gereja ayam berkokok photo

Gereja St. Peter Gallicantu adalah salah satu diantara Gereja-gereja di Holyland yang mengandung kisah tersendiri. Gereja ini dulunya merupakan Istana Imam Besar Kayafas dan juga dikenal karena merupakan tempat peristiwa Petrus menyangkal Yesus.

Setelah peristiwa penangkapan yang dramatis diselingi peristiwa putusnya telinga Malkhus, hamba Imam Besar karena tebasan pedang Simon Petrus (Yoh. 18:10)– di taman Getsemani, Yesus dibawa kepada Hanas, mertua Imam Besar Kayafas. Setelah itu barulah Yesus dibawa ke rumah Imam Besar Kayafas dengan keadaan terbelenggu untuk diadili dengan pengadilan yang telah direkayasa para pemimpin agama.

Pada saat itulah terjadi peristiwa yang begitu menyesakkan. Petrus menyangkal bahwa ia mengenal Yesus. Padahal belum lama berselang, ia menyatakan tekadnya untuk membela Yesus (Mat. 26:33, Mrk. 14:29). Tidak heran penyangkalan ini membuatnya menangis dengan sedih.

Kata Gallicantu berasal dari Bahasa Yunani yang artinya “kokok ayam”, letaknya di sebelah timur lereng Gunung Zion, di luar Yerusalem. Gereja ayam berkokok ini dibangun pada zaman Bizantium sekitar tahun 457 SM.

Setelah sempat hancur karena invasi pasukan Islam pada tahun 1010, gereja ayam berkokok ini direnovasi oleh para Ksatria Perang Salib pada tahun 1102. Namun sayang, bangunan ini kembali hancur pada tahun 1320, dan baru pada tahun 1931 para Biarawan Asumsion membangun ulang tempat ini.

st peter gallicantu img

Dari gereja ayam berkokok ini para peziarah dapat melihat seluruh Lembah Kidron, Kota Daud, dan Siloam. Di halaman gereja terdapat sebuah patung yang menggambarkan peristiwa penyangkalan Petrus dengan sebuah prasasti yang berisi kutipan dari Lukas 22:57, “But he denied him, saying: ‘Woman, I know Him not.’” Tak jauh dari situ terdapat dua mozaik dari zaman Bizantium yang ditemukan saat dilakukan penggalian oleh para arkeolog.

Sumber: www.seetheholyland.net


     

      Sebelum memasuki gedung, kita akan mendapati gambar mozaik Yesus yang sedang diinterogasi di Istana Kayafas. Di sebelah kanannya ada mozaik Perjamuan Makan Malam Terakhir (The Last Supper), dan mozaik Petrus dalam pakaian Paus kuno di sebelah kirinya.

     Yang paling mengesankan adalah hiasan di langit-langit ruangan yang didominasi sebuah salib besar berbentuk jendela dirancang dalam berbagai warna. Ini tidaklah mengherankan, sebab bangunan ini menggabungkan beberapa macam model struktur sehingga menghasilkan kombinasi yang unik.

Related image

Sumber: commons.wikimedia.org

 

   Di sebelah gereja terdapat tangga batu (holy stairs) yang telah berumur lebih dari 2.000 tahun. Jalur tangga ini mengarah ke lembah Kidron. Karena Istana Kayafas terletak di dalam tembok kota, sangat mungkin bahwa Yesus telah berjalan di atas tangga batu itu dalam perjalanan menuju kediaman Kayafas. 

Related image

Sumber: tripadvisor.com

     Pada bagian bawah gereja ayam berkokok ini terdapat sebuah ruang bawah tanah yang menurut tradisi adalah penjara Yesus selama satu malam dimana Yesus dipenjarakan sementara untuk dibawa ke Mahkamah Agama esok harinya dengan cara dimasukkan melalui lubang sempit menggunakan tali. Para peziarah biasanya melakukan doa dan pujian pada ruangan ini.

lubang bawah tanah penjara Yesus pic

Sumber: www.awesomestories.com