gereja Turki

7 Gereja Turki yang Wajib Dikunjungi untuk Umat Katolik

Mengunjungi gereja Turki bisa menjadi salah satu pengalaman paling berharga seumur hidup. Karena negara ini dulunya adalah bekas wilayah kerajaan Bizantium, otomatis ada banyak peninggalan bersejarah.

Bahkan artefak kuno, grotto, sampai makam orang suci banyak ditemukan di negara satu ini. Oleh karena itu gerejanya sendiri juga menjadi sebuah daya tarik tinggi bagi para turis yang datang kesana.

Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan refreshing saja namun juga sebagai salah satu sarana meningkatkan keimanan. Kita bisa melihat sendiri seperti apa jejak penyebaran ajaran Yesus di negara tersebut.

Sebagai salah satu negara dengan wilayah yang masuk dalam jalur sutra kerajaan Bizantium tentu saja banyak peninggalan hebat. Pada kesempatan ini kami akan bahas tujuh gereja Turki paling bersejarah untuk dikunjungi.

Jadi nantinya kamu bisa menambah pengalaman tidak hanya di dalam negeri saja ketika berwisata. Namun pergi keluar negeri dapat menjadi salah satu cara untuk melihat peradaban di dunia.

Baca juga : Tour Ziarah Ke 7 Gereja di Turki Terbaik

List 7 Gereja Turki yang Wajib Dikunjungi

Kami sudah menyediakan tujuh list paling tepat untuk dijadikan referensi ketika berkunjung kesini. Apa saja gerejanya untuk didatangi ketika ke Turki, simak ulasan berikut ini agar kamu tahu semuanya.

1. Hagia Sophia

Mendengar nama Hagia Sophia tentu saja membuat kita cukup mengernyitkan dahi. Bukankah ini sebuah masjid yang memang paling besar di negara tersebut, kenapa bisa masuk list ini.

Penasaran Hagia Sophia sekarang jadi apa? Ternyata sudah tidak difungsikan sebagai tempat peribadatan. Memang bangunan tersebut sempat berkali-kali beralih fungsi dari gedung kenegaraan, gereja, masjid sampai berkali-kali.

Pada akhirnya pihak pemerintah sendiri memutuskan untuk tidak memakai bangunannya sebagai kebutuhan peribadatan. Hagia Sophia sekarang hanya digunakan sebagai salah satu cagar budaya sejarah peradaban dunia.

Memang bangunan tersebut awalnya adalah sebuah gereja yang dibangun atas perintah kerajaan Bizantium. Namun ketika perang salib pecah dan dimenangkan oleh islam fungsi gereja Turki jelas beralih.

Bahkan di era modern fungsinya sendiri sempat berganti selama beberapa kali dan sangat memusingkan. Sampai akhirnya pihak pemerintah sendiri memutuskan untuk menjadikannya sebagai cagar budaya.

Ketika kita mengunjunginya masih banyak peninggalan masa lalu bisa ditemukan di area sekitar. Sehingga lokasinya sangat tepat apabila kita memang ingin melihat kebelakang seperti apa peradaban era lalu.

Jadi pertanyaan apa nama masjid Turki yang dulunya gereja? Sebenarnya sekarang sudah tidak terlalu relevan lagi. Karena tidak lagi digunakan sebagai lokasi peribadatan agama manapun namun relik religius di dalamnya masih ada.

Sehingga ketika mendatanginya tentu saja masih bisa menemukan berbagai macam artefak. Justru sekarang sudah dipamerkan di kompleks secara bebas agar pengunjung gereja Turki dapat menikmatinya secara mudah.

Para pengunjung dari berbagai kepercayaan juga bebas masuk ke dalam area tersebut karena sudah bukan lokasi ritual peribadatan lagi. Jadi ini semakin mempermudah siapa saja untuk melihat keindahannya.

Jika kamu tertarik bisa saja memasukkannya dalam bucket list agar sempat datang kesana. Tempatnya sangat bagus dan akomodasinya juga mudah sehingga kita tidak akan kerepotan ketika berlibur ke gereja Turki.

2. Chora

Chora sendiri sebenarnya memiliki nasib yang sama dengan Hagia Sophia yaitu sempat menjadi lokasi peribadatan kemudian cagar budaya. Awal pembangunannya pada abad 14 Chora sendiri adalah sebuah gereja.

Namun ketika pemerintahan Utsmaniyah abad 16 gerejanya beralih fungsi menjadi sebuah masjid. Sampai pada akhirnya di tahun 1936 lokasi tersebut resmi dinonaktifkan pada kegiatan peribadatan.

Pada tahun 1939 Chora dibuka kembali sebagai salah satu museum yang memamerkan semua peninggalannya. Dari abad 15 sampai sekarang relik di dalamnya masih terjaga secara utuh meskipun sempat menjadi masjid.

Memang ketika digunakan sebagai masjid gereja Turki ini sempat memindahkan beberapa relik pada bagian bangunan khusus. Sehingga terpisah dari kegiatan peribadatan namun tetap terjaga tidak jauh dari lokasinya.

Sekarang para pengunjung bisa bebas melihat seperti apa sebenarnya sejarah dari Chora yang berganti fungsi beberapa kali. Umat Kristen dan Islam bisa melihat peninggalan masing-masing kepercayaannya disini.

Disana juga terdapat beberapa manuskrip era Bizantium yang ditulis oleh orang suci penyebar ajaran Yesus. Namun karena manuscript sudah terlalu rapuh yang dipamerkan adalah tiruannya saja.

Jadi tidak salah memang ketika kita mengunjungi gereja Turki ini sebagai salah satu destinasi rohani. Masih banyak buku dan perkamen lama yang menyimpan banyak bukti terkait penyebaran ajaran Yesus era kerajaan Bizantium.

Apabila datang kesana tentu saja kita tidak hanya disuguhi oleh kepuasan batin namun juga mata. Lokasinya juga sudah beberapa kali dipugar sehingga menjadi semakin bagus dan terawat untuk didatangi para pengunjung.

Tentu saja dengan semua kisah tersebut kamu akan lebih tertarik untuk berkunjung kesana. Jadi segera persiapkan diri untuk melakukan sebuah perjalanan spiritual menuju era dimana awal ajaran Yesus disebarkan.

3. Sent Antuan Kilisesi (Basilika Santo Antonius)

List berikutnya datang dari kota Istanbul yaitu Sent Antuan Kilisesi yang dibangun pada tahun 1903. Ini adalah salah satu basilika dengan arsitektur megah bergaya gothic yang masih sangat melekat.

Sebagai salah satu konstruksi dari abad ke 20 bukan berarti tidak ada peninggalan sejarah berada di dalamnya. Ini adalah salah satu lokasi dimana seluruh manuscript yang ditemukan di Turki ditemukan.

Jadi gereja Turki ini juga berfungsi sebagai sebuah penyimpanan harta paling penting terkait sejarah penyebaran ajaran Yesus. Tidak salah apabila kita mendatanginya sebagai salah satu destinasi rohani.

Untuk konstruksinya sendiri memang sudah megah dan bisa memanjakan mata para pengunjungnya. Sampai sekarang masih aktif digunakan sebagai tempat peribadatan karena penyimpanan manuskrip ada di ruang bawah tanah.

Adanya pengumpulan artefak di Sent Antuan Kilisesi ini merupakan salah satu gagasan dari Mustafa Kemal Pasha. Tujuannya agar tidak seperti tempat lain yang banyak dijarah karena instabilitas militer negara tersebut.

Sent Antuan Kilisesi juga menjadi salah satu saksi bisu bagaimana revolusi terhadap pemerintahan Utsmaniyah. Setelah Mustafa Kemal Pasha berhasil melakukan revolusi jadilah negara Turki.

Jadi gereja Turki ini tidak hanya menyimpan berbagai macam peninggalan religius dari Islam dan Kristen saja. Namun banyak dokumen penting yang diletakkan dalam ruang penyimpanan rahasia bersama dengan berbagai perkamen kuno.

Apabila kita datang kesana tentu saja bisa melihat tiruan yang dipajang di area bangunan khusus. Adanya area khusus tersebut tentu saja agar tidak mengganggu proses peribadatan ketika misa dilaksanakan.

Sebuah tempat yang menyimpan sejarah penting seperti ini tentu saja layak dijadikan destinasi. Jadi segera siapkan diri agar bisa mengunjungi gereja Turki untuk kebutuhan pilgrimage dan menambah wawasan sejarah dunia.

4. Surp Giragos (Gereja Santo Giragos)

Sebagai sebuah tempat bersejarah dan penting untuk penganut ajaran Yesus ini adalah salah satu lokasi yang baru saja boleh dikunjungi. Sebelum 2011 memang tidak ada seorangpun boleh masuk ke dalamnya.

Bangunannya juga berupa reruntuhan tanpa atap karena sudah melewati berbagai era. Pemugaran terakhir pada tahun 2009, tahun 2011 tempat ini sudah siap dikunjungi secara umum oleh masyarakat.

Tidak ada yang tahu kapan gereja Turki ini berdiri, catatan tertua menyebutkan tahun 1505 ini sudah berdiri. Menurut catatan sejarah abad ke 17 dan 18 gerejanya juga mengalami pemugaran sehingga luasnya seperti sekarang.

Awalnya Surp Giragos ini cukup kecil karena fungsinya lebih menonjol sebagai penyimpanan dokumen berharga. Peribadatan juga dilaksanakan namun sedikit orang menggunakannya karena alasan lokasi.

Pada perang dunia kedua Surp Giragos sempat dijadikan sebagai salah satu pangkalan militer jerman. Ini merupakan HQ dimana para pemimpin mengolah strategi perang agar bisa mengalahkan lawan.

Lokasinya yang waktu itu cukup sulit dijangkau dirasa cocok sebagai pilihan ketika peperangan berlangsung. Saat perang usai bangunannya dibiarkan begitu saja karena pemimpin lokal Islam daerah tersebut tidak ingin gerejanya dibuka kembali.

Sekarang gereja Turki ini sudah menjadi salah satu destinasi wajib para pilgrimage yang berkunjung. Kemegahannya bisa memanjakan mata dan juga banyak dipajang peninggalan penting baik era Bizantium sampai revolusi.

Jika kita datang kesana masih bisa ditemui beberapa artefak armenian yang terukir di beberapa dindingnya. Jadi akan terasa sangat dekat seperti kita kembali ke era kerajaan Bizantium.

Tempat ini sekali lagi memang menyimpan banyak sejarah dan juga rahasia masih belum banyak terungkap. Di negara tersebut memang ekskavasi belum menjadi prioritas sehingga wajar jika sekarang gereja Turki baru saja dilaksanakan.

5. Mor Hananyo

Apabila ingin mengunjungi gereja yang berusia paling tua maka Mor Hananyo dapat menjadi salah satu referensi. Mor Hananyo sudah ada sejak abad ke empat dan tetap menjadi sebuah gereja sampai sekarang.

Dari segi bentuk sendiri tentu saja masih asli, sama seperti pada awal pembangunannya. Pada awalnya Mor Hananyo ini disinyalir adalah sebuah bukit yang dikikis menjadi sebuah bangunan seperti lumrahnya era tersebut.

Jadi sekarang kita bisa lihat sendiri seperti apa bagian pinggiran bangunannya masih berasal dari bebatuan. Memang beberapa sisi sudah mengalami pemugaran sehingga menggunakan bebatuan baru.

Namun ketika kita teliti secara mendalam tentu saja ada banyak bagian kuno bahkan perkamen di dinding masih ada. Oleh karena itu gereja Turki ini menjadi salah satu yang wajib dikunjungi oleh pengikut ajaran Yesus.

Berbeda dengan lokasi lainnya kita memang tidak bisa menemukan artefak atau relik kuno. Semuanya sudah dipindahkan kecuali perkamen yang terukir di dinding bagian dalam bangunannya sampai sekarang.

Ini merupakan sebuah sentuhan yang tidak ada bandingannya di belahan dunia lain. Setiap tahun selalu saja banyak orang mengunjunginya karena memang daya tariknya tidak dapat kita pungkiri lagi.

Apabila kamu memang berniat mengunjungi gereja Turki ini lebih baik abadikan momen sebaik mungkin. Kapan lagi kita bisa melihat dan masuk secara langsung ke dalam sebuah bangunan yang sudah berdiri sejak abad ke empat.

Karena berasal dari regional yang cukup aman, Mor Hananyo memang berhasil survive berbagai konflik. Bahkan pada era revolusi abad 18 gedung ini masih berfungsi seperti bagaimana mestinya.

Sebagai saksi bisu sebenarnya ada banyak artefak kuno, relik, dan manuskrip ada disana. Namun sayangnya karena dibangun pada abad ke 4 penggunaan ruang bawah tanah memang kurang populer.

Akhirnya untuk menyelamatkan aslinya harus dipindahkan ke tempat lain agar tetap terjaga. Kita masih bisa melihat tiruan relik sampai manuscript yang memang ada di dalam gereja Turki ini.

6. Soumela Altindere

Soumela Altindere mungkin adalah salah satu tempat paling menakjubkan untuk dikunjungi sebagai sarana wisata religi. Tempatnya berada di sebuah tebing dari perbukitan yang cukup tersembunyi.

Ini juga salah satu tempat peribadatan yang sudah berdiri sejak abad ke 4, jadi sangat tua. Meskipun begitu beberapa kali sudah pernah dilakukan pemugaran agar tetap terjaga kondisinya dan juga aman dikunjungi.

Apabila kita sampai kesana jelas pemandangan pertama adalah perbukitan dan sangat menakjubkan. Soumela Altindere adalah salah satu gereja Turki yang beberapa kali beralih fungsinya dari peribadatan ke tempat penyimpanan.

Bahkan pada perang dunia pernah dijadikan sebagai salah satu gudang senjata karena posisinya tersembunyi. Kondisinya yang masih sangat kokoh juga menjadi alasan mengapa Soumela Altindere dijadikan tempat persembunyian ketika perang.

Di pemerintahan kerajaan Bizantium sendiri Soumela Altindere berfungsi sebagaimana mestinya yaitu tempat peribadatan. Namun pada abad ke 10 dan 11 digunakan juga sebagai tempat pertemuan rahasia para bangsawan.

Jadi kita memang mendatangi sebuah lokasi paling penting dan berpengaruh pada peradaban di dunia ini. Untuk perkamen dan artefak religius memang cukup terbatas tidak seperti lokasi lainnya.

Somela Altindere sendiri memang fokus digunakan sebagai salah satu tempat peribadatan saja. Jadi memang masyarakat biasa di sekitar perbukitan tersebut menjadi jemaahnya setiap waktu.

Gereja Turki ini juga memiliki keunikan dari segi konstruksi yang tidak diukir di bagian bukitnya. Namun menggunakan batu yang memang sengaja diangkut ke atas sebagai bagian dari pondasinya.

Proses pembuatannya memang terkenal paling lama dan melelahkan sepanjang sejarah. Jadi sebagai sebuah destinasi tentu saja wajib dikunjungi agar dapat memanjakan mata dan tidak lupa menyejukkan hati.

7. St. Nicholas church

Orang awam selalu penasaran apa ada gereja di Turki? Jelas ada karena sekarang sudah bukan era pemerintahan Utsmaniyah lagi. Sejak naiknya Kemal Pasha sebagai kepala pemerintahan Turki menjadi semakin terbuka.

Banyak gereja yang awalnya tidak difungsikan kembali dipugar sehingga peribadatan dapat kembali berlanjut. Meskipun era kebebasan beragama ini sudah dimulai sejak tahun 1934 namun baru efektif lima puluh tahun setelahnya.

Dimana gesekan gereja Turki dengan kelompok agama lokal sudah tidak terjadi sejak tahun 1980an. Katedral Santo Nikolas sendiri kembali digunakan secara efektif mulai tahun 1972 oleh penganut ajaran Yesus.

Disini berbagai artefak religius juga disimpan agar kondisinya tetap asli dan terjaga. Semua jumlah relik sampai perkamen ditemukan di Turki hari ini disinyalir jumlahnya kurang dari sepuluh persen saja.

Sebenarnya masih banyak namun rusak, dicuri, atau hilang entah kemana karena sudah berabad-abad lamanya. Oleh karena itu sejak naiknya Kemal Pasha sebagai pemimpin negara peninggalan tersebut mulai perlahan dikumpulkan.

Katedral Santo Nikolas sendiri menjadi salah satu yang paling awal difungsikan kembali sebagai tempat peribadatan dan penyimpanan. Jadi ketika datang ke gereja Turki ini kita bisa melihat langsung berbagai barang peninggalan.

Setiap tahun ribuan pilgrimage menyempatkan diri datang kesini untuk melihat seperti apa perkamen peninggalannya. Memang ada dua lokasi penyimpanan paling besar yaitu disini dan basilika santo Yohanes.

Berkunjung kesini kita akan serasa dibawa menggunakan mesin waktu kembali ke peradaban awal. Bagaimana ajaran Yesus disebarkan ke seluruh dunia oleh para murid setianya hingga sampai ke orang awam.

Setelah mengetahui berbagai hal tadi tentu kamu ingin mencoba datang sendiri kesini. Paling mudah tentu saja menggunakan biro perjalanan wisata rohani Insight Tour karena sudah terpercaya.

Jadi kami memang sudah lama mengakomodasi berbagai macam perjalanan wisata rohani ke benua Eropa. Apabila kamu tertarik menggunakan layanan kami silahkan saja kunjungi langsung situs resminya di insighttour.id.

Bisa juga dengan menggunakan nomor whatsapp resmi milik perusahaan kami. Layanan tersebut bisa dihubungi selama 24/7 bagi calon klien yang tertarik menggunakannya.

Apabila ingin menikmati liburan rohani keliling Eropa tidak usah bingung lagi karena ada kami Insight Tour. Kamu bisa bebas mengunjungi berbagai gereja Turki yang penuh dengan peninggalan bersejarah.

Untuk info lebih lengkapnya Anda bisa mengunjungi website insighttour.id atau menghubungi kontak WA dibawah ini

Baca juga : Paket Tour 7 Gereja di Turki Terbaru 2022

Ask Insight Tour