Menjadi Santo dan Santa Gereja Katolik Membutuhkan Proses Panjang

Menjadi Santo dan Santa Gereja Katolik Membutuhkan Proses Panjang

Nama Santo dan Santa gereja Katolik pada umumnya digunakan sebagai nama baptis yang bertujuan agar Santo dan Santa tersebut menjadi pelindung bagi pengguna nama baptis tersebut. Dalam sejarah gereja Katolik sudah banyak yang dijadikan sebagai Santo dan Santa.

Beberapa nama Santo dan Santa yang cukup populer didengar seperti Santa Teresa, Santo Pio, Santo Fransiskus, dan yang lainnya. Biasanya yang berhak menyandang gelar Santo dan Santa adalah mereka yang menjalani hidup dengan suci di bumi, dan mati dengan iman Katolik yang teguh.

Tidak mudah memberikan gelar Santo dan Santa bagi seseorang, karena dibutuhkan banyak penelitian dan proses yang panjang untuk membuktikan apakah orang tersebut layak mendapat gelar Santo dan Santa. Gelar Santo dan Santa akan diberikan oleh Takhta Suci sendiri bagi orang yang telah terbukti memenuhi syarat sebagai Santo dan Santa.

Salah satu syarat utama seseorang disebut Santo dan Santa adalah orang tersebut telah mati sebagai martir dalam gereja Katolik. Jadi orang yang masih hidup tidak bisa menerima predikat gelar Santo dan Santa ini.

Proses Menjadi Santo dan Santa Gereja Katolik

Untuk menjadikan seseorang menjadi Santo dan Santa setidaknya dilakukan setelah 5 tahun kematian orang tersebut. Proses pengangkatan menjadi Santo dan Santa tersebut juga membutuhkan waktu yang sangat lama, karena banyak hal yang harus dibuktikan terlebih dahulu.

Bahkan ada yang sampai berpuluh tahun kematian baru menerima gelar Santo dan Santa. Saat seorang Katolik yang dianggap menjalani hidup suci selama di bumi, nantinya akan ditunjuk seorang Postulator oleh Keuskupan yang bertugas mengumpulkan seluruh kebenaran tentang hidup orang tersebut.

Harus ditemukan bukti-bukti berupa dokumenter atau testimoni bahwa orang tersebut menjalani hidu dengan suci seturut ajaran gereja Katolik. Nantinya seluruh bukti tersebut akan diserahkan ke Konggregrasi urusan Santo dan Santa Gereja Katolik agar diselidiki lebih lanjut.

Bila bukti-bukti tersebut benar adanya, dan persyaratan lain telah terpenuhi, maka Paus sendiri yang akan menahbiskan orang tersebut menjadi Santo dan Santa dalam gereja Katolik. Setelah itu barulah seseorang menyandang gelar tersebut.

Menjadi Santo dan Santa Gereja Katolik Membutuhkan Proses Panjang
Menjadi Santo dan Santa Gereja Katolik Membutuhkan Proses Panjang

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Dua Hal Utama yang Menjadi Fokus Penyelidikan

Untuk menetapkan seseorang menjadi Santo dan Santa Gereja Katolik, akan dilakukan penyelidikan terlebih dahulu dalam dua fokus utama, yakni tentang kesucian hidup serta peristiwa kematian. Dalam hal kesucian hidup, orang tersebut harus terbukti menjalani hidup dengan suci, serta kesucian yang dimiliki harus termasyur.

Sebagai contoh, dalam sejarah  Santa Teresa dari Kalkuta telah menunjukkan kehidupan suci yang dijalaninya dengan cara menunjukkan kasih kepada orang – orang yang terlantar. Kesucian tersebut dilihat dan diakui oleh orang lain, sehingga kesucian yang dimiliki menjadi termasyur.

Seseorang yang menjalani hidup dengan suci akan tampak dari perilaku hidupnya yang seturut dengan ajaran Kristus. Peristiwa kematian juga menjadi hal yang diselidiki oleh Postulator saat menjadikan seseorang menjadi Santo dan Santa Gereja Katolik.

Pada zaman dahulu, para martir yang banyak menjadi Santo dan Santa karena mempertahankan iman saat kematian. Saat ini martir kurang relevan dengan jaman, sehingga peristiwa kematian dilihat dari segi keyakinan dan perbuatan orang tersebut akan iman yang mereka miliki.

Calon Santo dan Santa Harus Memberikan Mukjizat Ilahi

Pada umumnya jika seluruh bukti telah diklarifikasi, Paus akan memberikan gelar Beato-Beata atau martir kepada orang tersebut. Untuk bisa memperoleh gelar Santo dan Santa, maka diperlukan sebuah mukjizat ilahi yang diperantarai oleh orang tersebut.

Sebagai contoh, seseorang berdoa meminta mukjizat ilahi dengan perantaraan Bunda Teresia dari Kalkuta, lalu mukjizat tersebut diturunkan. Dengan mukijizat tersebut, Buda Teresia akhirnya resmi diangkat menjadi Santo dan Santa Gereja Katolik.  

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *