Maria Bunda Allah

Maria Bunda Allah Bukan Sekedar Ibu Yesus

Anda tentu pernah mendengar sebutan Maria Bunda Allah, ya bagi umat Katolik Maria memang bukan sekedar wanita yang melahirkan Yesus saja. Meskipun begitu sampai saat ini dogma gelar Maria terus menuai pro dan kontra. Memang diperlukan iman yang kuat dan keyakinan penuh akan hal ini.

Jangankan bagi Anda umat awam, seorang Pastur/Imam/Pastur pun masih sulit menafsirkan gelar ini. Perlu pendalaman Alkitab yang tinggi dibarengi dengan iman yang kuat untuk memaknai semua ini. Jangan sampai ada pertanyaan dari umat Agama lain yang membuat iman Anda goyah ketika mendapat pertanyaan tentang ini.

Timbulnya Keraguan Akan Maria “Bunda Kristus” yang Dibantah Oleh Gereja Katolik

Bagi Anda yang pernah ragu akan gelar Maria Bunda Allah sejatinya tidak sendirian. Ada seorang Imam bernama Nestorius yang juga meragukan hal yang sama. Nestorius ragu akan gelar tersebut dikarenakan baginya Maria hanyalah “Ibu Yesus” semata. Alasannya sungguh manusiawi yaitu Maria hanya melahirkan Yesus yang sebagai manusia saja.

Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa gelar yang diterima Maria, beberapa diantaranya yaitu Theotokos yang berarti Maria “Bunda Allah” dan Christotokos yang berarti Maria “Bunda Kristus” (Yesus sebagai manusia). Dari kedua gelar tersebut Nestoruis hanya mengakui Maria sebagai Bunda Kristus saja tidak lebih.

Pendapatnya tersebut memisahkan kodrat Yesus sebagi Allah dan Manusia. Tafsirannya beranggapan bahwa Yesus yang dilahirkan Maria adalah Yesus sebagai Manusia bukan Allah. Padahal iman Katolik tidak demikian. Dalam Katolik Yesus Kristus adalah perwujudan dari Allah sendiri, Yesus 100% Allah dan 100% manusia.

Memang sedikit susah menafsirkan bahwa apakah mungkin Allah terlahir menjadi manusia biasa. Namun kembali lagi kepada iman kita sendiri yaitu Katolik. Iman Katolik mengajarkan bahwa Yesus memang adalah Allah itu sendiri. Dasar tersebut akan dibahas pada pembahasan dibawah ini.

Dasar Alkitab, Mengapa Maria disebut Bunda Allah

Iman Katolik bukannya tanpa dasar dan alasan yang jelas. Dalam Alkitab pun tertulis Malaikat Gabriel berkata kepada Maria bahwa Anak yang akan dilahirkan olehnya adalah Kudus dan akan disebut Anak Allah (Lukas 1:35). Bukti lain tertulis dalam Lukas 1: 43 dimana Elisabet mengatakan hal serupa ketika Maria mengunjungi dirinya.

Elisabet yang tengah hamil berkata “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” serta banyak bukti lainnya yang tertulis dalam Kitab Matius, Markus Lukas, Yohanes, Kisah Para Rasul, Efesus, Ibrani, dan masih banyak lagi. 

Ada juga yang menuliskan secara jelas bahwa Yesus Kristus sejatinya adalah sehakikat dengan Allah. Dengan kata lain Yesus Kristus adalah inkarnasi dari Allah itu sendiri. Hal ini dapat Anda baca dalam Injil Yohanes 1:1.14.18; 14:6-1; 20:28. 

1 Januari, Hari Raya Santa Maria Bunda Allah

Dengan adanya bukti-bukti tersebut maka wajar apabila Gereja Katolik memberi gelar kepada Maria sebagai Bunda Allah. Namun manusiawi jika seseorang masih meragukan hal tersebut karena manusia memang terbatas. Sesuatu yang terbatas tidak akan pernah bisa menerima hal yang tidak terbatas, itulah mengapa Gereja mengeluarkan Dogma tentang Maria sebagai Bunda Allah.

Dogma ini digunakan bukan untuk mengekang atau membatasi pendapat umat. Namun sebaliknya, dogma ini bertujuan untuk membantu manusia menafsirkan kodrat Yesus yang mana sungguh Allah dan sungguh manusia. Sehingga umat mengimani bahwa yang dilahirkan Maria waktu itu adalah Yesus sebagai manusia sekaligus Yesus sebagai Allah.

Untuk memperkuat iman ini, Gereja Katolik menetapkan hari peringatan khusus yaitu tanggal 1 Januari. Setiap tanggal ini seluruh umat katolik akan menerima Sakramen Ekaristi dengan Ujub Khusus Maria sebagai Bunda Allah atau yang lebih dikenal dengan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah.

Baca juga : Perbedaan Kristen dan Katolik

Ask Insight Tour