Kota Lourdes tepatnya berada di bagian Selatan Perancis yang dijadikan destinasi wisata religi agama Katolik terbesar sampai saat ini. Dalam bahasa Occitan, kota satu ini sering disebut Lorda. Lokasi tepatnya di departemen Hautes – Pyrenees Perancis.
Sejarah menyebutkan bahwa perawan Maria terberkati pernah menampakkan dirinya kepada seorang anak kecil berusia 14 tahun bernama Bernadette Soubirous. Saat ini Bernadette Soubirous tersebut lebih dikenal dengan nama St Bernadette.
Mengenal Sejarah Situs Bersejarah Lourdes

Penganut Katolik percaya akan kisah penampakan perawan suci Maria kepada St Bernadette terjadi bukan hanya sekali, melainkan sebanyak 18 kali. Jumlah penduduk aslinya mencapai 15.000 orang, namun Lorda mampu menampung wisatawan sebanyak 5 juta orang/ musim.
Sampai saat ini Lourdes tercatat sebagai kota dengan kepemilikan hotel paling banyak nomor dua setelah Paris Perancis. Ada sejumlah 270 hotel disediakan untuk menampung para wisatawan yang datang dari berbagai negara untuk menyaksikan sejarah di kota itu.
Dikisahkan pada malam hari tanggal 11 Februari 1858 St Bernadette yang saat itu masih merupakan seorang gadis kecil pergi mengambil beberapa kayu bakar bersama adik dan temannya. Saat itu juga ia melihat wanita anggun bercahaya muncul dari gua Massabielle.
Pada awal penglihatannya, sosok wanita itu tidak menjawab siapa dirinya kepada St Bernadette. Hingga kemudian ada perintah untuk kembali ke gua dan baru pada kunjungan kedua ini, Bunda Maria menjawab bahwa Ia adalah Konsepsi Imakulata.
Sejarah Lourdes menjadi salah satu destinasi religi dunia dimulai dari pertemuan tersebut. Konsepsi Imakulata sendiri merupakan Perawan Maria telah dikandung tanpa dosa sama sekali. Kala itu St Bernadette masih kebingungan dan mencari jawabannya kepada pastor.
Pastor Peyremale adalah nama pastor yang menjadi sasaran St Bernadette untuk bertanya kala itu. Selain perintah untuk kembali dan mengatakan Konsepsi Imakulata, St Bernadette juga diperintah untuk menggali tanah di gua tersebut dan meminumnya.
Ajaibnya, penelitian mengungkapkan bahwa air di dalam gua ini memiliki sifat kuratif khusus dan sampai sekarang ramai dimanfaatkan untuk penyembuhan penyakit. Sudah banyak orang berkunjung ke Lourdes untuk menyembuhkan saraf, kelumpuhan, dan juga kebutaan.
Lorda Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Corona
Saking menariknya tempat ini, hingga pada saat kasus corona masih tinggi sekalipun, Lorda menjadi salah satu destinasi yang jumlah kunjungannya tidak sepi. Sebelum pandemi menyerang, tercatat sebanyak 15.000 peziarah datang hampir setiap hari ke gua.
Namun, setelah pandemi menyerang kala itu tercatat sebanyak 30 orang berlutut di hadapan patung Bunda Maria. Sepertinya salah satu daya tariknya adalah ada sarana penyembuhan tanpa kontak fisik di dalam gua, yakni melalui air untuk minum dan mandi.
Pandemi corona yang menyerang cukup merepotkan banyak destinasi wisata, termasuk dengan Lourdes. Namun, kala itu pihak pengelola tidak kehabisan akal sehingga membuat siasat dengan menyediakan layanan ziarah online kepada seluruh wisatawan di dunia.
Setiap hari tersedia layanan live televisi maupun radio yang menyiarkan kebaktian di kota satu ini. Penikmatnya bukan hanya warga Perancis, namun juga ada salah satu stasiun televisi yang menyebarluaskan tontonan sampai ke seluruh penjuru negara secara langsung.
Dari yang tadinya jumlah penonton bisa mencapai satu juta per hari maka setelah kunjungan langsung dibatasi, jumlah penonton per harinya bisa sampai lima juta orang. Sementara itu, jumlah pengunjung serta pengikut media sosial juga bertambah sebanyak 40%.
Pihak pengelola situs Lourdes berupaya memberikan pengalaman terbaik kepada peserta ziarah online dengan menempatkan sebanyak 40 kamera dari berbagai sudut pandang. Sebanyak 80 juta pemirsa berhasil ikut bergabung sepanjang Juli tahun 2021 kemarin.
Solusi sementara ini dilakukan agar para peziarah tidak melupakan kunjungan ke Lorda setelah pandemi berakhir. Karena pengelola sendiri mengatakan ziarah dari jarak jauh memang tidak efektif, namun kala itu tidak ada pilihan karena pandemi yang menyerang.
Program Ziarah dari Kementerian Agama RI

Kementerian Agama Indonesia, Dirjen Bimbingan Masyarakat Katolik mempersiapkan destinasi religi ke dalam maupun luar negeri. Diantaranya ada tiga destinasi ke luar negeri dan sisanya adalah destinasi religi Katolik di dalam negeri.
Sebagai salah satu situs religi terbesar di Perancis, Lourdes tentu masuk menjadi salah satu dari tiga destinasi yang dianjurkan. Selain diantaranya kunjungan ke Vatikan dan juga Yerusalem. Namun, nyatanya anjuran ini belum menjadi prioritas Bimas Katolik Kemenag.
Meskipun demikian, namun ini menjadi perhatian pada masa kepemimpinan Menag Yaqut Cholil Qoumas di Indonesia. Sebelum memberikan fasilitas kepada umat Katolik di Indonesia, terlebih dahulu harus diciptakan para pembimbing yang siap mental untuk melakukan tugas.
Lebih lanjut, hal yang harus diperhatikan lainnya adalah penggantian barang tidak layak menjadi barang baru pada Bimas Katolik Kemenag Indonesia. Jika sudah ada fasilitas dan layanan resmi dari pemerintah maka para penganut Katolik bisa lebih tenang ke Lourdes.
Karena sudah tidak perlu bingung lagi terkait apa yang harus dilakukan selama di sana. Pemerintah sendiri telah memberikan dukungan dan menyediakan fasilitasnya. Selain destinasi di luar negeri, ada banyak juga destinasi di dalam negeri yang tidak kalah menarik.
Bagaimana Caranya Sampai ke Lorda?

Mudahnya untuk mencapai kota legendaris satu ini, kamu tinggal mendaftarkan diri ke salah satu layanan tour terpercaya. Namun, beberapa orang mungkin memiliki pemikiran lain sehingga menginginkan kunjungan sendiri ke Lorda.
Hal tersebut tidak menjadi masalah bagi pemilik jiwa petualang. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memikirkan bagaimana agar kamu sampai di Bandara Toulouse. Setelah itu naik kereta sekitar 175 KM untuk bisa sampai ke kota Lourdes.
Stasiun kereta yang dimaksud adalah stasiun kereta Toulouse – Matabiau. Untuk bisa sampai ke stasiunnya, kamu harus menaiki bus yang pulang pergi di Bandara Toulouse. Nantinya untuk ke Stasiun Lorda, bisa menggunakan kereta antar kota Toulouse – Bayonne.
Ada catatan penting yang harus menjadi perhatian ketika kamu memutuskan bepergian sendiri di Perancis, yakni mayoritas penduduk di sana menggunakan bahasa Perancis. Jarang sekali ditemukan orang yang mau berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
Meskipun begitu, tetapi setibanya di lokasi tujuan, kamu akan banyak menemukan peziarah yang hanya seorang diri atau dalam kelompok kecil saja sedang komat-kamit memanjatkan doa. Kamu bahkan dapat melihat mereka berucap dalam berbagai bahasa di dunia ini.
Meskipun warga Perancis sendiri cenderung tertutup terhadap turis berbahasa Inggris, namun para pengunjung ke Lourdes nyatanya hadir dari berbagai belahan dunia. Nanti setelah prosesi ziarah selesai, kamu bisa membalikkan rute hingga kembali ke Indonesia.
Penuh tantangan jika melakukan perjalanan sendirian, terutama dari segi bahasa yang tidak umum. Untuk itu, alangkah lebih baik jika kamu menggunakan jasa tour dan ziarah dari Insight Tour. Mudah saja untuk bergabung, tinggal hubungi kami via WA.
Jika bisa mengambil pengalaman bersama para jemaat lainnya, untuk apa sendirian? Kunjungan kamu akan lebih terjamin dan bisa menikmati suasana Lourdes lebih nyaman bersama Insight Tour.
Untuk info lebih lengkapnya Anda bisa mengunjungi website insighttour.id atau menghubungi kontak WA dibawah ini

Baca juga: Paket Ziarah Holyland Israel dan Mesir



