Mengapa Maria Disebut Bunda Allah? Ini Alasannya

Mengapa Maria Disebut Bunda Allah? Ini Alasannya

Menjawab pertanyaan tentang mengapa Maria disebut Bunda Allah memang memerlukan pendalaman Alkitab tinggi. Tidak sembarangan orang mampu menafsirkan gelar Bunda Maria tersebut. Bagi seorang Romo/Pastur pun sangat sulit menjawab pertanyaan tersebut apalagi bagi orang Katolik awam yang jarang membaca Alkitab.

Pasalnya salah menjawab bisa menjerumuskan iman seseorang oleh karena itu marilah kita belajar bersama tentang memaknai gelar “Maria Bunda Allah” ini. Gelar “Bunda Allah” yang diterima oleh Santa Maria (Maria Ibu Yesus Kristus) sebenarnya merupakan sebuah dogma (ajaran) yang ditetapkan oleh Gereja Katolik.

Keraguan Nestorius: Maria hanya “Bunda Kristus” Dibantah Oleh Gejera Katolik

Theotokos, merupakan Bahasa Yunani dari gelar tersebut. Dogma tersebut dipatenkan pada sidang akbar para Uskup (konsili) yang diadakan di Kota Efesus pada tahun 431. Keputusan ini diambil setelah melakukan perdebatan hebat pada abad ke-4 dan 5 bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengapa Maria disebut Bunda Allah.

Selain itu dogma ini juga mematahkan teori Nestorius yang menganggap Maria hanya sebatas “Bunda Kristus” saja.  Nestorius dalam teorinya menolak paham “Bunda Allah” bagi Maria karena tidak memiliki dasar pada kitab suci. Baginya, Alkitab hanya mengatakan Maria sebagai “Bunda Yesus” saja.

Sehingga Nestorius hanya mengakui gelar Christotokos (Bunda Kristus) saja yang pantas bagi Maria. Gelar yang menekankan Maria hanya melahirkan Yesus yang sebagai manusia, bukan Allah atau Tuhan. Keraguan ini muncul karena ketidakmampuan seorang Nestorius mengakui bahwa Yesus adalah pribadi Allah itu sendiri.

Tafsirannya tersebut memisahkan kodrat ilahi dan kodrat manusia yang ada pada diri Yesus. Padahal Iman Katolik sendiri mengakui bahwa Yesus Kristus adalah perwujudan dari Allah itu sendiri. Dalam konteks ini, kedua kodrat Yesus yaitu “Ilahi dan Manusia” tidak bisa dipisahkan.

Dasar Alkitab Mengapa Maria disebut Bunda Allah

Hal tersebut bukan tanpa dasar, bahkan pada Alkitab tepatnya pada Lukas 1:35 yang berbunyi “Sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” yang merupakan ungkapan langsung dari Malaikat Gabriel kepada Maria.

Ungkapan serupa juga dikatakan oleh Elisabet (Saudara Maria) kepada Maria dengan berkata “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” yang tertulis pada Lukas 1:43. Tak hanya itu masih banyak lagi ayat di Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Seperti yang tertuang dalam Matius 4:3; 8:29; 14:33; 16:16; 27:54; Markus 3:11; 5:7; 15:39; Lukas 1:32.35; 4:3.41; 8:28; Yohanes 1:34.49; 11:27; 20:31; Kisah Para Rasul 9:20; Rm 1:4; Efesus 4:13; Ibrani 4:14; 6:6; 10:29; 1 Yohanes 3:8; 4:15; 5:5.13.20.

Meski disebut “Anak Allah,” namun Yesus Kristus sejatinya sehakikat dengan Allah Bapa sendiri. Dengan kata lain Yesus Kristus adalah Allah dan Tuhan sendiri. Hal tersebut tertuang dalam  Yoh 1:1.14.18; 14:6-1; 20:28. Maka kesimpulan yang didapatkan adalah Maria memang benar-benar melahirkan Allah dalam wujud manusia yaitu Yesus.

Ayat-ayat tersebut merupakan jawaban nyata atas pertanyaan mengapa Maria disebut Bunda Allah dan dasar kongkrit atas dogma Gereja Katolik tentang Maria adalah Bunda Allah itu sendiri.

Mengapa Maria Disebut Bunda Allah? Ini Alasannya
Mengapa Maria Disebut Bunda Allah? Ini Alasannya

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Bukan Sekedar Tahun Baru, 1 Januari Merupakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah

Gereja Katolik sadar bahwa sebagai manusia wajar memang apabila muncul keraguan atas teori Yesus yang adalah manusia dan Allah itu sendiri seperti yang dialami oleh Nestorius. Maka untuk menghalau timbulnya paham dan keraguan lainnya maka Gereja menetapkan Dogma khusus bagi Maria sebagai Bunda Allah.

Dogma ini diperingati setiap tanggal 1 Januari oleh umat Katolik di seluruh dunia dan dikenal dengan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Dengan perenungan yang mendalam tentang gelar Maria sebagai Bunda Allah. Dengan begini, tidak ada lagi keraguan umat Katolik dari sebuah pertanyaan sederhana mengapa Maria disebut Bunda Allah.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *