Kota Bethlehem img

Menikmati Keindahan dan Keagungan Kota Bethlehem

Bethlehem merupakan kota kecil yang terletak di Yudea dan berjarak sekitar 10 km sebelah Selatan kota Jerusalem. Kota Bethlehem sangat dikenal olah umat Kristiani seluruh dunia dikarenakan sebagai kota kelahiran Yesus. Kata Bethlehem mempunyai arti sebagai ‘rumah daging’ menurut bahasa Arab. Namun dibahasa Ibrani, Bethlehem mengandung mana sebagai ‘rumah roti’

Alkitab sendiri mencatat beberapa kisah sejarah di kota Bethlehem seperti kisah Ruth, Raja Daud dan Rachel. Kota Bethlehem berada diketinggian 770 m dari permukaan laut namun tidak jauh dari kota ini terdapat gurun Judea yang gersang, oleh karena itu kota ini berada tidak jauh dari kota-kota lain selain Jerusalem seperti Hebron, Bethel dan Beersheva sehingga jalur antara kota-kota itu semua dikenal sebagai jalur Bapa Segala Bangsa (Abraham). Para peziarah bila ke Bethlehem selalu mengunjungi 2 tempat terkenal yaitu Gereja Kelahiran Yesus (Church of Nativity) dan Gereja Padang Gembala (Shepherd’s Field)

Destinasi Ziarah Kota Bethlehem

Gereja Kelahiran Yesus

Apabila ingin berkunjung ke gereja tempat kelahiran Yesus, pengunjung harus melewati lebih dulu halaman yang sangat panjang dan luas. Setelah itu akan masuk ke Basilika Kelahiran, yang dari arah luar terlihat seperti bangunan benteng.

Di sisi kiri dan kanan Basilika tersebut terdapat tiga biara. Pertama adalah biara Katolik OFM dan yang kedua Ortodoks Yunani serta yang ketiga Ortodoks Armenia. Ketika terjadi perang salib, semua pintu masuk kedalam gereja direndahkan ukurannya agar tidak ada musuh yang dapat memasukinya.

Namun pada sisi yang lain perubahan ukuran pintu ini juga dimaksudkan agar setiap peziarah mau merundukan kepala serta merendahkan diri dihadapan Tuhan. Karena itu banyak warga kota Bethlehem yang menyebut pintu ini dengan nama Pintu Kerendahan Hati.

Saat berada di sisi kanan basilika, pengunjung dapat menyaksikan penggambaran silsilah dari Yesus Kristus. Sedangkan di sisi kirinya terdapat suatu gambar ekaristi yang juga bersumber dari kisah Yesus. Kemudian pada lantai utamanya bisa dijumpai sisa-sisa hiasan mozaik yang merupakan peninggalan era Konstantinus.

Basilika Kelahiran

Begitu memasuki Basilika Kelahiran, dibawah altar utama Ortodoks Yunani pengunjung bisa langsung turun melalui tangga untuk menuju Gua Kelahiran Yesus. Tempat ini dikasih tanda berbentuk bintang. Disebelah kanannya ada sebuah palungan. Di palungan inilah bayi Yesus diletakan tidak lama setelah lahir.

Gereja Padang Gembala

Gereja Padang Gembala yang berada di Bet Sahur, sebelah timur kota Betlehem. Menurut cerita, Padang Gembala ini menjadi tempat malaikan memberi kabar atas kelahiran Yesus pada para penggembala domba.

Obyek Wisata Ziarah Lainnya

Selain gereja dan Basilika Kelahiran, masih banyak sekali destinasi wisata di Bethlehem yang sangat menarik untuk dijadikan tempat berziarah. Misalnya Gereja St. Katarina yang dimiliki oleh penganut Katolik Roma. Setiap tanggal 24 Desember, gereja yang dibangun pada tahun 1881 menyelenggarakan misa agung.

Destinasi ziarah berikutnya yang tidak boleh dilewatkan yaitu pemakaman istri Yakub, Rahel yang merupakan nenek moyang dari bangsa Israel. Selama berabad-abad kuburan ini menjadi tempat ziarah bagi penganut ajaran Kristen dan Yahudi.

Tertarik untuk menikmati keindahan dan keagungan Kota Bethlehem?? Klik di sini

danau galilea photo

Danau Galilea Tempat Yesus Menunjukan Mukjizat dan Kisah Tentang Ikan Petrus

Jika dilihat dari ketinggian, Danau Galilea yang berada di kota Tiberias terlihat mirip dengan harpa. Sebagian orang menyebut danau ini dengan nama Danau Genesaret, Danau Kinnereth atau Danau Tiberias. Ukuran panjangnya sekitar 22 km dengan lebar kurang lebih 12 km.

Karena berada di bawah permukaan laut sekitar 210 meter, danau ini dianggap sebagai danau paling rendah kedua sedunia. Yang pertama adalah Laut Mati. Di danau Galilea pula ada aliran sungai Yordan dari utara menuju selatan.

Mukjizat Yesus di Danau Galiea dan Cerita Ikan Petrus

Meski luasnya tidak terlalu besar, namun danau Galilea tetap bisa dijadikan sebagai destinasi wisata ziarah saat berkunjung ke Holy Land. Terlebih lagi disekitarnya terdapat banyak sekali destinasi ziarah lainnya terutama di kawasan kota Tiberias.

Dari segi sejarah, Danau Galilea memiliki cerita yang begitu bagus untuk dihayati sekaligus direnungkan. Danau tersebut merupakan tempat Yesus Kristus menunjukan mukjizat mampu berjalan kaki diatas permukaan air. Kisah tentang perahu yang menjadi tumpangan Yesus dan murid-muridnya saat terkena badai tertulis di Markus 4 : 35-41.

Selain itu masih ada mukjizat lain yang dimiliki Yesus sehubungan dengan keberadaan danau ini. Diriwayatkan suatu ketika Yesus memberi perintah pada seorang muridnya yang bernama Petrus untuk pergi mencari ikan atau memancing di sebuah danau yaitu danau Galilea.

Sebelum berangkat, Petrus mendapat pesan dari Yesus bahwa ikan yang nanti akan dipancing pertama kali akan memiliki kepingan uang dirham dalam mulutnya. Ternyata apa yang sudah disampaikan Yesus terbukti secara nyata. Saat Petrus berhasil memancing ikan, terdapat uang berbentuk kepingan senilai 4 dirham.

Sajian Masakan Ikan Petrus di Danau Galilea

Berdasarkan riwayat tersebut, ikan yang hidup di Danau Galilea diberi nama ikan petrus dan sampai saat ini ikan-ikan tersebut masih ada dan berkembangbiak di tempat yang sama. Oleh karena itu ketika berwisata ziarah di destinasi ini, tidak ada salahnya mencoba mencicipi ikan tersebut.

Selama ini sebagian penduduk asli yang tinggal dikawasan tersebut memang bekerja sebagai nelayan atau pencari ikan petrus untuk diolah menjadi masakan dan dijual lagi pada peziarah. Biasanya masakan ikan petrus ini dijadikan sebagai menu hidangan utama. Agar terasa lebih lezat dan pas dengan lidah orang Indonesia, masakan ini bisa diberi bumbu tambahan sendiri berupa saus atau kecap manis.

Masakan Ikan Petrus Danau Galilea img

via dolorosa pic

Via Dolorosa, Napak Tilas Jalan Salib Yesus

Via Dolorosa merupakan rute terpenting bagi kita umat Kristiani, ketika kita berziarah ke Holy Land. Via Dolorosa yang merupakan rute yang ditempuh Yesus setelah ia diadili oleh Pilatus, disalibkan, wafat dan dimakamkan. Ada total 14 stasiun di sepanjang jalan ini, berdasarkan kejadian yang terjadi dalam perjalanan menuju bukit Golgota, tempat penyaliban, yang terletak di Gereja Makam Suci. Delapan stasiun ditandai di sepanjang jalan kota tua, sementara 6 stasiun tambahan merupakan tempat di kompleks gereja tersebut.

Meskipun panjang Via Dolorosa hanya 600 kaki, rute Jalan Salib yang berbelok-belok membawa Kita melalui penderitaan dan pengorbanan Yesus dari penangkapannya di Benteng Antonia hingga penyalibannya dan akhirnya penguburan di Gereja Kudus Kubur. Rute Via Dolorosa dimulai di dekat Gerbang Lions di Quarter Muslim dan berakhir di Gereja Makam Suci di Quarter Kristen, yang mencakup 500 meter dan menggabungkan 14 Stasiun Salib. Masing-masing dari 14 Stasiun Salib di sepanjang Via Dolorosa ditandai dengan sebuah plakat, namun tanda-tanda kecil ini bisa sulit dikenali. Via Dolorosa sendiri bisa menjadi tempat yang sulit untuk berziarah, karena melalui jalan-jalan yang sibuk dilapisi dengan toko-toko makanan dan turis.

napak tilas via dolorosa img

 

Napak Tilas Via Dolorosa

Via Dolorosa memang menyajikan napak tilas mengharukan. Perhentian pertama, tempat Yesus dijatuhi hukuman mati misalnya. Tempat ini merupakan benteng tempat Pontius Pilatus, wali negeri saat itu bekerja. Ketika Tuhan Yesus diserahkan dari rumah Imam Kayafas, Dia dibawa ke hadapan Pilatus dan dijatuhi hukuman mati. Untuk menandai tempat perhentian pertama ini, berdiri gereja yang dibuat oleh seorang Romo sekaligus arsitek dari Italia, Antonio Barluci.

Sepanjang jalan salib Yesus berdiri gereja atau kapel untuk menandai perhentian. Gereja tersebut bukan hanya menginduk pada gereja Katolik, tetapi ada juga yang berada dalam lingkup Gereja Polandia dan Gereja Koptik. Di lokasi Yesus wafat berdiri altar Gereja Yunani Orthodoks yang berdampingan dengan altar Gereja Katolik Fransiscan.

Perhentian keenam merupakan perhentian berdasarkan tradisi. Di lokasi yang sekarang berdiri Gereja Katolik Yunani ini, Veronica, mengusap wajah Yesus dengan sapu tangan sutranya. Sapu tangan tersebut sekarang tersimpan di Basilica St. Peter, Vatikan. Pada sapu tangan tersebut terdapat noda keringat bercampur darah Yesus.

Sedangkan pada kubur Yesus yang berada di perhentian 14 terdapat dekorasi yang indah. Kubur ini sekarang sudah dilapisi batu marmer dengan hiasan–hiasan yang indah. Di tempat ini bisa dijumpai sebuah lukisan yang indah tentang kebangkitan-Nya.

Rindu untuk melakukan Napak Tilas Jalan Salib Yesus di Via Dolorosa? Segera hubungi Insight Tour sekarang juga!

manfaat ziarah holy land img

Apa Gunanya Berziarah Ke Holy Land?

Ada banyak orang yang berpandangan bahwa karena Allah hadir di mana-mana, maka tak ada gunanya berziarah ke tempat-tempat khusus. Juga termasuk tidak ada gunanya berziarah ke Holy Land / Yerusalem, benarkah demikian?

Memang Tuhan Maha Hadir (omnipresent), maka Ia hadir di manapun, dan dapat disembah di tempat manapun. Namun juga, Allah menyatakan diri-Nya secara khusus di tempat-tempat tertentu. Maka walaupun tidak diharuskan oleh Gereja, namun adalah sesuatu yang baik (tentu kalau keadaan memungkinkan), jika kita mengunjungi tempat-tempat khusus tersebut, dengan maksud untuk menumbuhkan hasrat untuk mengenang kasih Tuhan dan apa yang telah dilakukan Tuhan kepada kita, dan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kebiasaan untuk mendirikan suatu tanda/ tugu untuk memperingati kebaikan Tuhan itu telah dicatat dalam kitab Kejadian, seperti halnya yang dilakukan oleh Yakub di Betel (lih. Kej 28:18-19). Namun contoh yang terbesar dalam Perjanjian Lama akan kenangan kehadiran Allah adalah bait Allah di Yerusalem. Bait Allah di Yerusalem ini kemudian menjadi tempat ziarah, dan dikunjungi oleh umat Allah. Bahkan dalam Perjanjian Lama, kunjungan ziarah ke bait Allah ini disyaratkan sebagai kewajiban umat, yang harus dilakukan selama tiga kali dalam setahun, untuk merayakan perayaan Paskah/ hari Raya roti tak beragi (Pesach), musim menuai/ Pentakosta (Shavuot) dan pengumpulan hasil di akhir tahun/ hari raya tabernakel (Sukkot) (lih. Kel 23:14-17).

Memang kita tidak terikat lagi oleh hukum Perjanjian Lama, namun kodrat manusia yang membutuhkan tanda dan bahwa tanda kehadiran Allah dapat membangun imannya, tetap tidak berubah. Dorongan untuk melakukan ziarah dalam Perjanjian Lama, tetap mendorong umat di zaman sekarang untuk melakukannya. Motivasinya tentu bukan untuk memenuhi ketentuan hukum taurat, tetapi demi menyatakan kasih kita kepada Tuhan. Kasih kita kepada Tuhan Yesus, mendorong kita untuk mengenang Dia, dan menjadikan kenangan itu menjadi hidup dalam kehidupan kita. Hal ini antara lain dicapai dengan mengunjungi tempat-tempat yang pernah menjadi tempat kediaman Yesus. Atau yang pernah dikunjungi-Nya ataupun dilewati-Nya, pada saat Yesus hidup di dunia untuk menebus dosa-dosa kita. Kunjungan ke tempat-tempat itu akan membangkitkan kesadaran dalam hati kita akan besarnya kasih Kristus Sang Putera Allah, yang mau merendahkan diri sedemikian rupa, mengosongkan diri-Nya, demi menyelamatkan umat manusia.

Maka agar dapat menjadikan ziarah holy land ini berguna bagi pertumbuhan rohani, diperlukan persiapan lahir batin sebelum dan pada suatu melakukan ziarah.

Persiapan Rohani Sebelum Ziarah Holy Land :

  1. Membaca dan merenungkan sabda Allah dan juga catatan historis yang terkait dengan tempat-tempat yang akan dikunjungi.

    Misalnya, membaca kisah kelahiran Yesus, dan sejarah dibangunnya gereja di Betlehem. Agar kita dapat semakin menghayati peristiwa kelahiran Yesus bagi kita. Hal yang sama juga dapat dilakukan sebelum kunjungan ke tempat-tempat lainnya, misalnya sebelum mengunjungi Galilea, sungai Yordan, ataupun bukit Golgota dan kubur Yesus (Holy Sepulchre).

 

  1. Melakukan persiapan batin dengan doa-doa, dapat melalui doa novena, dan juga sakramen Tobat sebelum melakukan ziarah holy land.

    Silakan mempersiapkan teks doa-doa sehubungan dengan tempat ziarah yang akan dikunjungi.

 

  1. Pada saat kunjungan, dapat dibacakan teks Kitab Suci yang terkait dengan tempat-tempat itu. Kemudian didaraskan doa-doa dengan khidmat di tempat -tempat tersebut, sebagai ungkapan devosi.

    Misalnya: 1) mendoakan doa Angelus (PS 15), di gereja Annunciation (tempat Maria menerima Kabar Gembira); 2) mendaraskan doa Aku percaya/ memperbaharui janji baptis, di sungai Yordan, 3) mendaraskan pembaharuan janji perkawinan, di gereja Kana; 4) melakukan Jalan Salib, di via Dolorosa (jalan yang dilalui Yesus saat memanggul salib-Nya); 5) mendaraskan doa “Lihatlah kepadaku, Tuhan Yesus yang baik dan lemah lembut” di hadapan salib Yesus, silakan klik, ataupun doa Anima Christi, (PS 212) di gereja Holy Sepulchre; 6) mendaraskan doa Regina Caeli (PS 16) di kubur Yesus yang terbuka di Holy Sepulchre; 7) mendoakan Paus dan intensi Paus di batu karang Petrus di Filipi ataupun di Mensa Christi church/ gereja keutamaan Petrus, dst.; 8) mendoakan Veni Creator/Datanglah Roh Kudus (PS 565), di ruang Cenacle/Upper Room, (tempat Perjamuan Terakhir, dan turunnya Roh Kudus pada saat Pentakosta).

 

  1. Sedapat mungkin ikutilah kelompok ziarah yang mempunyai pastor/ imam pembimbing.

    Agar selama ziarah, dapat diadakan perayaan Ekaristi setiap hari, dan dapat diperoleh bimbingan rohani melalui khotbah/ homili, ataupun renungan.

 

  1. Akhirnya yang perlu diperhatikan adalah hal-hal teknis lainnya.

    Seperti jangan lupa membawa Kitab Suci, Rosario dan buku-buku doa. Pakailah sepatu dan pakaian yang nyaman namun sopan, sesuai dengan musimnya (jika musim dingin, bawalah pakaian yang cukup hangat). Bawalah obat-obatan yang disyaratkan dokter, dan persediaan obat-obat praktis. Semoga dengan persiapan yang baik juga dalam hal-hal praktis ini, maka ziarah tidak terganggu.

 

Sumber: katolisitas.org

sinagoga ben ezra photo

Berkunjung Ke Sinanoga Ben Ezra

Shalom Saudara-Saudara yang dikasihi Kristus…

Sinagoga Ben Ezra pada awalnya bernama El-Shamieen Church, dan terletak di belakang “gereja gantung”.  Situs ini dipercaya sebagai lokasi dimana kotak Bayi Musa ditemukan.

Sinagoga Ben Erza pernah memiliki salinan lama dari Perjanjian Lama, dan dikatakan bahwa Ezra Nabi (Al-Azir) telah menulisnya. Sinagoga Ben Ezra pada awalnya adalah sebuah gereja Kristen, dimana orang Kristen Koptik di Kairo harus menjualnya kepada orang Yahudi pada tahun 882 M untuk membayar pajak tahunan yang dipaksakan oleh penguasa Muslim pada masa itu. Gereja tersebut dibeli oleh Abraham Ben Ezra, yang berasal dari Yerusalem pada masa pemerintahan Ahmed Ibn Tulun, seharga 20.000 dinar.

Keluaran 2:5

Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.

Sinagoga ini dikatakan dibangun di atas lokasi dimana Nabi Musa telah ditemukan oleh Putri Firaun pada saat ia masih bayi yang dihanyutkan di sungai Nil. Konon lebar Sungai Nil pada saat itu mencapai daerah dimana saat ini komplek Kristen Koptik berada.

Sejumlah restorasi dan renovasi dilakukan selama berabad-abad, dan gedung ini berasal dari tahun 1892. Bangunan yang ada saat ini adalah rekonstruksi asli dari Sinagoga yang telah runtuh. Selama rekonstruksi, Geniza (tempat persembunyian untuk buku suci dan gulungan Taurat yang sudah usang) abad pertengahan  ditemukan. Dengan ditemukannya Geniza tersebut hal itu mengungkapkan ribuan dokumen asli dari Abad Pertengahan.

Sinagoga Ben Ezra memiliki desain bergaya basilica (persegi panjang)  dan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama didedikasikan untuk pria dan lantai kedua didedikasikan untuk wanita. Lantai utama terbagi menjadi tiga bagian oleh batang baja, dan di bagian tengahnya dari sinagoga ini terdapat bangunan kecil yang terbuat dari marmer dan berbentuk octagonal yang digunakan untuk meletakkan torah. Sinagoga ini dihiasi dengan pola geometris dan bunga dalam gaya Turki.

Ingin merasakan langsung betapa megahnya suasana di Sinagoga Ben Ezra? Yuk Kunjungi langsung Sinagoga Ben Ezra di Old Cairo bersama Insight Tour!

holy land tour photo

Lebih Untung Berziarah Ke Holy Land Dengan Biro Perjalanan

Berziarah menuju Holy Land tentunya merupakan suatu dambaan bagi seluruh umat Kristiani. Setiap insan Kristiani pasti tahu bahwa banyak sekali mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya di Holy Land. Mulai dari pembebasan bangsa Israel dari Mesir melalui perantaraan Musa, Peristiwa kelahiran Yesus Kristus, Mukjizat Yesus mengendalikan badai di Danau Galilea, dan masih banyak lagi mukjizat-mukjizat yang dilakukan Tuhan kita di Holy Land.

Salah satu cara untuk melepas kerinduan Anda untuk menuju Holy Land adalah dengan mengikuti paket perjalanan ziarah Holy Land melalui biro perjalanan.

 

Dengan menggunakan biro perjalanan ke Holy Land ada beberapa keuntungan yang dapat Anda peroleh :

 

Lebih Murah

Jika Anda mengikuti berziarah secara berkelompok, maka Anda akan memperoleh potongan-potongan harga yang cukup besar. Serta berbagai fasilitas lainnya yang tidak mungkin bisa diperoleh jika berpergian sendiri. Misalnya harga tiket pesawat dan hotel akan jauh lebih murah jika kita pergi secara berkelompok. Tidak hanya itu saja, tips yang harus diberikan, sarana transportasi, tiket masuk objek wisata juga bisa lebih murah jika Anda pergi secara berkelompok.

Lebih Hemat Waktu dan Tenaga

Dengan mengikuti biro perjalanan, Anda tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencari hotel, restoran yang sesuai. Anda juga tidak perlu lagi repot untuk melakukan konfirmasi pesawat dan berbagai persoalan lain yang menyita waktu dan tenaga Anda.

Banyak Lokasi Yang Dikunjungi

Kunjungan pada obyek-obyek yang paling terkenal di setiap lokasi Holy Land di lakukan secara sistematis dan teratur sehinga tidak ada yang terlewatkan. Karena tour leader dan guide local dari masing-masing negara akan memberikan Anda kesempatan untuk mengenal dan menikmati obyek-obyek wisata / ziarah tersebut secara lebih baik dan terarah. Bandingkan, jika  Anda berpergian sendiri. Anda harus menghabiskan waktu untuk mencari tempat-tempat apa saja yang harus dikunjungi. Belum lagi untuk urusan transportasi dan biayanya.

Jaminan Kebutuhan

Kebutuhan Anda selama berziarah di Holy Land akan terjamin dan anda dapat meminta bantuan kepada tour leader bila anda mempunyai kebutuhan tertentu. Misalnya, Anda ingin membeli barang khas setempat (souvenir), ingin menemukan dokter di lokasi terdekat, dan lain-lain.

Kepastian Jadwal Perjalanan

Jadwal perjalanan, pemesanan hotel dan maskapai penerbanga, semuanya sudah di atur jauh sebelumnya. Sehinga Anda akan tepat waktu untuk dari awal keberangkatan sampai pulang ke Tanah Air Tercinta.

kediaman keluarga kudus - gereja abu serga photo

Mengunjungi Kediaman “Keluarga Kudus” di Cairo

Gereja St. Sergius & Bacchuss atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Abu Serga merupakan salah satu dari gereja tertua yang ada di Cairo. Gereja ini dibangun sekitar abad ke 4 dan didedikasikan untuk 2 orang martir abad awal yaitu St. Sergius dan Bacchus . Gereja ini dipercaya dibangun di tempat kediaman Keluarga Kudus (Yusuf, Maria, dan bayi Yesus) selama mengungsi di Mesir.

Matius 2:13-15

13. Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.”
14. Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,
15. dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”

Sejarah Gereja Abu Serga – Kediaman Keluarga Kudus

Bangunan dari Gereja Abu Serga ini kemungkinan dibangun pada abad ke 5. Pada abad ke 8 bangunan gereja ini direstorasi karena sempat rusak pada tahun 750 akibat kebarakan. Dan renovasi juga dilakukan secara berkelanjutan selama abad pertengahan.

Bentuk dan gaya bangunan dari Gereja Abu Serga ini merupakan gaya gereja Koptik awal, dengan bentuk atapnya menyerupai Bahtera Nuh serta ada 12 tiang kolum yang menyangga gereja (melambangkan 12 rasul Kristus).
Salah satu fitur yang paling menarik di Gereja Abu Serga adalah ruang bawah tanah tempat Kudus Keluarga dikatakan telah beristirahat. Ruang bawah tanahnya sedalam 10 meter dan, saat tingkat Sungai Nil tinggi, sering rawan banjir.

Sampai saat ini, Gereja Abu Serga masih terus dikunjungi oleh para peziarah dan turis dari seluruh dunia mengingat peristiwa pengungsian Keluarga Kudus yakni Yesus, Maria dan Yusuf ke Mesir. Setiap tahunnya pada kalendar Gereja Koptik ( hari ke 24, bulan Bachons ) di gereja ini diadakan misa untuk memperingati peristiwa tersebut, yang terus diadakan sampai hari ini.