Sekarang, Israel dikenal sebagai nama negara. Di masa lalu, Israel merupakan suatu bangsa yang istimewa dan khusus, bangsa yang dipilih langsung oleh Allah. Memahami sejarah berdirinya bangsa Israel menurut Alkitab merupakan hal yang wajib dilakukan oleh umat Nasrani.
Dengan mengetahui sejarah Israel, Anda akan lebih mengerti seberapa istimewa bangsa pilihan ini. Sebaiknya pelajari sejarah Israel sebelum memesan paket wisata ke Holyland sehingga Anda bisa lebih menikmati perjalanan wisata rohani ke tanah suci.
Sejarah Berdirinya Bangsa Israel Menurut Alkitab
Tidak ada acara yang jauh lebih baik untuk memahami sejarah lahirnya Israel selain membaca langsung dari sumbernya, yaitu Alkitab. Tapi hal ini mengharuskan pembaca untuk meneliti dengan seksama berbagai perincian yang ada. Pelajari garis besarnya melalui beberapa poin berikut ini.
1. Janji Allah pada Abraham
Alkitab mencatat berbagai janji yang Allah ungkapkan pada umat manusia. Salah satu janji yang sangat terkenal adalah janji Allah pada Abraham yang mengatakan bahwa seluruh keturunan Abraham akan memenuhi bumi dan menjadi suatu bangsa yang besar. Janji ini digenapi saat Sara hamil.
Sebelum Sara hamil, Abraham sudah mempunyai anak bernama Ismael. Tapi janji Allah tentang bangsa yang besar digenapi melalui Ishak, anak kandung yang dilahirkan oleh Sara di usia tuanya. Setelah Ishak bertumbuh, Allah menguji iman Abraham dengan menyuruhnya mengorbankan Ishak.
Iman Abraham terbukti kuat karena ia tanpa ragu-ragu akan mengorbankan Ishak kepada Allah. Tapi Allah mencegah Abraham mengorbankan putranya.
2. Ishak melahirkan putra kembar
Setelah dewasa, Abraham mencarikan seorang istri untuk Ishak, yaitu Ribka. Ishak dan Ribka melahirkan sepasang anak kembar berjenis kelamin laki-laki. Esau yang sulung dan Yakub yang bungsu.
Ketika berumur kurang lebih 97 tahun, Yakub yang akan menemui Esau menyeberangi Wadi Yabok. Dalam perjalanan, Yakub bertemu dan bergumul dengan malaikat. Kegigihan yang ditunjukkannya membuat Yakub mendapatkan berkat dari Allah yang ditandai dengan diberikannya nama baru.
Allah memberikan nama lain kepada Yakub, yaitu Israel. Penggantian nama Yakub diteguhkan di suatu tempat yang bernama Betel.
3. Yakub mempunyai banyak anak
Yakub atau Israel menikah dengan dua wanita yang bernama Lea dan Rakhel. Dari dua istrinya dan dua pelayan wanita mereka, Yakub mempunyai 12 orang anak laki-laki. Para putra Yakub dari Lea adalah Ruben, Simeon, Lewi serta Yehuda.
Karena Rakhel mandul, ia memberikan Bilha (hamba perempuannya) kepada Yakub sehingga melahirkan Dan serta Naftali. Lea yang belum hamil lagi juga memberikan Zilpa (hamba perempuannya) kepada Yakub sehingga melahirkan Gad serta Asyer.
Kemudian Lea melahirkan Isakhar dan Zebulon. Akhirnya, Rakhel pun hamil dan memberikan dua putra untuk Yakub, yaitu Yusuf dan Benyamin.
4. Putra-putra Israel
Keduabelas putra Yakub kemudian dikenal sebagai warga Israel, umat Israel, orang-orang Israel, atau keturunan Israel. Pada tahun 1728 Sebelum Masehi, seluruh keluarga Yakub pindah ke Mesir dan tinggal di negara tersebut selama kurang lebih 215 tahun karena adanya bala kelaparan.
Ada 70 keturunan Israel atau Yakub yang pindah ke Mesir, belum termasuk istri para putra Yakub. Selama tinggal di Mesir, keturunan Israel menjadi suatu kumpulan budak dengan jumlah yang sangat besar. Jumlah mereka bisa mencapai dua hingga tiga juta orang, bahkan lebih.
Sejarah berdirinya bangsa Israel menurut Alkitab berlanjut setelah bangsa yang besar ini menjadi budak selama 400 tahun di negeri orang.
5. Pembebasan dari Mesir
Di akhir 400 tahun perbudakan di Mesir, tepatnya pada tahun 1513 Sebelum Masehi, Allah akhirnya menggunakan Musa untuk memimpin Israel keluar dari Mesir. Selain keturunan Yakub, ada orang-orang dari berbagai bangsa lain yang tertarik untuk ikut keluar dari Mesir dan memihak pada Israel.
Tiga bulan setelah Israel meninggalkan Mesir, Israel resmi menjadi suatu bangsa yang merdeka. Hal ini ditetapkan dengan diresmikannya perjanjian Hukum di Gunung Sinai dan diserahkannya sepuluh perintah kepada Musa. Selain sepuluh perintah, Allah juga memberikan 600 peraturan lain.
Seluruh peraturan, hukum, dan ketetapan tersebut menjadi satu perangkat hukum lengkap yang dimiliki oleh bangsa Israel.
6. Peraturan lengkap suatu bangsa
Israel dipimpin oleh Musa yang kemudian memilih beberapa bawahan untuk mengorganisir jutaan orang menurut sukunya masing-masing. Ada hakim yang ditetapkan untuk mengurus seluruh perkara yang dihadapi oleh rakyat. Ada juga para pemimpin yang bijaksana dan berpengalaman.
Sayangnya, meskipun mempunyai peraturan yang membuat Israel layak menjadi suatu bangsa, Israel masih belum mempunyai wilayah sendiri. Musa pun mengutus 12 orang untuk menjadi mata-mata ke Tanah Perjanjian, yaitu tanah yang dijanjikan oleh Allah untuk menjadi milik mereka.
Hanya 2 mata-mata yang mengatakan bahwa negeri yang bagus itu bisa segera ditaklukkan dan menjadi milik Israel. Sepuluh mata-mata lainnya terlalu takut menghadapi penduduk aslinya.
7. Memasuki Tanah Perjanjian
Setelah berkelana selama 40 tahun di padang gurun, Israel pun siap memasuki Tanah Perjanjian. Tapi Musa dan Harun sudah meninggal dan Yosua menggantikan Musa menjadi pemimpin Israel. Pada tahun 1473 SM, Israel di bawah kepemimpinan Yosua menyeberangi Sungai Yordan.
Mereka pun akhirnya masuk ke Tanah Perjanjian yang Allah janjikan. Israel menaklukkan berbagai daerah termasuk berbagai kota yang dikelilingi benteng megah seperti Ai dan Yerikho. Kemudian daerah yang telah ditaklukkan dibagikan kepada 12 suku Israel dengan cara diundi.
Setiap kota mempunyai pemimpin-pemimpin dan hakim-hakim yang bertugas menjaga keadilan kota. Setelah Yosua meninggal, para hakim-lah yang memimpin setiap kota tersebut.
8. Munculnya raja di Israel
Pada tahun 1117 SM, Israel mulai meminta raja sebagai penguasa seluruh wilayah Israel sebagai suatu kesatuan. Raja pertama yang dipilih bernama Saul, salah seorang keturunan Benyamin. Meskipun awalnya baik, kekuasaan Saul berakhir setelah 40 tahun.
Raja yang menggantikannya bernama Daud, keturunan suku Yehuda. Putranya, Salomo, menggantikannya menjadi raja Israel pada tahun 1037 SM dan berkuasa selama 40 tahun. Kemudian Rehoboam, putra Salomo, menggantikannya menjadi raja di Israel.
Tapi pada tahun 997 SM, Yeroboam dan sepuluh suku Israel yang ada di bagian utara melepaskan diri dan memerintah kerajaan sepuluh suku. Kerajaan Israel pun terbagi menjadi dua.
9. Kehancuran dan pemulihan Israel
Yerusalem dibinasakan pada tahun 607 SM. Orang-orang Israel pun ditawan dan dibawa ke Babilon. Israel baru dibebaskan dan bisa kembali ke Yerusalem pada tahun 537 SM. Ada juga yang meninggalkan Babilon dan baru kembali pada tahun 468 SM.
Israel tidak lagi menjadi suatu bangsa besar yang benar-benar merdeka. Setelah kembali dari Babilon, Israel menjadi salah satu negara otonomi Ibrani yang ada di bawah kekuasaan Persia.
Ingin menggali lebih dalam tentang sejarah berdirinya bangsa Israel menurut Alkitab? Kunjungi Holyland bersama dengan Insight Tour (insighttour.id) atau hubungi 0811857989. Kami akan memastikan wisata rohani ke Tanah Perjanjian menjadi perjalanan yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidup.



