Doa di Nazaret oleh bunda Maria juga perlu dipelajari oleh umat kristiani. Perjalanan hidupnya peru diteladani kemudian diterapkan nilai-nilainya. Salah satu yang perlu dipelajari adalah momen kerohanian khusus yang terjadi di Nazaret.
Nazaret adalah tempat Bunda Maria menerima kabar tentang kelahiran Yesus dari malaikat Gabriel. Mari kita telusuri keintiman doa di Nazaret oleh Bunda Maria dengan Allah dan bagaimana iman yang dalamnya menjadi teladan bagi para pengikut Kristus.
Momen Penting di Nazaret

Nazaret adalah kota kecil di Galilea, tempat di mana Malaikat Gabriel menyampaikan berita penting tentang kelahiran Putra Allah kepada Bunda Maria. Bunda Maria berdoa kepada siapa? Tentu kepada Allah yang telah mewahyukan putera-Nya.
Di tempat yang sederhana ini, Maria mengalami momen kerohanian yang mengubah hidupnya dan membawanya pada peran istimewa sebagai ibu Juruselamat. Inilah awal mengapa doa di Nazaret sangat istimewa.
Tempat dimana saat itu Malaikat Gabriel bertemu dengan Maria, kini telah berdiri 2 gereja. Pertama yaitu Gereja Ortodoks Yunani “Gereja Santo Gabriel”, dibangun di atas sumur Maria. Kedua adalah Gereja Katolik Roma “Basilika Pemberitahuan Kelahiran Yesus”, dibangun di atas Gua Maria.
Bunda Maria Berdoa Kepada Siapa?
Setelah menerima kabar dari Malaikat Gabriel, Maria merenungkan pesan tersebut dan berdoa dengan tulus. Memohon semua kebaikan dari Allah yang telah memberikan kabar gembira melalui malaikat Gabriel.
Semua doa Maria mencerminkan kepasrahan diri total kepada kehendak Allah dan dalamnya iman pada rencana-Nya. Hal inilah yang perlu diteladani sebagai penganut kristiani. Bahwa manusia wajib pasrah pada rencana Allah.
Padahal pada saat peristiwa tersebut, Bunda maria tidak tahu pasti apa yang akan terjadi kepadanya. Namun tetap menerima karena merupakan perwujudan dari ketaatan terpancar dari kemurnian hidupnya.
Istilah “Fiat”
Salah satu momen penting dalam doa di Nazaret oleh Bunda Maria adalah ketika dia mengucapkan kata “Fiat” berarti “jadi” atau “terjadilah” dalam bahasa Latin. Tanda bahwa dirinya menyanggupi untuk menerima ketentuan yang telah ditetapkan.
Dengan kata “fiat” ini, Maria menyatakan ketaatan sepenuh hati terhadap rencana Allah dan siap menerima peran sebagai Bunda Juruselamat. Ucapan “fiat mihi secundum verbum tuum!” artinya “jadilah padaku menurut perkataanMu” ini merupakan pengabdian untuk Tuhan.
Menjadi tanda persetujuannya untuk menerima dan melaksanakan kehendak Allah. Mengawali tugas mulia sebagai perwujudan misteri iman dimana Bunda Maria tidak hanya sekedar mengatakan, tetapi sungguh melaksanakan sepanjang hidupnya.
Kata ini kemudian diteladani dan diajarkan oleh Yesus kepada para pengikutnya. Dalam doa yang diucapkannya menjelang penyaliban juga mengatakan “fiat”. Bahwa semua bukan kehendak-Nya melainkan kehendak Bapa.
Iman yang Dalam
Doa Maria menunjukkan iman yang dalam dan keteguhan hati menghadapi tugas besar sebagai Bunda Tuhan. Iman Maria menjadi contoh teladan bagi setiap orang untuk mengandalkan Allah dalam segala hal dan mengikuti kehendak-Nya dengan setia.
Sebagai ibu, meski anaknya adalah Tuhan, ia tentu juga mengajarkan untuk tetap taat kepada kehendak Allah. Bunda Maria memiliki keistimewaan dalam mendidik Yesus. Mengajarkan berdoa, berisi penyerahan total kepada kehendak Allah, bahwa kehendak Allah adalah utama.
Mengambil Teladan dari Bunda Maria
Doa di Nazaret mengajarkan kita pentingnya merenungkan pesan rohani dan mengarahkan hati kita kepada Allah dalam setiap situasi. Mari mengambil teladan dari iman yang dalam dan ketaatan Maria, sehingga kita juga dapat menerima dan mengikuti rencana Allah dalam hidup kita.
Temukan pengalaman seru paket ziarah ke Holyland bersama Insight Tour. Hubungi kami melalui WA untuk dapatkan info lengkap paket wisata religi. Anda akan mendapatkan pengalaman seru sekaligus nilai-nilai positif ketaatan dan doa bunda Maria.

Baca juga : Menguak Sejarah Yerusalem Baru dan Kitab Wahyu



