Taman Getsemani photo

Menapak Sejarah Yesus di Taman Getsemani

Getsemani yang menurut bahasa Ibrani berarti Kilang Minyak Zaitun adalah destinasi wisata yang terletak di wilayah Bukit Zaitun. Dari Injil Lukas disebutkan saat melakukan kunjungan terakhir pada siang hari di Yerusalem, Yesus memberi pengajaran di Bait Allah. Selanjutnya dimalam harinya dia keluar lalu menginap di Bukit Zaitun.

Di Taman Getsemani ini terdapat pohon zaitun yang jumlahnya ada 8 dan berusia lebih dari 3.000 tahun. Sehingga bisa dipastikan ketika Yesus mengucap doa sebelum meninggal, pohon ini sudah ada.

Destinasi Ziarah Taman Getsemani

Gereja Segala Bangsa

Begitu sampai di Taman Getsemani, wisatawan dan peziarah akan menjumpai basilika yang dibangun pada era kekaisaran Teodosium pada tahun 379 hingga 395 masehi. Tapi sayangnya basilika ini mengalami kehancuran saat terjadi perang salib.

Selanjutnya mulai abad IV, tempat peribadatan ini dipindah ke sebuah goa yang dulu menjadi tempat penciuman Yudas pada Yesus. Kemudian pada tahun 1924, dibangun sebuah gereja di lokasi tersebut. Ditengah Gereja ada satu batu berukuran besar yang sering disebut sebagai batu sakrat maut. Batu ini diyakini merupakan tempat Yesus berdoa kepada bapaNya dalam sakrat maut sampai berkeringat darah sebelum dikhianati oleh Yudas dan ditangkap para serdadu. Gereja ini diberi nama Gereja Segala Bangsa karena pembangunan gereja ini dibiayai oleh 12 bangsa (negara) di dunia yang kemudian ditandai dengan lambang-lambang dan kubah gereja. Selain memiliki nama sebagai gereja segala bangsa, gereja ini juga dikenal sebagai gereja Agony yang artinya penderitaan oleh karena itu interior gereja ini berkesan agak gelap guna disesuaikan dengan arti nama gereja tersebut.

Gua Gestmani

Masih di lokasi yang sama, ada satu kapel dalam goa yang jadi tempat para pengikut Yesus berhenti. Dalam Markus  14: 32-33 dikisahkan, Yesus bersama para muridNya mendatangi sebuah tempat yang dinamakan Getsemani.

Goa ini sendiri berukuran panjang sekitar 17 meter dengan lebar 9 meter dan tinggi 5,3 meter. Goa Getsemani yang juga sering dinamakan sebagai Goa Penangkapan Yesus tersebut pernah mengalami kerusakan parah pada tahun 1955. Tetapi satu tahun kemudian berhasil direnovasi oleh biarawan dari OFM.

Gereja Kubur Maria

Destinasi lainnya yang sangat menarik dikunjungi saat berziarah di Taman Getsemani adalah Gereja Kubur Maria dan sering pula dikasih nama dengan sebutan Gereja Maria Diangkat ke Surga. Dalam suatu kisah diceritakan, saat meninggal di kota Yerusalem ibunda Yesus segera dibawa ke surga oleh anaknya.

Akan tetapi ada riwayat lain yang menyebutkan apabila ibunda Yesus yang sudah meninggal langsung dimakamkan di pinggiran Taman Getsemani. Di tempat inilah kemudian pada tahun 455 masehi dibangun sebuah gereja kecil tetapi dihancurkan oleh tentara Persia sekitar tahun 614.

Selanjutnya pada tahun 1187 gereja tersebut dibangun lagi oleh tentara Salib dan sejak tahun 1757 dikelola oleh Biarawan Fransiskan. Namun sesudah itu pengelolaanya berpindah tangan lagi dan dikuasai oleh Gereja Armenia dan Ortodoks Yunani.

Setelah menuruni sebanyak 50 anak tangga, peziarah bisa langsung masuk ruang bawah tanah dan akan menjumpai satu kapel. Di kapel ini ada satu peti mayat yang konon menjadi tempat peletakan mayat Bunda Maria sebelum dikubur dan diangkat ke surga.

Itulah beberapa destinasi wisata rohani yang sangat menarik untuk diziarahi saat berkunjung di Taman Gestemani. Di tempat inilah seakan-akan kita diajak menapaki kisah sejarah Yesus yang tidak pernah lelah berkorban demi keselamatan pengikutNya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *