Langkah-Langkah Menerima Sakramen Pengakuan Dosa dalam Gereja Katolik

Langkah-Langkah Menerima Sakramen Pengakuan Dosa dalam Gereja Katolik

Salah satu sakaremen yang wajib diterima setiap umat adalah sakramen pengakuan dosa. Dalam sejarah gereja Katolik sendiri terdapat 7 sakremen. Sakramen yang satu ini merupakan sakramen yang memurnikan diri dari dosa. Dengan menerima sakramen tobat, maka umat Katolik dimurnikan kembali menjadi pribadi yang bersih dan disenangi oleh Kristus.

Tak dapat dipungkiri bahwa manusia merupakan makhluk yang penuh dosa. Mungkin saja setiap harinya Anda melakukan berbagai dosa, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Dosa membuat kita jauh dari Tuhan, sehingga sangat penting untuk meminta rahmat Tuhan agar menghapuskan seluruh dosa-dosa yang telah kita perbuat.

Pertobatan merupakan sebuah proses perdamaian dengan Tuhan. Karena Tuhan merupakan Maha Ampun dan Maha Penyayang, maka setiap kali Anda menghadap mengaku dosa Tuhan pasti selalu menerimanya. Seberapa besar atau seberapa sering Anda berbuat dosa, Tuhan selalu memberikan ampun. Dalam gereja Katolik pengakuan dosa dilakukan dengan penerimaan sakramen rekonsiliasi.

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Langkah-Langkah Menerima Sakramen Pengakuan Dosa dalam Gereja Katolik
Langkah-Langkah Menerima Sakramen Pengakuan Dosa dalam Gereja Katolik

Langkah-Langkah Menerima Sakramen Pengakuan Dosa

Menerima sakramen rekonsiliasi juga tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, karena pengakuan dosa juga merupakan upacara yang sakral. Secara umum terdapat 5 langkah dalam melakukan pertobatan, yakni sebagai berikut.

  • Menyebutkan Seluruh Dosa yang Diperbuat

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan saat melakukan sakramen pengakuan dosa adalah menyebutkan seluruh dosa-dosa yang telah Anda perbuat, baik itu dosa kecil maupun dosa besar. Dengan mengingat seluruh dosa yang Anda buat, berarti Anda mengakui kesalahan dalam berbuat dosa.

  • Menyesali Setiap Dosa yang Diperbuat

Setelah Anda mengingat seluruh dosa yang telah diperbuat, langkah selanjutnya adalah menyesali seluruh perbuatan Anda di hadapan Tuhan. Jika Anda tidak menyesal atas dosa tersebut, tidak ada artinya Anda mengaku dosa. Dengan perasaan yang penuh sesal, maka diri Anda akan diingatkan untuk tidak berbuat dosa lagi.

  • Berjanji dan Bertekad untuk Tidak Berbuat Dosa

Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan dalam sakramen pengakuan dosa adalah berjanji di hadapan Tuhan agar tidak mengulangi dosa yang sama, dan tidak berbuat dosa untuk kedepannya. Janji tersebut harus juga diiringi oleh tekad yang kuat untuk menghindari dosa, baik kepada sesama maupun kepada diri sendiri.

  • Memohon Ampun pada Tuhan

Setelah Anda berjanji di hadapan Tuhan, maka dengan rendah hati Anda harus memohon ampun kepada Tuhan, agar seluruh dosa dihapuskan dan diberi kesempatan untuk menikmati berkat dan karunia Tuhan. Tuhan selalu mengampuni orang-orang yang dengan sadar mengaku dan memohon pengampunan dari Tuhan. Jadi jangan pernah ragu memohon ampun kepada Tuhan.

  • Melakukan Hukuman dan Memulai Cara Hidup Baru

Biasanya Romo akan memberikan beberapa tugas atau hukuman yang harus Anda jalankan, seperti melakukan doa khusus atau hal lainnya. Setelah itu Anda sepenuhnya terbebas dari dosa, maka Anda harus memulai cara hidup yang baru. Lakukan hal-hal yang disenangi oleh Tuhan serta hindari segala jenis dosa.

Yang Berhak Menerima Sakramen Pengakuan Dosa

Dalam gereja katolik ditetapkan bahwa semua orang berhak menerima pengakuan dosa karena setiap orang berhak menerima berkat dan pengampunan dari Tuhan. Biasanya gereja Katolik mengadakan pengakuan dosa secara umum dua kali dalam setahun, yakni menjelang paskah dan menjelang natal.

Sakramen ini memang menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Katolik. Hal ini bisa dilakukan pada waktu tertentu, seperti menjelang paskah atau natal. Namun, di luar waktu tersebut juga Anda bisa melakukan pengakuan dosa, karena sakramen pengakuan dosa bisa diterima seluruh umat Katolik setiap waktu. 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *