Pohon Ara

Pohon Ara dan Kisah Yesus

Pohon Ara merupakan salah satu jenis tumbuhan yang paling sering disebutkan di dalam Alkitab.  Pohon ara adalah tanaman asli Asia Barat Daya, Israel, Siria, dan Mesir, serta terkenal karena umurnya yang sangat panjang. Meskipun tumbuh liar, pohon ini perlu dibudidayakan untuk memperoleh hasil yang baik hingga cukup mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah, bahkan tumbuh dengan baik di tanah yang berbatu-batu. Tingginya dapat mencapai kira-kira 9 m, dengan diameter batang kira-kira 0,6 m, dan memiliki cabang-cabang yang melebar. Meskipun khususnya dianggap berharga karena buahnya, pohon ini juga sangat bernilai karena menjadi penaungan yang baik. Pohon ara pertama kali disebutkan sewaktu Adam dan Hawa menyemat daun-daunnya untuk dijadikan penutup pinggang.

Kej 3:7

Lalu terbukalah mata mereka, dan mereka sadar bahwa mereka telanjang. Jadi, mereka menjalin daun-daun ara untuk menutupi pinggang mereka.

Ada banyak ayat alkitab yang menulis mengenai pohon Ara, misalnya Hakim-Hakim 9:11, Bilangan 20: 5, Mazmur 105:33, dan ayat –ayat lainya. Salah satu ayat alkitab yang paling terkenal mengenai Pohon ara adalah di mana Yesus mengutuk salah satu Pohon Ara pada Markus 11: 12 -14.

Markus 11: 12 -14

12 Besoknya, ketika mereka berangkat dari Betani, dia merasa lapar.  13 Dari jauh, dia melihat pohon ara yang memiliki daun-daun, dan dia pergi ke situ untuk melihat apakah pohon itu ada buahnya. Tapi ketika sampai di pohon itu, dia tidak menemukan apa-apa selain daun, karena saat itu bukan musim buah ara. 14 Maka dia berkata kepada pohon itu, ”Tidak akan ada yang makan buahmu lagi.”

Mengapa Yesus mengutuk pohon ara walaupun Yesus tahu bahwa Dia tidak dapat menemukan buah ara? Dalam kejadian ini, Kristus ingin memberikan pelajaran kepada para murid.  Kalau kita melihat secara literal, maka kita tidak mendapatkan pengertian apapun, karena memang secara alami pohon ara tersebut belum berbuah karena belum musimnya, dan oleh karena itu tidak dapat dipersalahkan. Namun, dalam kejadian ini  Yesus ingin menegaskan kembali tentang orang-orang yang akan mendapatkan hukuman karena tidak memberikan buah-buah yang baik. Hal ini ditegaskan di dalam Lukas 13:6-9, yang mengatakan:

“6 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. 7 Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! 8 Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, 9 mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!“

Dapat dikatakan bahwa hal ini dimaksudkan untuk memacu kita sebagai murid Kristus untuk dapat menghasilkan buah-buah yang baik. Kita yang telah diberi bermacam-macam talenta oleh Yesus harus bisa menggunakannya untuk memuliakan Nama-Nya.

Pohon AraManfaat Pohon Ara

Umumnya buahnya dapat dikonsumsi dengan baik tanpa pengolahan maupun dengan pengolahan. Di beberapa daerah sekitar Israel, daun pohon ara juga digunakan sebagai alat pembungkus makanan karena berukuran cukup lebar. Buah ara terasa manis. Umumnya buah  ara diolah dengan cara dikeringkan karena dipercaya mengandung kadar gula alami yang tinggi, kalsium, zat besi dan tembaga. Itu sebabnya buah ara ini berguna untuk menyembuhkan beberapa penyakit mematikan seperti kanker, kolesterol dan meningkatkan sistem imun.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *