hari raya Paskah

Mengulas Seputar Sejarah Hari Raya Paskah

Hari raya Paskah merupakan perayaan tertua dan terpenting dalam tahun liturgi gereja Kristen. Paskah sangat identik dengan Yesus di mana oleh Paulus disebut dengan “anak domba Allah”. Memperingati hari kebangkitan yang dianggap sebagai peristiwa paling sakral dalam kisah hidup Yesus sebagai anak Allah.

Menjadi perayaan yang sangat panjang hingga 40 hari sejak Minggu Paskah bahkan sekarang sampai 50 hari yaitu Pentakosta. Perayaannya berubah-ubah dan perayaannya juga menggunakan hari Minggu sebagai acuan bukan hari sipil. Hal ini dikarenakan berhubungan dengan tri hari suci yaitu Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu sunyi.

Perayaan hari Paskah sendiri merujuk pada perjamuan Kudus yaitu malam perjamuan terakhir yang merupakan perpisahan. Malam itu merupakan malam terakhir Yesus bersama dengan murid-muridnya sampai akhirnya diserahkan. Roti dilambangkan sebagai tubuh Yesus dan anggur sebagai darah yaitu perlambang jika Ia akan dikorbankan di kayu salib.

Mengulas Sejarah Paskah Sebagai Perayaan Tertua Gereja Kristen

Hari raya Paskah memiliki sejarah yang sangat panjang di mana perayaannya sendiri bisa 40 – 50 hari dalam kalender liturgi. Jika membahas tentang sejarahnya di bawah ini terbagi menjadi 3 yang akan lebih mudah dipahami. Berikut sejarah singkat bagaimana Paskah menurut 3 sejarah berbeda di bawah ini.

  1. Gereja mula-mula

Gereja mula-mula memperingati Paskah sebagai kebangkitan Yesus Kristus dengan perayaan sederhana. Membuat perjamuan sederhana dan berdoa tanpa adanya pemberian korban domba karena Yesus korban Paskah sejati. Orang-orang Kristen pada jaman tersebut membuat tapak tilas jalan salib dan menganggap kematiannya sebagai korban keselamatan.

  1. Menurut kalender liturgi

Perayaan digunakan sebagai tanda berakhirnya masa Pra-Paskah di mana 40 hari menjelang hari raya Paskah. Menurut kalender liturgi sepekan sebelumnya ditandai sebagai pekan suci dengan adanya perayaan masing-masing. Dimulai Kamis putih atau Kamis Suci, Jumat Agung, dan Sabtu Sunyi, biasanya ibadah Paskah mulai dilakukan Sabtu malam.

  1. Gereja modern

Gereja-Gereja Kristen mulai perayaan pada Jumat Agung sementara umat Katolik Roma berpuasa saat hari itu. Di mana Jumat Agung merupakan kematian Yesus Kristus sehingga perayaan ibadah dipenuhi dengan rasa dukacita. Lalu di hari Sabtunya Gereja mulai merayakan kebangkitan dan lilin Paskah sebagai tanda Yesus sudah bangkit.

Makna Hari Raya Paskah yang Sesungguhnya

Setelah mengetahui bagaimana secara singkat dijelaskan diatas tentang sejarah hari raya Paskah. Maka tidak ada salahnya jika mencari tahu apa sebenarnya makna dari Paskah sehingga bisa mengenal iman lebih mendalam. Dari banyaknya makna yang ada di bawah ini ada 3 utama untuk dipahami.

  1. Pengampunan

Di malam perjamuan terakhir bersama murid-muridnya Yesus mengatakan anggur sebagai darah-Nya. Darah yang dikorbankan untuk mengampuni dosa banyak orang yang percaya. Pengampunan dari Yesus yang berkorban diri-Nya sendiri untuk menanggung dosa-dosa manusia dengan mati di kayu salib.

  1. Pemulihan

Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang jatuh ke dalam dosa sehingga semua manusia mewarisi dosa asal. Dosa inilah yang membuat hubungan manusia dengan Allah menjadi retak atau rusak. Yesus mati di kayu salib dengan tujuan untuk memulihkan hubungan manusia dengan Allah dan mendamaikan kita.

  1. Jaminan 

Menurut Alkitab hukuman atas dosa adalah maut atau Neraka sehingga siapapun yang berdosa patut di hukum. Allah mengutus Yesus untuk menggantikan posisi manusia sehingga bisa merasakan hidup kekal. Kematian-Nya memberikan jaminan kepada manusia untuk bisa terbebas dari dosa-dosanya.

Kematian Yesus tidak bisa dipisahkan dengan perayaan kebangkitan-Nya, kematian tanpa kebangkitan adalah sia-sia. Sementara kebangkitan tanpa adanya kematian tidak akan mungkin terjadi sehingga saling mempengaruhi. Hari raya Paskah sebagai peringatan akan kematian Yesus sekaligus kebangkitan-Nya sangat penuh makna.

Baca juga : Happy Easter atau Happy Passover?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *