Sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab memiliki catatan yang cukup panjang dan dituliskan dalam banyak ayat. Bukit Golgota dikenal sebagai tempat di mana Yesus disalibkan sehingga menjadi tempat yang sangat spiritual bagi penganut agama Kristen.
Berlokasi di kota tertua dunia, yakni Yerusalem, membuat sejarah Bukit Golgota menjadi sangat panjang dan penting bagi peradaban manusia. Bahkan bukan hanya bagi penganut agama Kristen, melainkan seluruh umat di dunia.
Sebab lokasinya berada di negara atau kota yang memiliki pengaruh besar bagi tiga agama, yakni Kristen, Islam, dan Yahudi. Setiap agama tersebut memiliki kisah tersendiri mengenai Yerusalem.
Khusus bagi penganut Kristen, sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab mengenai penyaliban Yesus dan kebangkitan kembali. Oleh sebab itu, sangat wajar apabila tempat ini selalu dikunjungi oleh peziarah sepanjang tahun.
Nah, bagi kamu yang penasaran mengenai kisah Bukit Golgota dalam kitab Injil, kali ini kami punya informasi mengenai hal tersebut. Perhatikan uraian mengenai sejarah Golgota atau calvary di bawah ini.
Mengetahui Asal Nama Golgota

Sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab sangat panjang dan dimulai dari berabad-abad lalu. Bahkan kisahnya tetap akan ditulis dalam sejarah, karena keberadaannya memegang peranan penting bagi umat kristiani dan dunia.
Dalam Alkitab pada ayat Matius 27:33, Markus 15:22, dan Lukas 23:33, dituliskan mengenai Golgota yang menjadi lokasi penyaliban Yesus. Kata Golgota sendiri merupakan transkripsi dalam bahasa Yunani dari kata Aram Gugalta yang memiliki arti tengkorak.
Nama ini mengacu pada bentuk tempat yang mirip tengkorak sehingga dinamai demikian. Dalam Alkitab diterjemahkan menggunakan istilah dengan arti tempat tengkorak atau place of the skul (Inggris), Calvariae Locus (Latin).
Sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab memiliki penjelasan alternative untuk nama ini. Mulanya diusulkan untuk disebut dengan Gol Goatha atau bukit penghukuman. Akan tetapi, kemudian nama yang digunakan adalah Golgota.
Penggunaan nama tersebut memang sesuai dengan fungsi lokasi yang dahulunya merupakan lokasi pelaksanaan penghukuman umum. Sehingga banyak tengkorak ditinggalkan dan dapat ditemukan di sana.
Jadi, nama Golgota mengacu pada tengkorak dan tulang-tulang yang dikuburkan di lokasi tersebut. Tengkorak-tengkorak tersebut merupakan milik para manusia yang mendapatkan penghukuman umum dengan berbagai alasan.
Yesus juga menerima hukuman penyaliban sehingga berada di lokasi tersebut. Hal ini dituliskan dalam Injil Lukas: “… mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu”
Mengetahui Lokasi dari Bukit Golgota
Dalam sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab digambarkan bahwa lokasi ini berada di dekat kota Yerusalem. Sejak abad ke-6 tempat ini memang dipakai sebagai nama sebuah gunung, kemudian pada tahun 333 dikatakan sebagai bukit kecil.
Namun, sebagai lokasi penghukuman dikatakan bahwa keberadaan bukit ini di luar kota Yerusalem atau berada di luar tembok kota. Hal ini sesuai dengan penemuan enam kuburan abad pertama yang berada di sekitar Gereja Makam Kudus.
Perkiraan asal tahunnya didasari oleh perbedaan corak kokoh pada kuburan yang mencerminkan corak abad pertama atau kedua. Kemudian pada zaman Kekaisaran Romawi Hadrian, lokasi tersebut ditimbun demi perluasan kota.
Didirikan pasar Aelia Capitolina setelah perluasan kota di wilayah tersebut. Kemudian pada zaman Kaisar Konstanting tempat tersebut digali kembali dan dibangunlah Gereja Makam Kudus di atasnya.
Menurut sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab tercatat ada dua lokasi berbeda untuk golgata. Akan tetapi, hingga saat ini lokasi yang dipercaya sebagai tempat penyaliban Yesus adalah di mana Gereja Makam Kudus berada saat ini.
Gereja tersebut merupakan salah satu gereja yang tidak pernah sepi pengunjung. Terutama pada saat Jumat Agung dan Minggu Agung Pascah, gereja akan dibanjiri peziarah Kristiani dari berbagai wilayah di dunia.
Jemaat Gereja Belum Mengenal Kata Calvary
Sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab menyebutkan bahwa sebelumnya jemaat gereja tidak mengenal kata calvary. Kata ini muncul setelah Jerome (345-420) menerjemahkan Alkitab ke bahasa Latin pada abad ke-4 Masehi.
Kemudian Gereja Ritus Latin naik daun di kalangan Kristen sehingga kata calvary mulai banyak digunakan oleh umat Kristen. Calvary kemudian banyak digunakan sebagai ganti kata golgota, meskipun masih banyak umat merasa kata golgota lebih mewakili peristiwa bersejarah itu.
Calvary digunakan untuk penyebutan lain, terutama oleh para jemaat Gereja Ritus Latin. Jadi, penggunaan kata ini diakui dan boleh dipergunakan untuk menyebut tempat maupun peristiwa penyaliban Yesus.
Dalam sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab tidak pernah dijelaskan secara pasti mana penyebutan yang benar. Terutama karena Alkitab diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa sehingga penyebutan bisa tergantung dari ritus gereja masing-masing.
Dua Lokasi yang Diduga Lokasi Yesus Disalibkan

Dalam kitab Injil sebenarnya tidak dituliskan secara spesifik di mana lokasi keberadaan Golgota. Hanya diberikan petunjuk saja mengani lokasi kejadian tersebut. Ada 3 petunjuk mengenai hal ini, yaitu:
- Tempat itu disebutkan berada di luar tembok kota Yerusalem (Ibrani 13:13, Yohanes 19:20).
- Tempat itu dekat dengan jalanan umum (Markus 15:29).
- Tempat itu dekat dengan suatu taman/makam Yesus (Yohanes 19:41-42).
Dari sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab yang tercatat di beberapa ayat tersebut membuat terjadi spekulasi mengenai lokasi sebenarnya Yesus disalibkan. Ada dua spekulasi besar mengenai hal tersebut, yaitu:
1. Gereja Kuburan Kudus
Suatu tempat yang di atasnya telah dibangun sebuah gereja, yaitu Gereja Kuburan Kudus. Letaknya di sebelah utara Kota Lama Yerusalem, tapi masih ada di dalam bagian kota sebelum terjadi perluasan.
Lokasi ini kurang sesuai dengan catatan dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Golgota terletak di luar kota. Oleh sebab itu, muncul keraguan mengenai lokasi sebenarnya.
Meskipun demikian, masih banyak Gereja Ritus yang mengakui kebenaran tersebut. Karena kepercayaan atas lokasi di mana makam dan peristiwa Yesus disalibkan sudah ada sejak abad ke-4.
2. Calvary Gordon
Lokasi berikutnya yang dianggap sesuai dengan sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab dicetuskan oleh seorang Jenderal Inggris di tahun 1885 bernama Charles Gordon.
Charles Gordon menyebutkan lokasi berada lebih ke utara dari Gereja Kuburan Kudus sehingga keberadaannya pasti berada di luar tembok utara dan dekat dengan Gerbang Damsyik.
Lokasi tersebut memang lebih mendekati kebenaran, karena menyerupai tengkorak dan terdapat juga kuburan, taman, atau kebun di sana. Acuannya adalah Alkitab dalam Mazmur 22:8, Mazmur 69:12, dan Mazmur 109:25, serta Yohanes 19:20.
Mengacu pada ayat-ayat tersebut membuat umat Kristen Protestan percaya bahwa tempat yang menjadi makam dan lokasi di mana penyaliban dilakukan berada di lokasi lain, yaitu lokasi bernama Tomb Garden.
Meskipun masih terjadi keraguan mengenai lokasi sebenarnya, umat Kristen menghargai kedua tempat tersebut dan menganggapnya sebagai lokasi suci atau Holyland. Di mana para peziarah akan datang ke kedua tempat tersebut apabila bertandang ke Yerusalem.
Ketahui Sejarah Berdasarkan Kitab Injil

Dalam sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab menyebutkan perjalanan Sang Juru Selamat ketika disalibkan dan dikuburkan sebagai penebusan dosa umatnya. Melalui darah sang Yesus sendiri semua dosa umat Kristen ditebus dan dijadikan suci kembali.
Oleh sebab itu, penamaan Golgota dari kata yang memiliki arti tengkorak memang sangat sesuai dengan sejarah masa lampau lokasi tersebut. Sebab di lokasi tersebut pengorbanan Yesus dilakukan dan juga merupakan tempat pelaksanaan hukuman mati dan dikuburkan.
Dalam Injil Yohanes disebutkan, “Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat bernama Tempat Tengkorak”. Ini memperkuat bahwa Yesus sang juru selamat benar dimakamkan di Bukit Golgita.
Sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab juga dicatat dalam semua kita Injil perjanjian baru lainnya, seperti dalam Injil Matius, “Maka Sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak”.
Adanya ayat-ayat yang menguatkan ini, membuat kepercayaan umat Kristiani akan lokasi makam setelah Yesus disalibkan adalah di Golgota. Meskipun tidak benar-benar dikatakan secara spesifik di mana lokasi tersebut.
Akan tetapi, adanya perbedaan keterangan tersebut memiliki sebuah benang merah bahwa Yesus sang juru selamat memang benar mendapatkan hukuman salib di lokasi bernama Tempat Tengkorak dan meninggal di sana sebagai penebusan dosa kaum Kristiani.
Sejarah Bukit Golgota Era Romawi
Dalam catatan selain sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab juga dituliskan mengenai peristiwa calvary. Yaitu dalam bukti sejarah kekaisaran Romawi. Dalam catatan sejarah ini ditemukan bahwa Kekaisaran Romawi pernah menguasai Yerusalem.
Tepatnya saat Kaisar Hadrian berkuasa, pada tahun 135 sang kaisar membangun Kuil Dewi Yupiter di atas Bukit Golgota dan altar bagi Dewi Venus di atas makam Yesus dikuburkan. Di kedua lokasi tersebut sengaja dibangun kuil dan altar agar kepercayaan umat memudar.
Akan tetapi, hal tersebut tidak bertahan lama, sebab pada masa Kaisar Konstantinus Agung, yang merupakan koloni Kerajaan Romawi di Konstantin, agama Kristem menjadi agama dominan di kekaisaran Romawi.
Meskipun tidak tercatat dalam sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab, dalam sejarah Romawi dituliskan bahwa Konstantin membangun sebuah basilika yang menghubungkan tiga tempat kudus, yaitu makam Yesus, Golgota, dan gua di mana salib Kristus ditemukan.
Selang dua tahun kemudian, ibu dari Kaisar Konstantin bernama St. Helena melakukan perjalanan ke Yerusalem berdasarkan wahyu yang diterimanya. St. Helena mendapatkan wahyu untuk membersihkan daerah kubur Yesus.
Perjalanan St. Helena dipersulit oleh orang-orang Yahudi yang menyembunyikan salib kristus di dalam sebuah sumur. Meski demikian, pada akhirnya St. Helena menemukan 3 salib tersebut dengan salah satunya terdapat naskah bertuliskan INRI.
Kemudian, St. Helena dan Konstantinus membangun balisika megah yang sekarang dikenal sebagai Gereja Holy Sepulchre. Pada masa itu, kaum Yahudi juga dilarang memasukan bagian wilayah Yerusalem.
Walaupun bangunan megah tersebut pada akhirnya terus mengalami kehancuran karena perang perebutan Holyland yang terjadi terus menerus dan berlarut-larut. Hingga akhirnya Gereja Holy Sepulchre harus terus mengalami renovasi dari waktu ke waktu.
Perebutan Kekuasaan Atas Yerusalem
Dalam sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab disebutkan bahwa Yerusalem merupakan Holyland bagi para umat Kristen. Namun, pada hakikatnya kota tertua tersebut bukan hanya bersejarah bagi para Kristiani saja.
Agama lainnya seperti Islam dan Yahudi juga menganggap lokasi tersebut merupakan situs bersejarah. Pada masanya, kota Yerusalem diperebutkan oleh banyak pihak karena masing-masing pihak menganggap lokasi tersebut merupakan tempat suci agama mereka.
Apabila kamu berkesempatan bertandang ke lokasi Gereja Holy Sepulchre, maka akan melihat bahwa gereja tersebut seringkali mengalami renovasi. Sebab pada masa perang gereja tersebut sering dihancurkan dan terus diperbaiki oleh pemimpin Kristen yang berkuasa.
Dalam sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab tercatat mengenai perang salib, yaitu perang puncak perebutan kota Yerusalem antara umat Kristiani dan muslim. Pada masa itu, sekitar abad ke-11, Pemerintah Muslim menguasai Yerusalem sehingga menyulut perang besar.
Umat Kristen ingin menguasai kembali kota Yerusalem karena kota suci tersebut penting dan suci bagi mereka. Di lain sisi umat Muslim menganggap Yerusalem sebagai Al-quds, tempat suci di mana Nabi Muhammad naik ke surga.
Di lain pihak kaum Yahudi juga menginginkan kekuasaan atas Yerusalem karena merupakan tanah yang dijanjikan kepada mereka. Sehingga ketiga pihak ini bertikai hebat untuk mendapatkan posisi sebagai penguasa Yerusalem.
Kekuasaan atas Yerusalem yang terus berganti membuat Bukit Golgota di mana Gereja Holy Sepulchre dibangun sering kali mengalami kerusakan bahkan hingga parah. Selain itu, kepemilikan juga dibagi atas komunitas Kristiani berbeda.
Komunitas Yunani Ortodoks, Armenian, Fransiskan dari Gereja Katolik, Ethiophian, Koptik, dan Syrian Jacobites, merupakan komunitas Kristiani yang memilki Gereja Holy Sepulchre.
Keenam komunitas tersebut kemudian sepakat untuk melakukan renovasi ulang bersama di tahun 195 dan hingga kini masih menjadi pemilik gereja tersebut. Meski demikian, perebutan kekuasaan atas kota suci masih terjadi dan tidak pernah usai.
Keraguan Sejarah Bukit Golgota oleh Gereja Protestan
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa ada keraguan yang muncul mengenai lokasi sebenarnya makam dan tempat Yesus disalibkan. Sejak abad ke-4 orang-orang percaya bahwa lokasinya di bukit Golgota.
Namun, pada abad ke-19, munculnya Charles Gordon dengan pernyataannya mengenai lokasi lain dari Golgota membuat keraguan muncul. Charles George Gordon sendiri merupakan tokoh Protestan dari Inggris yang tiba di Yerusalem tahun 1882.
Dalam sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab ritus Protestan tercatat bahwa lokasi penyaliban dan kuburan Yesus berada di utara Kota Tua Yerusalem. Kini tempat tersebut dikenal dengan nama Garden Tombs.
Keraguan yang dikemukakan oleh tokoh Protestan tersebut membuat terjadinya perpecahan dalam komunitas Protestan dan Katolik hingga saat ini. Kedua ritus atau penganus gereja memiliki pemahaman dan kepercayaan berbeda mengenai lokasi golgota.
Kedua pendapat mengambil dasar dari Alkitab sehingga tidak bisa ditentukan mana pendapat yang salah dan benar. Terutama karena tidak ada lokasi spesifik yang ditunjuk oleh ayat-ayat dalam Kitab Injil.
Oleh sebab itu, menilik dari sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab umat Kristen menganggap bahwa kedua lokasi merupakan situs suci yang harus dijaga kelestariannya. Hingga saat ini, peziarah selalu datang ke Holyland untuk mendatangi Bukit Golgota maupun Garden Tomb.
Perjalanan Holyland ke Temapat Suci Yesus
Kamu juga tertarik untuk datang dan berziarah di lokasi-lokasi suci tersebut? Bertandang ke Holyland merupakan perjalanan spiritual untuk mengenal lebih dekat agama dan meningkatkan kepercayaan kepada Tuhan Yesus.
Perjalanan kamu bisa sangat menyenangkan dan nyaman apabila dipandu oleh biro perjalanan Holyland berpengalaman. Kami menawarkan jasa untuk mengenal sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab melalui perjalanan ke situs-situs spiritual Holyland.
Kami adalah Insight Tour, sebuah biro perjalanan terpercaya yang akan memandu kamu menikmati perjalanan spiritual khusyuk sehingga pengalaman perjalanan kamu menjadi sangat berharga.
Silakan kunjungi laman website kami di insighttour.id untuk melihat paket perjalanan apa saja yang ditawarkan. Kami menawarkan perjalanan ke berbagai lokasi Holyland, seperti Yerusalem, Cairo, Bethlehem, Tiberias, Nazareth, dan Amman.
Hubungi WA 0811857989 untuk informasi lebih lanjut. Bersama kami Insight Tour, perjalanan kamu mengetahui sejarah Bukit Golgota menurut Alkitab akan terasa menyenangkan, aman, dan menjadi perjalanan tidak terlupakan.



