Sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem menjadi hal wajib diketahui bagi penganut agama Kristen maupun Katolik, bahkan Kristen Ortodoks juga memercayai dan mengimani peristiwa yang terjadi pada bukit suci tersebut.
Bagaimana tidak, peristiwa penting Bukit Golgota memang sangat erat kaitannya dengan sejarah umat Kristiani. Sebab pada lokasi itulah terjadi peristiwa penting yaitu penyaliban Yesus dan kebangkitan-Nya setelah tiga hari dimakamkan.
Peristiwa bersejarah ini juga dijelaskan dalam Alkitab pada Injil Matius, Markus, dan Lukas. Pada ketiga kutipan menceritakan kejadian dan menyebutkan lokasinya. Bagi kamu yang tertarik dengan sejarah peristiwa Bukit Golgota, kami punya ringkasannya berikut ini.
Mengetahui Sejarah Mengenai Bukit Golgota di Yerusalem

Sejarah Bukit Golgota di Yerusalemmemang berkaitan erat dengan seluruh umat kristiani daro berbagai penjuru dunia. Jemaat dari berbagai gereja dan ritus gereja mengimani peristiwa meninggalnya Sang Juru Selamat dan kebangkitan-Nya.
Baik Kristen, Katolik, maupun Ortodoks mengimani peristiwa penyaliban Sang Juru Selamat dan memercayai bahwa Bukit Golgota merupakan lokasi peristiwa tersebut terjadi.
Akan tetapi, mengutip dari Cross Walk, tidak ada yang benar-benar mengetahui lokasi Bukit Golgota secara pasti. Sebab dalam Alkitab, tidak pernah diceritakan secara tepat letak geografisnya.
Dalam Alkitab hanya disebutkan bahwa Bukit Golgota tempat peristiwa penyaliban terjadi berada di luar gerbang Yerusalem. Meskipun tidak ada letak pasti tertulis dalam sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem, lokasinya dipercayai dalam Gereja Makam Suci.
Mengapa lokasi ini dianggap sangat bersejarah dan selalu dikunjungi peziarah dari waktu ke waktu? Berikut beberapa faktor penting terkait Bukit Golgota yang perlu kamu ketahui:
1. Disebutkan Lebih dari Sekali di Alkitab
Alasan pertama mengapa lokasi Bukit Golgola dianggap sebagai lokasi bersejarah karena beberapa kali disebutkan dalam Alkitab. Dalam Matius 27:33:
“Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya Tempat Tengkorak”.
Dalam Injil Lucas 23:33 juga disebutkan mengenai tempat tersebut:
“Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situs dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya”.
Karena sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem tercatat dalam Alkitab, maka umat Kristen memercayai dan mengimani keberadaan lokasi serta peristiwa bersejarah yang pernah terjadi.
Dalam Injil Yohanes juga menyebutkan mengenai peristiwa penyaliban ini, yakni: “Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak”.
2. Tempat Berdirinya Gereja Makam Suci
Pada lokasi yang diyakini sebagai Golgota tersebut saat ini sudah berdiri sebuah gereja bernama Gereja Makam Suci berada. Lokasinya berada pada kawasan Kristen Kota Tua yang kini menjadi Holyland bagi umat kristiani.
Tempat ini dikunjungi oleh umat Kristen dari berbagai penjuru dunia setiap saat dan tidak pernah sepi peziarah, terutama ketika Jumat Agung dan Minggu Agung Paskah.
Pemerkarsa pendirian gereja ini adalah Kaisar Konstantin yang saat itu menguasai Yerusalem. Dia menugaskan seorang Uskup bernama Makarius untuk menentukan suatu tempat kejadian Yesus meninggal karena hukuman.
Melalui penelitian sejarah dari catatan-catatan kuno yang ada, Uskup Makarius menyimpulkan bahwa lokasi tersebut berada di tempat Hadrianus mendirikan Kuil Afrodit dan Altar Venus berada.
Dalam sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem pernah menjadi tempat didirikannya kuil dan altar untuk menyembah dewi Afrodit atau Venus. Pada lokasi inilah kemudian, Kaisar Konstantin memerintahkan pendirian sebuah basilica suci.
Seiring waktu berjalan basilica suci tersebut seringkali mengalami renovasi karena hancur oleh perang-perang yang terjadi. Lambat laun basilica tersebut dimodifikasi dan diubah menjadi Gereja Makam Suci.
3. Penyaliban Yesus di Bukit Golgota
Sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem mencatat sebuah peristiwa tragis yang terjadi pada Sang Juru Selamat, yaitu penghukuman yang diberikan oleh Kekaisaran Romawi.
Pada masanya hukuman ini sengaja diberikan kepada pemberontak dan pelaku kriminal. Sehingga pada masa itu, Golgota dikenal sebagai bukit hukuman atau tengkorak atau kematian.
Yesus mengalami penyiksaan yang luar biasa sebelum disalibkan dan dipaksa berjalan dengan salib. Bukan hanya disiksa, tapi juga dipakaikan mahkota duri pada kepala-Nya, dicambuk, serta diolok-olok oleh banyak orang.
Padahal dalam sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem dituliskan bahwa ketika itu Yesus tidak melakukan kesalahan apapun. Seakan hukuman tersebut masih kurang, Yesus juga dipaksa memikul salib dari rumah Pilatus menuju Golgota.
Perjalanan yang dilalui tidak mudah, karena berbatu, berliku, dan terjal hingga menuju puncak tertinggi. Perjalanan menyakitkan dan menyiksa ini disebut dalam Alkitab sebagai Jalan Salib Yesus.
Pada akhirnya Yesus meninggal jam tiga sore tepat ketika berada dalam area Bukit Golgota dan dikuburkan dekat lokasi penyaliban tersebut. Namun, pada hari ketiga Yesus mampu mengalahkan maut dengan bangkit dari kematian.
Sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem menyatakan bahwa hukuman yang dijalani oleh Yesus merupakan perjalanan berat tapi sangat bermakna. Sebab hukuman tersebut diyakini untuk menghapuskan dosa-dosa kaum Nasrani saat itu.
Oleh sebab itu, peristiwa penyaliban ini juga dianggap sebagai penyucian dan Yesus disebutkan sebagai Sang Juru Selamat bagi umat manusia, khususnya umat Kristen.
4. Lokasi Alternatif Golgota Selain Lokasi Gereja Makam Suci
Selain Gereja Makam Suci, ada juga yang memercayai bahwa lokasi bersejarah tempat penyaliban terjadi adalah di Bukit Berbata atau Kalvari Gorden di bagian Utara Kota Tua Yerusalem. Banyak juga yang datang untuk berziarah ke tempat ini.
Meskipun keduanya memang tidak secara sah djadikan sebagai lokasi pasti peristiwa bersejarah ini. Namun, dalam catatan sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem lebih dikenal sebagai tempat peristiwa penyaliban tersebut terjadi.
Lokasi alternative ini bernama Kalvari Gordon, jaraknya 230 meter di bagian Timur Laut dari Gerbang Damaskus. Nama tersebut diambil dari nama seorang tokoh Kristen yaitu Charles George Gordon.
Charles George Gordon merupakan pemimpin pasukan militer yang datang ke Yerusalem. Kemudian Gordon mengemukakan pendapatnya mengenai lokasi alternative tempat peristiwa penyaliban terjadi, yaitu Kalvari Gordon.
Di lokasi ini terdapat batu karang yang mirip dengan muka tengkorak. Sehingga dianggap sebagai Tengkorak seperti disebutkan dalam Alkitab.
Kemudian pendapat tersebut tercatat dalam sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem sebagai lokasi alternative selain lokasi tempat dibangunnya Gereja Makam Suci. Namun, belum ada catatan mampu membenarkan pendapat ini secara penuh.
5. Lokasi Alternatif Golgotha Dusatko Dicetuskan Misionaris Jerman
Lokasi alternative lainnya yang juga disebutkan sebagai tempat meninggalnya Yesus dan makam-Nya hingga hari kebangkitan adalah Golgotha Dusatko. Tempatnya berada di luar gerbang Singa atau Lion’s Gate.
Lokasi ini memiliki bentuk mirip bagian atas tengkorak kepala sesuai dengan catatan sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem yang dikatakan berbentuk mirip tengkorak manusia.
Argumen ini dicetuskan oleh Rodger Dusatko, seorang misionaris dari Jerman. Sejumlah argumen pendukung juga disebutkan oleh Dusatko, yaitu:
Kranion
Yaitu kata Yunani yang menggambarkan tempat penyaliban Yesus. Dalam empat Kitab Injil kata ini selalu disebutkan.
Kata ini memiliki arti yang berbeda dengan skufion, jika skupion berarti tengkorak, kranion merujuk pada bagian atas tengkorak atau tutup tengkorak sehingga menurut Dusatko lokasi di luar Gerbang Singa lebih mewakili kata tersebut.
Tabir Bait Suci Terbelah Dua
Sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem dalam Alkitab menyatakan ketika Yesus wafat tabir Bait Suci terbelah dua. Hal ini disaksikan oleh kepala pasukan Centurion Romawi dan prajurit-prajuritnya.
Dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas telah disebutkan mengenai hal tersebut. Dalam catatan harmoni Injil paling tua, Diatessaron karya Tatian juga merujuk akan hal ini.
Kamu bisa melihat tabir Suci Terbelah dengan lebih jelas ketika berada di Bukit Zaitun yang jaraknya 700 meter dari lokasi. Meskipun harus mencari lokasi yang benar-benar tepat untuk bisa melihatnya.
Kepercayaan Penganut Protestan Mengenai Golgota

Dalam ajaran Kristen sendiri terbagi atas beberapa ritus gereja, salah satunya sangat dikenal yaitu Protestan. Ajaran Protestan memiliki garis besar seperti pada ajaran Kristen, tapi dalam beberapa hal memiliki perbedaan.
Salah satunya dalam sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem, menurut kaum Protestan lokasi sebenarnya di mana peristiwa penyaliban terjadi adalah Garden Tomb.
Garden Tomb berada di bagian bawah tebing dengan dua lubang berukuran besar yang tampak melekuk. Lubang-lubang ini membuat tampilan tempat tersebut seperti tengkorak dengan lubang mata.
Karena tampilan yang seperti lubang bola mata inilah membuat kaum Protestan percaya bahwa Golgota sebenarnya berada di lokasi ini. Akan tetapi, seorang arkeologis, Gabriel Barkay, menyangkal hal tersebut.
Menurut Barkay Garden Tomb tidak ada sangkut pautnya dengan sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem, karena Taman Makam tersebut dibuat pada abad ketujuh, beberapa abad setelah kejadian penyaliban Sang Juru Selamat.
Selain itu, hal ini juga bertentangan dengan Injil Yohanes yang menyatakan bahwa Yesus dibaringkan di sebuah makam peringatan baru. Sedangkan Garden Tomb bukanlah Taman Makam baru.
Golgota Merupakan Lokasi Penghukuman
Dalam sejarah kekaisaran Romawi tercatat bahwa Golgota dahulunya merupakan sebuah tempat penghukuman. Para pengkhianat, pemberontak, dan pembunuh akan mendapatkan hukumannya di sana.
Hukumannya dapat berupa hukuman penyaliban, cambuk dan berbagai jenis hukuman mati lainnya. Setelah kematian para penjahat banyak yang tidak dimakamkan secara layak sehingga banyak tengkorak ditemukan.
Dalam sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem hal ini juga disebutkan dan menjadi dasar penamaan lokasi tersebut. Dahulunya lokasi ini berada di luar gerbang atau tembok kota.
Sejak abad ke-6 tempat tersebut dipakai sebagai nama sebuah gunung dan bukit kecil sejak tahun 333. Dalam kitab-kitab Injil digambarkan sebagai tempat yang cukup dekat dengan kota Yerusalem, tapi bukan merupakan bagian kota.
Sebab dekat dengan kota, tapi tidak menjadi bagian kota, maka lokasi tersebut dipilih sebagai tempat penghukuman. Sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem mencatat lokasi ini memang sempat mengalami beberapa perubahan.
Bukit Golgota di Masa Kaisar Romawi Hadrian
Pada masa kekuasaan Kaisar Romawi Hadrian tempat penghukuman ini pernah ditimbun untuk perluasaan area kota. Kaisar Hadrian memerintahkan untuk menimbun lokasi tersebut dengan tanah dan batu dan mengalihfungsikannya.
Dibangunlah padar Aelia Capitolina pada lokasi bersejarah tersebut. Catatan sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem mencatat hal ini sebagai sesuatu yang melukai kesucian dari peristiwa suci pengorbanan sang Yesus.
Setelah Kaisar Konstantin naik tahta dan menjabat, maka terjadi perubahan besar. Lokasi bersejarah tersebut kemudian digali kembali dan dibangun bangunan balisika suci untuk menghormatinya.
Dikenal dengan Beragam Nama
Dalam perjalanannya semenjak dikenal pada tahun 333 sebagai bukit kecil, Golgota memiliki banyak sebutan. Akan tetapi, sebenarnya kata tersebut tidak pernah dikaitkan dengan gunung maupun bukit.
Dalam sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem yang tertulis di Alkitab disebutkan sebagai nama tempat saja. Namun, karena artinya Tengkorak, maka umat Kristiani menyangkutkannya dengan bentuk tengkorak.
Sehingga dicarilah lokasi yang paling sesuai atau mendekati dengan keterangan tertulis dalam Alkitab. Dalam perkembangannya ada beberapa lokasi yang bisa dikaitkan dengan kata tengkorak tersebut.
Selain sebagai lokasi peristiwa Yesus disalibkan, tempat ini juga dikenal sebagai tanah milik Yusuf dari Arimatea. Sehingga sejarahnya bisa lebih rumit dan panjang lagi.
Nama lain dalam catatan sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem untuk menyebutkan lokasi ini adalah Gulgata atau a skull (tengkorak). Dalam bahasa latin disebut Calva atau Calvarium dan diturunkan menjadi kata Calvary.
Penyebutan dalam bahasa Yunani adalah Kraniou Topos berarti Tempat Tengkorak sesuai penyebutan dalam Injil Matius 27:33, dan Lukas 23:33. Istilah calvary juga banyak digunakan dalam Naskah Latin Vulgate dan diambil dari kata calvaria.
Akan tetapi, beberapa penyebutan di atas tidak digunakan pada zaman Yesus, tapi digunakan setelahnya. Terutama setelah Agama Kristen menyebar dan terbagi atas beberapa ritus di dunia.
Perjalanan Wisata Religi ke Bukit Golgota
Karena sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem tercatat dalam Alkitab dan terus diceritakan turun temurun dalam komunitas Kristen, menjadikan lokasi ini sangat diagungkan oleh umat Kristen dari berbagai aliran jemaat gereja.
Bukit Golgota sendiri telah masuk dalam Holyland yaitu tanah-tanah yang dianggap suci bagi penganut agama Kristen. Holyland merupakan tempat bersejarah dan dianggap suci sehingga kunjungan ke lokasi tersebut dianggap perjalanan spiritual.
Jika kamu tertarik melakukan perjalanan spiritual ini, sebaiknya datang bersama didampingi pemandu atau pendeta yang dapat menceritakan kisah serta sejarahnya dengan baik.
Selain itu, perjalanan wisata religi ke wilayah ini juga perlu keamanan karena sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem membuktikan bahwa lokasi ini bukan hanya suci bagi para penganut Kristen, tapi juga dianggap suci oleh dua agama lainnya.
Dalam agama Yahudi serta Islam juga menganggap beberapa lokasi di Yerusalem merupakan situs suci. Bahkan semenjak dulu terjadi perebutan wilayah oleh beberapa pihak untuk menjadi pemilik kota Yerusalem.
Tentunya untuk melakukan perjalanan religious ke situs-situs suci diperlukan persiapan matang. Kamu bisa saja berangkat sendiri atau bersama teman, tapi memang paling tepat jika menggunakan jasa agensi travel khusus untuk perjalanan rohani ke Holyland.
Perjalanan Holyland bersama Insight Tour

Insight Tour merupakan biru perjalanan rohani ke Holyland terpercaya yang bisa kamu pilih. Kami melayani paket tur ke berbagai destinasi menarik, seperti Cairo, Bethlehem, Yerusalem, Tiberias, Nazareth, dan Amman.
Perusahaan kami menjamin dan memastikan kenyamanan kamu selama perjalanan karena pengalaman setiap peziarah sangat diperhatikan serta begitu berharga. Kami juga menawarkan pendampingan pendeta pada setiap perjalanan.
Ada paket perjalanan 11 hari perjalanan rohani ke Yerusalem. Kami akan mengajak kamu mengunjungi berbagai tempat bersejarah, seperti Golgota, Gereja Makam Suci, Bukit Zaitun, dan berbagai destinasi lainnya.
Informasi mengenai paket dan destinasi wisata lainnya bisa kamu cek di website kami pada laman insighttour.id. Jika ingin informasi lebih terkait perjalanan ke berbagai destinasi Holyland bisa hubungi 0811857989.
Perjalanan dengan paket wisata rohani kami akan memberikan pengalaman terbaik dan membuat kamu lebih mengerti serta memahami tentang sejarah mengenai Bukit Golgota di Yerusalem.



