Posts

Perbedaan Cara Berpuasa Orang Kristen Katolik dan Kristen Protestan

Perbedaan Cara Berpuasa Orang Kristen Katolik dan Kristen Protestan

Banyak yang mengira bahwa cara berpuasa orang Kristen katolik dan Kristen prostestan itu sama, namun pada kenyataannya cara mereka berpuasa itu memiliki banyak perbedaan. Perbedaan utama terletak pada keyakinan mereka itu sendiri.

Selain berbeda dalam keyakinan, perbedaan cara mereka berpuasa terletak pada jangka waktu puasa, tata cara berpuasa, dan masih banyak lagi. Walaupun memiliki banyak perbedaan dalam cara mereka berpuasa, mereka juga memiliki persamaan dalam menjalankan puasa.

Persamaan cara mereka berpuasa dapat dilihat pada inti dari berpuasa itu sendiri yaitu menahan lapar dan haus pada hari dan waktu tertentu, selain itu tujuan dari umat katolik dan Kristen berpuasa adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Walaupun memiliki tujuan yang sama, namun ada beberapa perbedaan tujuan yang umat Kristen katolik miliki, namun tidak ada pada Kristen protestan begitupun sebaliknya. Untuk membahas lebih dalam cara berpuasa orang beragama Kristen katolik dan Kristen protestan berikut penjelasan lengkapnya.

Cara Berpuasa Orang Kristen Katolik

Berikut ini beberapa cara orang kristen katolik menjalankan puasa :

  1. Umat katolik wajib berpusa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung

Orang katolik yang wajib berpuasa adalah orang yang sudah berumur antara 18 tahun sampai dengan 60 tahun, selain itu tidak diwajibkan untuk berpuasa. Dalam menjalankan puasa orang katolik hanya diperbolehkan makan sekali kenyang, boleh saat pagi, siang, atau malam.

  • Melakukan Pantang pada hari jumat selama masa prapaskah

Selain menjalankan puasa umat katolik juga menjalankan pantang pada masa prapaskah.

Umat katolik yang wajib menjalankan pantang adalah umat yang berumur 14 tahun keatas. Khusus pada tahun 2020 ini umat katolik seindonesia menjalankan pantang setiap hari jumat sepanjang tahun tujuannya sebagai silih atas dosa mereka.

Jenis pantang setiap umat katolik berbeda beda, tergantung dari kebiasaan dan kesukaan  umat itu sendiri, jenis pantang yang sangat sering dipilih adalah pantang     pada makanan dan minuman yang mereka sukai. Contohnya seperti pantang makan daging.

Perbedaan Cara Berpuasa Orang Kristen Katolik dan Kristen Protestan
Perbedaan Cara Berpuasa Orang Kristen Katolik dan Kristen Protestan

Cara Berpuasa Orang Kristen Protestan

Menurut orang Kristen ada 3 jenis puasa yang mereka lakukan, yang pertama adalah puasa biasa. Puasa biasa menurut orang Kristen adalah berpantang untuk memakan makanan tertentu seperti makanan keras atau lembut namun mereka tidak perlu pantang air. Kedua adalah puasa sebagian, puasa sebagian hanya perlu membatasi makan. 

Ketiga adalah  puasa penuh, puasa penuh puasa penuh di wajibkan untuk tidak makan dan minum dalam waktu minimal 1 hari dan tidak lebih dari 3 hari. Ada juga beberapa orang Kristen yang berpuasa sesuai dengan tokoh yang ada dalam alkitab.

Salah satu tokoh alkitab yang paling sering di contoh cara puasanya adalah cara Puasa Daniel, dalam Daniel 1:12 dijelaskan bahwa dalam waktu 10 hari Daniel hanya makan sayur dan minum air putih serta berdoa kepada Tuhan Yesus.

Namun ada juga yang meniru cara puasa Musa, menurut keluaran 24:16 Musa tidak makan dan minum selama 40 hari. puasa seperti itu tidak mungkin bagi orang biasa, jadi umat Kristen yang melakukan puasa seperti Musa selalu makan dan minum paling tidak 1 hari sekali.

Kita tahu bahwa tujuan puasa adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, namun menurut orang Kristen puasa juga memiliki tujuan lain seperti memperlancar doa kita kepada Tuhan, untuk mengusir jenis setan tertentu, meminta jawaban atas masalah yang kita hadapi, serta meminta silih atas dosa mereka.

Perbedaan-perbedaan tersebut tidaklah menjadi masalah yang terpenting adalah bagaimana cara kita berpuasa sesuai dengan tata aturan yang dipercaya oleh masing-masing agama. Intinya berpuasalah sesuai dengan kemampuan dan cara berpuasa orang Kristen katolik dan Kristen protestan.

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Puasa Katolik 2020 Pesan Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang

Puasa Katolik 2020: Pesan Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang

Anda telah melewati masa puasa Katolik 2020. Namun tak ada salahnya untuk terus mengerti arti dari puasa dan pantang yang Anda lakukan. Sebenarnya apa saja alasan umat Katolik menjalankan puasa dan pantang?

Puasa dan pantang memiliki arti pertobatan, menjadi tanda penyangkalan diri dan sebagai tanda bersatunya pengorbanan Anda dan Yesus di kayu salib. Yesus telah menebus dosa Anda. Berpuasa dan berpantang membuat Anda tak lepas dari doa.

Jangan lupa untuk tetap melaksanakan perbuatan amal kasih dalam masa prapaskah. Kegiatan tersebut dapat dilakukan bersama-sama dengan rekan-rekan gereja lainnya. Hal-hal tersebut juga sebagai latihan rohani demi mendekatkan diri kepada Tuhan dan sesama. Bukan untuk tujuan lain yang bersifat duniawi seperti diet atau berhemat.

Kata Bapa Uskup Mengenai Puasa Katolik 2020

Puasa Katolik pada tahun 2020 kali ini mengangkat tema “Bertobat, Terlibat, dan Berbuah Berkat”. Dalam surat gembalanya, beliau menjelaskan makna tema tahun ini dan tentu mengajak untuk mengamalkannya.

Bapa Uskup mengingatkan arti dari “bertobat” adalah rahmat belas kasih Allah yang melimpah dan perlunya niat bergerak dari dalam diri untuk melakukan pertobatan. Baik itu dari cara berpikir, merasa, hingga tindakan.

Anda harus mampu bangkit dari kerapuhan dosa dan meninggalkan hal-hal yang tak selaras dengan kehendak Allah  sebagai perwujudan pertobatan sejati pada masa puasa Katolik 2020 dan seterusnya. Arti ‘terlibat’ ingin menegaskan bentuk dari pertobatan yang dalam adalah membuat orang lain ikut tergerak dan bergerak.

Gerak yang dimaksud adalah guna mewujudkan kebaikan dan keutamaan hidup dalam hal kecil dan sederhana. Bapa Uskup mengatakan bahwa dari “bertobat” maupun “terlibat” akan membuat hidup Anda menjadi “berbuah berkat”. Buah berkat itu merupakan perubahan yang dibawa dari usaha pertobatan Anda sendiri dan kepada orang lain.

Seputar Puasa Katolik 2020 dan Pantang dalam Katolik

Dalam melakukan puasa ini, Anda perlu memahami pantangan yang dilakukan umat katolik beserta alasannya di bawah ini.

  1. Pantang dapat dilakukan setiap hari Jumat. Mengapa hari Jumat? Karena gereja Katolik menentukan Jumat sebagai hari pertobatan. Pengecualian untuk hari Jumat yang jatuh di hari raya.
  2. Pantangan yang disarankan seperti daging, rokok, kopi. Berpantanglah terhadap makanan/minuman yang menjadi favorit Anda. Bisa juga melakukan pantang terhadap kebiasaan-kebiasaan konsumtif seperti menonton TV, bermain game hingga merokok.
  3. Apabila ingin melakukan aksi puasa dan pantang yang lebih dari aturan gereja, maka dipersilakan untuk menjalankannya setiap hari selama masa prapaskah.
  4. Aturan makan pada puasa Katolik 2020 tak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, makan kenyang sekali. Makan kenyang dapat Anda lakukan antara pagi, siang, atau malam.
Puasa Katolik 2020 Pesan Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang
Puasa Katolik 2020 Pesan Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang

Dengan berpantang Anda dapat melatih pengendalian diri ketika berbuka puasa makan kenyang porsi biasa tidak berlebihan. Arti kata makan kenyang satu kali jangan disalahartikan kalau Anda tetap memakan camilan berkali-kali dalam sehari.

Gereja juga menganjurkan beberapa hal untuk mengisi kesempatan membina pertobatan:

1. Mencari wujud matiraga yang sesuai dengan usia, dapat dilakukan secara pribadi maupun bersama keluarga dan komunitas.

2. Pantang makan nasi di hari yang telah ditentukan lalu menggantinya dengan bahan makanan pokok lokal lainnya ditemani satu macam lauk saja.

3. Memilih wujud pertobatan yang memiliki daya ubah. Dilakukan selama empat puluh hari masa prapaskah.

4. Gereja menganjurkan agar adanya wujud karya amal kasih teruntuk teman-teman di luar sana yang membutuhkan

5. Melatih ketekunandalam banyak kegiatan liturgis seperti ibadat jalan salib, meditasi, retret/rekoleksi, adorasi dan lain-lain.

Banyak yang dapat Anda lakukan untuk memaknai pantang dan puasa di masa prapaskah. Gereja hanya menjadi saran untuk membantu mengembangkan hal-hal baik dari dalam diri Anda melalui pertobatan. Meski telah lewat, namun pertobatan dari pantang dan puasa Katolik 2020 tetap dapat diamalkan.

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik