peristiwa doa Rosario katolik

Mengenal Peristiwa Doa Rosario Katolik

Anda orang katolik tentu tidak asing lagi dengan Peristiwa Doa Rosario Katolik yang kerap Anda doakan. Peristiwa-peristiwa tersebut sejatinya adalah rangkaian kejadian yang ada di Alkitab. Seperti kelahiran, kematian, naik ke surga dan lain-lain. Bagi Anda yang kerap membaca Alkitab tentu tidak akan asing dengan peristiwa-peristiwa ini.

Doa Rosario sendiri merupakan sebuah doa yang bisa dilakukan secara pribadi maupun kelompok. Di Agama Katolik, ada bulan-bulan khusus di mana umat berdoa Rosario setiap hari yaitu di bulan Mei dan Oktober. Biasanya di tiap lingkungan atau wilayah akan dilakukan perkumpulan bersama untuk doa Rosario.

Doa Rosario diawali oleh Sahadat para rasul atau Doa Aku Percaya, diikuti dengan Kemuliaan, Terpujilah, Bapa Kami, Salam Putri Allah Bapa, Salam Bunda Allah Putra, Salam Mempelai Allah Roh Kudus, Bapa Kami, barulah peristiwa-peristiwa Rosario yang dilanjutkan dengan 10x Salam Maria. 

Peristiwa doa Rosario katolik dibagi menjadi 4 peristiwa yaitu Gembira, Sedih, Mulia, dan Terang. Masing-masing peristiwa tidak bisa didoakan secara sembarangan. Peristiwa Gembira digunakan setiap Hari Senin dan Sabtu, Peristiwa Sedih tiap Selasa dan Jumat, Mulia setiap Rabu dan Minggu, seta peristiwa Terang setiap Kamis.

Namun bagi Anda yang berdoa Rosario diluar Bulan Mei dan Oktober perlu memperhatikan aturan khusus seperti ketika masa Adven hanya Peristiwa Gembira saja yang digunakan, terlepas apakah itu hari Senin, Selasa, Rabu, dan seterusnya. Begitu juga ketika masa Prapaskah, hanya peristiwa Sedih saja yang digunakan.

Peristiwa Gembira dan Peristiwa Sedih

Peristiwa Gembira merupakan rangkaian dari kabar sukacita kelahiran Yesus, itulah mengapa ketika Masa Adven umat katolik menggunakan peristiwa ini. Tujuannya untuk menyambut dan mengingatkan kembali peristiwa kelahiran Yesus. Adapun peristiwa-peristiwa Gembira adalah sebagai berikut.

  1. Maria Menerima Kabar dari Malaikan Gabriel.
  2. Maria Mengunjungi Elizabet Saudarinya.
  3. Yesus dilahirkan di Betlehem.
  4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah.
  5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah.

Sedangkan peristiwa doa Rosario katolik yang kedua yaitu peristiwa sedih. Peristiwa ini merupakan kumpulan kejadian ketika Yesus hendak disalibkan hingga wafat di kayu salib. Itulah mengapa ketika masa prapaskah umat menggunakan peristiwa sedih. Adapun peristiwa sedih terdiri dari peristiwa berikut.

  1. Yesus Berdoa Kepada Bapa-Nya di Surga dalam Sakaratul Maut.
  2. Yesus didera.
  3. Yesus di mahkotai duri.
  4. Yesus Memanggul Salib-Nya ke Gunung Kalvari.
  5. Yesus Wafat di Salib.

Peristiwa Mulia dan Peristiwa Terang

Peristiwa Mulia adalah peristiwa doa Rosario katolik di mana Yesus dan Maria naik ke surga. Kemuliaan Tuhan turun atas Yesus dan Maria sehingga mereka mendapat kesempatan untuk naik ke surga bersama dengan badan utuh mereka. Adapun peristiwa-peristiwa mulia sebagai berikut.

  1. Yesus Bangkit dari Antara Orang Mati.
  2. Yesus Naik ke Surga.
  3. Roh Kudus Turun atas Para Rasul.
  4. Maria diangkat ke Surga.
  5. Maria dimahkotai di Surga.

Peristiwa selanjutnya yaitu Terang, peristiwa ini disebut juga dengan nama peristiwa cahaya. Peristiwa ini mewakili kejadian di mana Yesus dibabtis hingga menampakkan kemuliaan-Nya. Adapun peristiwa terang sebagai berikut.

  1. Yesus dibaptis di Sungai Yordan.
  2. Yesus Menampakkan Diri-Nya dalam Pesta Perkawinan di Kana.
  3. Yesus Memberitakan Kerajaan Allah dan Menyerukan Pertobatan.
  4. Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya.
  5. Yesus Menetapkan Ekaristi.

Peristiwa-peristiwa tersebut di atas dapat Anda gunakan ketika Rosario. Rangkuman peristiwa-peristiwa itu mengajak Anda untuk senantiasa dekat dengan Tuhan Yesus dan kemuliaannya. Gunakan peristiwa doa Rosario katolik sesuai dengan hari dan masa yang berlaku.

Baca juga : Sakramen Inisiasi Katolik

Ask Insight Tour