Makna Hari Rabu Abu dalam Gereja Katolik

Makna Hari Rabu Abu dalam Gereja Katolik

Sebelum memasuki masa puasa, umat Katolik akan merayakan hari Rabu Abu terlebih dahulu. Sesuai dengan namanya, Rabu Abu dilakukan pada hari Rabu, tepat 40 hari sebelum hari raya paskah. Angka 40 dipilih karena beberapa nabi dalam kitab Alkitab menjalani masa puasa selama 40 hari, sebelum mendapatkan mandat dari Allah.

Sebagaimana tercantum dalam Kel 34: 28, disebutkan bahwa Musa berpuasa selama 40 hari lamanya, setelah menjalani masa puasa, ia kemudian menerima Sepeluh Perintah Allah yang terukir dalam loh batu. Bahwa Yesus sendiri juga menjalani puasa selama 40 hari dan 40 malam, di padang gurun, sebelum mulai mewartakan Injil.

Dengan dirayakannya Rabu Abu, maka umat Katolik secara resmi berpuasa dan berpantang hingga nanti Paskah tiba. Masa prapaskah yang ditandai dengan Rabu Abu merupakan masa pemurnian diri untuk menyambut kebangkitan Yesus Kristus. Pernahkah Anda memikirkan mengapa harus ada Rabu Abu? Simak penjelasan berikut ini.

Alasan Hari Rabu Abu Dilaksanakan pada Hari Rabu

Sebenarnya jika dihitung dari hari Rabu hingga hari Paskah tiba, terdapat 46 hari sebelum hari raya Paskah. Namun puasa dalam umat Katolik hanya berlaku selama 6 hari, karena hari minggu tidak dihitung sebagai puasa.

Sehingga jumlah hari puasa tetap 40 hari lamanya. Hari raya Rabu Abu sifatnya tidak wajib, tetapi secara umum umat Katolik merayakannya. Walaupun tanggalnya berbeda beda setiap tahunnya hari raya Rabu Abu tetap dilakukan pada hari rabu, sehingga hitungan masa puasa pas menjadi 40 hari.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa puasa 40 hari memiliki arti khusus bagi umat Kristiani, oleh karena itu puasa prapaskah juga dibuat selama 40 hari. Selama masa puasa tersebut, umat Katolik diwajibkan mengurangi porsi makan, serta berpantang daging.

Umat Katolik yang sudah berumur 18 tahun hingga 60 tahun disarankan agar menjalankan puasa selama masa prapaskah. Bisa dibilang bahwa puasa umat Katolik tidak terlalu berat karena yang perlu dilakukan hanya mengurangi setengah porsi makan serta memperbanyak kebaikan.

Alasan Disebut dengan Rabu Abu

Penamaan hari Rabu Abu, karena dilakukan pada hari rabu serta menggunakan abu sebagai simbolnya. Nantinya setiap umat akan diberikan tanda salib pada dahi dengan menggunakan abu. Abu merupakan lambang dari pertobatan.

Sehingga dengan memiliki tanda abu di atas dahi menunjukkan bahwa kita siap bertobat membersihkan diri menyambut kebangkitan Tuhan. Abu juga digunakan sebagai pengingat kepada kita bahwa manusia berasal dari abu dan akan kembali menjadi abu dan abu yang digunakan terbuat dari hasil pembakaran daun palem.

Di mana daun palem tersebut merupakan daun yang digunakan pada saat perayaan minggu palma tahun sebelumnya. Buat Anda yang belum tahu, minggu palma merupakan perayaan yang menyambut Yesus kembali ke Yerusalem. Hari raya Rabu Abu kini menjadi tradisi dalam gereja Katolik.

Tidak diketahui kapan hari raya Rabu Abu mulai diberlakukan, yang jelas saat ini bukan hanya Katolik Roma yang menjalankannya. Gereja lain seperti Episkopal, Lutheran, Metodis, Denominasi protestan, Prsebiterian, dan yang lainnya juga mulai memperingati hari raya Rabu Abu tersebut.

Makna Hari Rabu Abu dalam Gereja Katolik
Makna Hari Rabu Abu dalam Gereja Katolik

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Pantangan Saat Berpuasa dalam Gereja Katolik

Aturan puasa dalam gereja Katolik tidak seketat puasa pada agama lain. Seperti disebutkan sebelumnya bahwa puasa di Katolik hanya menuntut kita untuk mengurangi porsi makan dan yang lainnya. Saat puasa ada beberapa pantangan yang diberlakukan gereja Katolik.

Salah satunya pantangan makan daging khususnya pada hari Rabu dan Jumat. Selain itu seluruh kegiatan pesta seperti pernikahan, dan pesta meriah lainnya wajib ditiadakan. Hari Rabu Abu tersebut merupakan pertanda dimulainya puasa beserta pantangan tersebut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *