalah berbagai makamnya.
Makam-makam tersebut dipahat di tebing dan menjulang tinggi sehingga membuat para wisatawan yang masuk merasa seperti kurcaci kecil. Bagian teater dan serambinya adalah saksi bisu yang telah menyaksikan kehadiran orang Roma di Petra selama abad pertama hingga kedua Masehi.
Nikmati Perjalanan Menarik dan Petra Yordania
Petra termasuk salah satu kota yang disebutkan dalam Alkitab. Kota ini berkaitan dengan berbagai kota lain yang sangat bersejarah dan menyimpan nilai rohani. Wisatawan Nasrani perlu mempertimbangkan untuk berkunjung ke kota yang megah dan indah ini.
Jika Anda berencana untuk berkunjung ke Petra setelah memahami sejarah Kota Petra Yordania menurut Alkitab, pastikan untuk menghubungi Insight Tour melalui WhatsApp atau situs web resmi di insighttour.id.
Dapatkan informasi lengkap mengenai paket wisata ke Holyland selama 11 hari. Paket wisata ini akan membawa Anda menjelajahi Betlehem, Yerusalem, Mesir, dan tentunya Petra yang sangat megah.



