Mengenal 7 Sakramen Gereja Katolik dan Penjelasannya

Mengenal 7 Sakramen Gereja Katolik dan Penjelasannya

Ada 7 macam Sakramen Gereja Katolik, yaitu Sakramen Baptis, Ekaristi, Krisma atau penguatan, Pengurapan Orang Sakit, Tobat atau pengampunan dosa, perkawinan, dan imamat atau tahbisan. 7 sakramen ini mewakili pola kehidupan manusia secara jasmani.

Pola tersebut yaitu lahir yang diwujudkan dalam sakramen baptis (lahir kembali), harus makan agar bisa menjadi dewasa dalam sakramen ekaristi, kemudian tumbuh menjadi dewasa dalam sakramen penguatan atau krisma (manusia dewasa pasti mengalami proses penguatan atau pendewasaan).

Manusia juga bisa sakit maka perlu sakramen pengurapan orang sakit, bisa berbuat salah maka perlu mendapat pengampunan melalu sakramen tobat. Manusia juga bisa memilih untuk menikah melalui ikatan suci sakramen perkawinan, atau tidak menikah (laki-laki) untuk melayani Tuhan menjadi Imam, Diakon, atau Biarawan, dan perempuan menjadi Biarawati.

Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai masing-masing sakramen, marilah belajar lebih dahulu apa itu sakramen. Sakramen diambil dari Bahasa Latin “Sacramentus” yang artinya tanda yang kelihatan. Dan Bahasa Yunani “Mysterion” atau “Mysterium” yang artinya keselamatan yang tidak kelihatan.

Sehingga Sakramen Gereja Katolik merupakan sebuah tanda keselamatan dari Tuhan Yesus bagi manusia di dunia (Yohanes 14:18). Pada dasarnya semua manusia memiliki hak akan keselamatan itu namun apakah manusia mau menerimanya atau tidak. Menerima sakramen berarti menerima keselamatan dari Tuhan.

Sakramen yang Pertama, Sakramen Baptis

Sakramen pertama yang harus diterima manusia sebelum bisa menerima sakramen lain menurut Gereja Katolik adalah Sakramen Baptis. Sakramen ini merupakan tanda manusia dilahirkan kembali dalam wujud rohani karena telah menerima Kristus dan resmi bergabung dalam anggota Tubuh Kristus itu sendiri (Gereja).

Penerimaan Sakramen Gereja Katolik ini dilakukan dengan pemericikan air pada dahi dengan kuasa Tuhan (dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus) kemudian diolesi minyak suci dan diberi kain putih serta lilim menyala sebagai lambang akan dosa-dosa asal yang telah dihapus dan siap untuk menjadi terang bagi semua orang.

Sakramen Ekaristi Sebagai Wujud Syukur

Sakramen Ekaristi merupakan wujud dari rasa syukur keselamatan manusia dan kasih Allah Bapa yang terwujud dalam pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Dengan menerima sakramen ekaristi umat Katolik mengingat misteri penyelamatan melalui wafat, bangkit, kenaikan Yesus kristus ke surga.

Dalam perayaan ekaristi pun seluruh umat Katolik semesta mengingat peristiwa perjamuan terakhir Yesus bersama para muridnya. Pada saat itu Yesus membagikan memecah-mecahkan roti sebagai lambang akan tubuh-Nya, dan membagikan cawan berisi anggur yang melambangkan darah-Nya.

Sakramen Krisma atau Penguatan

Sakramen Gereja Katolik selanjutnya adalah Sakramen Krisma atau penguatan. Sakramen ini merupakan wujud dari peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul (Kisah Para Rasul 2). Roh Kudus hadir untuk menjadi sumber kekuatan dan penganti Yesus Kristus di dunia bagi manusia.

Sakramen Tobat atau pengakuan dosa

Dalam perjalanan hidupnya manusia pasti melakukan kesalahan (dosa) melalui pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Dosa membuat manusia jauh dari Tuhan sehingga hadirlah sakramen tobat yang bisa kembali mendekatkan kita kepada Tuhan. Kuasa ini diberikan oleh Tuhan Yesus sendiri kepada para rasulnya (Yohanes 20:22-23).

Sehingga Sakramen Tobat merupakan wujud pengampunan dari Yesus sendiri atas semua kesalahan dan dosa-dosa manusia. Hal ini bukan berarti manusia bisa terus melakukan dosa namun sebaliknya manusia harus punya tekad untuk tidak melakukan dosa itu lagi.

Sakramen Perkawinan dalam Ikatan Suci Pernikahan

Dalam hidup manusia (laki-laki dan perempuan) diberikan tugas untuk beranak cucu dan memenuhi bumi (Kejadian). Sebelum itu terjadi pasangan tersebut harus diikat dahulu menjadi satu dalam sebuah ikatan suci sakramen perkawinan. Dalam Gereja Katolik sakramen perkawinan sifatnya tidak terceraikan (Matius 19:6) dan kudus di hadapan Allah.

Sakramen Imamat untuk Laki-Laki

Sakramen Gereja Katolik lainnya yang bisa dipilih oleh laki-laki adalah sakramen Imamat atau tahbisan. Dengan penerimaan sakramen ini berarti mereka mau hidup selibat alias tidak menikah dan memfokuskan diri pada pelayanan kepada Tuhan. Tidak semua laki-laki mau menerima sakramen ini hanya orang-orang yang dipilih Allah saja (panggilan) yang siap menerimanya.

Mengenal 7 Sakramen Gereja Katolik dan Penjelasannya
Mengenal 7 Sakramen Gereja Katolik dan Penjelasannya

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Sakramen selanjutnya merupakan sakramen pengurapan orang sakit. Ini merupakan wujud manusiawi karena manusia bisa sakit. Saat sakit manusia berobat ke dokter untuk bisa sembuh dalam pikiran manusia secara jasmani. Namun manusia bisa juga menyerahkan dirinya kepada kuasa Tuhan dalam wujud sakramen pengurapan orang sakit (secara rohani).

Dengan menerima sakramen ini bukan berarti manusia pasti sembuh dari sakitnya. Tapi sebaliknya manusia siap menerima segala keputusan terbaik yang datangnya dari Tuhan, disembuhkan atau dipanggil Tuhan. Penyerahan diri kepada Tuhan ini terwujud dalam Sakramen Gereja Katolik yaitu sakramen pengurapan orang sakit.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *