Sejarah Doa Angelus Katolik Serta Maknanya di Setiap Waktu

Sejarah Doa Angelus Katolik Serta Maknanya di Setiap Waktu

Bagi umat Katolik, doa Angelus katolik merupakan salah doa yang wajib dilakukan setiap harinya. Doa Angelus 3 kali dalam sehari, yaitu pagi, siang dan malam, yang ditandai dengan lonceng serta mendaraskan doa tersebut. Doa tersebut diiring dengan bunyi lonceng dan biasanya didaraskan bersama-sama oleh umat Katolik.

Doa Angelus disebut juga sebagai doa Malaikat Tuhan dan tujuan utama melakukan doa Angelus adalah untuk mengingatkan umat Katolik agar memberi penghormatan pada Bunda Maria serta karya Penyelamatan Allah. Dalam doa Angelus disebutkan peristiwa inkarnasi, di mana Malaikan memberi kabar kepada Maria tentang Roh Kudus yang akan dikandungnya.

Secara umum doa Angelus katolik diiringi dengan bel atau lonceng pujian, dan didalamnya terdapat doa pokok, yakni doa Salam Maria sebanyak 3 kali. Dengan mengucapkan doa Angelus pada jam yang ditetapkan maka umat Katolik mengakui Iman atas Karya Keselamatan Allah melalui kehadiran Yesus dalam kandungan Bunda Maria.

Sejarah dari Doa Angelus Katolik

Dari catatan gereja Katolik, doa Angelus sudah dilakukan sejak tahun 1263. Saat itu Santo Bonaventura yang menjadi tokoh memuali doa tersebut dalam Sidang Umum Ordo Fransiskan. Pada saat itu belum ada waktu khusus yang ditetapkan dalam mendaraskan doa Angelus tersebut.

Hingga akhirnya Paus Sixtus IV menyarankan agar doa ini dilakukan pada siang hari. hal ini diberlakukan sejak tahun 1475. Pada tahun 1517, doa Angelus kembali mengalami perombakan, kali ini Paus Leo X menyarankan agar doa Angelus dilakukan pada pagi, siang, dan malam hari.

Hal tersebut juga belaku hingga beberapa tahun ke dapan. Pada tahun 1571, Paus Pius V kemudian menyempurnakan doa Angelus tersebut dengan pembagian 3 waktu yang berbeda seperti kita kenal sekarang.

Sejak Paus Pius V melengkapi doa Angelus katolik tersebut, hingga saat ini tidak ada perubahan yang dilakukan. Paus St. Paulus VI menegaskan bahwa doa Angelus masih tetap mempertahankan nilai dan keasliannya hingga sekarang. Sedangkan Paus St.

Yohannes Paulus II menegaskan bahwa doa Angelus sudah sempurna sehingga tidak perlu dilakukan perubahan apa pun, sehingga doa Angelus yang Anda kenal sekarang masih sama seperti dulu. Pada saat masa paskah tiba, doa Angelus tidak digunakan dan diganting dengan doa Ratu Surga. 

Doa Ratu Surga atau biasa disebut doa Regina Caeli ini juga dilakukan pada jam yang sama, yakni pukul 06.00, 12.00, dan 18.00. Setelah masa paskah selesai maka doa Ratu Surga akan digantikan lagi menjadi doa Angelus seperti biasanya.

Sejarah Doa Angelus Katolik Serta Maknanya di Setiap Waktu
Sejarah Doa Angelus Katolik Serta Maknanya di Setiap Waktu

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Makna Doa Angelus Katolik Setiap Waktu

Doa Angelus di daraskan pada 3 waktu yang berbeda, yakni pada pagi hari, siang hari, dan sore hari. Pemilihan waktu tersebut bukan tanpa alasan, karena setiap waktu tersebut memiliki makna khusus.

Pada pagi hari, yakni pukul 06.00, doa Angelus memiliki makna sebagai penghormatan kepada kebangkitan Yesus Kristus. Dengan memperingati kebangkitan Kristus, maka Anda juga harus bangkit dalam menjalani hari-hari. Sedangkan doa Angelus pada pukul 12.00 siang hari memiliki makna untuk memperingati sengsara Yesus Kristus.

Sebagai mana Anda ketahui bahwa Yesus Kristus mengalami penyaliban pada saat siang hari, hingga akhirnya wafat pukul 03.00 sore. Melalui sengsara Kristus, Anda diingatkan agar tetap kuat melaksanakan pekerjaan, sebagaimana Kristus Berkorban untuk Anda.

Doa Angelus pada pukul 06.00 sore, dilakukan untuk menghormati inkarnasi Allah yang menjelma menjadi manusia dalam rupa Yesus. Doa Angelus Katolik pada waktu tersebut ditujukan agar kita tetap ingat akan kehadiran Allah setiap saat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *