Perbedaan Metode Baptisan di Gereja Kristen

Aliran dalam gereja Kristen Protestan sangatlah beragam dan masing-masing memiliki perbedaan salah satunya dalam hal metode baptisan di gereja. Untuk beberapa gereja dengan aliran yang sama pun ada kemungkinan memiliki cara melakukan pembaptisan berbeda-beda. Hal tersebut dapat dilihat dari segi pelaksanaan maupun landasan gereja. 

Memiliki perbedaan dalam segi kebaktian atau ibadah mungkin menjadi hal yang cukup biasa untuk ditemukan. Namun, beberapa jemaat sering dibuat bingung dengan metode baptisan yang berbeda-beda juga antar satu gereja dengan gereja lainnya. Tentu dalam hal ini ada penjelasan yang harus diketahui agar tidak semakin membingungkan. 

Kata Baptis atau Baptisan diambil dari Bahasa Yunani yang memiliki arti mewarnai. Namun, pengertian ini berkembang menjadi saya membasahi atau saya membenamkan. Selain itu, kata Baptis juga sering diartikan dengan saya membersihkan, saya mencelupkan, dan saya memurnikan. Cara yang digunakan untuk kegiatan tersebut adalah dengan pembasuhan. 

Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa baptis bisa dilakukan dengan dua metode yang sampai saat ini digunakan oleh gereja Kristen seperti di Indonesia. Dua metode baptisan di gereja tersebut adalah baptisan percik dan baptis selam. Untuk perbedaan keduanya akan dijelaskan dari dua sisi dibawah ini. 

Perbedaan Metode Pembaptisan dari Segi Pelaksanaan di Setiap Gereja Protestan

Untuk melakukan pembasuhan dibutuhkan air dengan tujuan untuk membersihkan peserta yang akan dibaptis. Kedua metode ini sama-sama menggunakan air yang bersih dan dianggap sudah dimurnikan terlebih dahulu dengan serangkaian acara berdasarkan gereja masing-masing. Perbedaan yang pertama ini adalah dari segi pelaksanaan. 

Metode baptisan di gereja selam berbeda dengan percik, di mana selam akan dilakukan dengan menyelamkan peserta baptisan ke dalam air sebanyak tiga kali. Arti tiga kali dalam baptisan mengambil landasan lamanya Yesus dikuburkan yaitu tiga kali. Maksud dari baptisan adalah peserta baptisan telah mati Bersama Yesus dan sudah diangkat sebanyak tiga kali pula. 

Gerakan mengangkat tubuh adalah gerakan yang menandakan bahwa manusia sudah bangkit dan Yesus telah mengalahkan maut. Hal ini tampak berbeda dengan baptisan metode percik yang dilakukan dengan memercikkan air sudah diberkati ke dahi maupun tubuh manusia. Ada sumber yang menyatakan bahwa metode ini didasarkan karena sulitnya menemukan air jaman dahulu. 

Sehingga dapat diartikan bahwa kegiatan baptisan dengan menggunakan metode percik adalah sebagai jalan alternatif. Akan tetapi melihat pelaksanaan metode baptisan di gereja Kristen saat ini sudah lebih banyak menggunakan baptis percik karena dianggap lebih mudah untuk dilakukan. 

Perbedaan dari Segi Landasan atau Dasar yang Digunakan

Meskipun dari segi pelaksanaan tampak perbedaan yang cukup signifikan, namun tentu ada perbedaan dari segi landasan dalam gereja tersebut. Dalam hal pengertian maupun landasan ini gereja-gereja yang menggunakan dua metode ini memiliki cara pandang berbeda-beda. Dimana baptis selam menyebutkan bahwa dengan baptisan dapat menyelamatkan. 

Ini terpacu pada ayat di Alkitab Markus 16:16 yang menyatakan bahwa “Siapa yang percaya dan dibaptis akan selamat, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”. Selain itu juga mereka menganggap bahwa metode baptisan di gereja dengan selam menggunakan metode yang dipaki Tuhan Yesus Kristus saat dibaptis. 

Namun, pada gereja yang menggunakan baptis percik menyebutkan bahwa bukan hanya dengan baptisan selam Tuhan menggunakan air sebagai sarana melakukan pembaptisan. Cara baptisan pun dianggap tidak menyelamatkan karena yang paling penting adalah baptis roh di dalam diri kita dan akan dibaptis dalam Bapa, Anak, dan Roh Kudus. 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa bukan dengan metodenya manusia bisa diselamatkan, akan tetapi dengan makna dan keinginan seseorang untuk dibersihkan dengan air murni sehingga lahir baru serta beroleh pengampunan dosa dalam Kristen. Oleh karena itu, Anda tidak lagi perlu membandingkan kedua metode baptisan di gereja Kristen tersebut. 

Lihat juga : Lagu Kristen 2020

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *