Fakta Menarik Santo Pelindung Internet, Carlo Acutis

Carlo Acutis mendapat julukan sebagai santo pelindung internet karena pada tanggal 10 Oktober 2020 lalu, Paus Fransiskus memberikan gelar beato kepadanya. Anak muda yang termasuk ke dalam golongan kaum milenial begitu istimewa karena teladan kesuciannya menjadi inspirasi banyak orang. Carlo Acutis resmi menjadi Beato pertama dari kalangan milenial.

Gelar Beato sendiri diberikan oleh Gereja Katolik bagi mereka yang menjadi hidup dengan kesucian selama hidup di bumi. Gelar Beato tersebut diberikan setelah tim khusus dari Vatikan mencari bukti terhadap hidup suci yang dijalani oleh seseorang. Sejak tahun 2013, sudah dilakukan proses Canonisasi terhadap Carlo. Pada Juli 2018, Paus Fransiskus mengumumkan Carlo sebagai Venerabilis (salah satu tingkat kekudusan). 

Carlo sendiri lahir pada 3 Mei 1991 di London Inggris. Namun pada menginjak usia remaja, ia menderita penyakit leukemia. Carlo kemudian wafat akibat penyakit tersebut pada 12 Oktober 2006. Sesuai permintaannya jasadnya kemudian dimakamkan di Asisi karena lelaki ini begitu kagum dan cinta kepada Santo Fransiskus Asisi. 

Fakta Menarik Santo Pelindung Internet Carlo Acutis

Sejak resmi diumumkan sebagai Beato pertama dari kaum Milenial, Acutis langsung menarik perhatian banyak orang. Banyak orang Katolik meminta doa kepada Beato baru ini. Kaum muda juga tak ketinggalan meminta doa. Agar lebih mengenal lebih dalam tentang Carlo, berikut beberapa fakta unik tentang kehidupannya. 

  1. Memiliki Kehidupan Saleh Sejak Kecil

Salah satu fakta unik dari Acutis adalah ternyata ia telah menjalani kehidupan saleh sejak kecil. Pada saat usianya masih 7 tahun, ia sudah menerima komuni kudus, karena ia memperoleh Izin khusus. Padahal orang Katolik pada umumnya menerima komuni setelah remaja, atau berkisar umur 14 tahun. 

  1. Sangat Peduli Dengan Orang Kecil

Semasa hidupnya Beato Acutis juga dikenal sangat peduli dengan orang kecil. Hal ini tampak karena ia begitu baik dengan orang sekitarnya. Acutis sering membantu asisten rumah tangganya untuk menyetrika baju, agar sang asisten tersebut bisa cepat pulang bertemu keluarganya. Acutis juga dikenal sangat akrab dengan gelandangan.

  1. Sangat Rajin Mengikuti Missa 

Sedari kecil santo pelindung internet juga sangat rajin mengikuti Missa. Menurut Niloca Gori (postulator Carlo), Carlo mengikuti missa setiap hari. Bahkan ia juga sudah meyakinkan keluarganya untuk bisa menerima komuni pada setiap hari. Setiap melakukan perjalanan ke suatu tempat, dia selalu mencari gereja untuk beroda atau menyempatkan diri menghadiri missa.

  1. Menggunakan Internet Untuk Kebaikan

Gelar sebagai pelindung internet disematkan padanya karena Beato Milenial ini kerap menggunakan internet untuk tujuan kebaikan. Saat berusia 11 tahun, Acutis membantu gereja dalam membuat situs gereja. Salah satu karya terbaiknya yang dihasilkan oleh Acutis adalah membuat pameran mukjizat Ekaristi di dunia dengan cara Online. Ia memahami Bahasa pemrograman sehingga memanfaatkan hal tersebut untuk kebaikan.

Carlo Acutis Dibeatifikasi Pada 10 Oktober 2020

Kehidupan saleh yang dijalani Carlo membuat gereja Katolik memberikan gelar Beato kepadanya pada tanggal 10 Oktober 2020. Salah satu mukjizat yang menuntunnya pada beatifikasi adalah kesembuhan penyakit seorang anak laki – laki di Brazil. Seorang anak laki – laki di Brazil menderita penyakit pancreas bawaan langka.

Karena kejadian tersebut, seorang imam bersama keluarga anak tersebut berdoa novena dan kemudian berdevosi khusus kepada Venerabilis Carlo Acutis. Setelah menginjak hari ketiga, mukjizat terjadi, karena anak tersebut tiba – tiba meminta makan. Dokter yang menangani anak tersebut mengatakan bahwa penyakit pancreas langka sudah hilang sepenuhnya. 

Jasad Carlo Acutis kemudian digali dan dipindahkan ke lokasi renunsiasi di Asisi pada 23 Januari 2019. Saat jasad tersebut diangkat orang – orang yang hadir mencium aroma bunga lili dari jasadnya, sehingga banyak orang yang mengaitkannya dengan St. Antonius dari Padua. Kehidupan suci dari santo pelindung internet ini tentu menginspirasi banyak orang. 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *