Larangan Menerima Sakramen Ekaristi Katolik yang Masih Berlaku

Larangan Menerima Sakramen Ekaristi Katolik yang Masih Berlaku

Misa yang diadakan setiap minggunya ditujukan agar seluruh umat bisa menerima sakramen ekaristi Katolik. Misa disebut juga sebagai perayaan ekaristi karena pemberian tubuh dan darah kristus merupakan puncak dari perayaan tersebut. Penerimaan sakramen ini disebut juga sebagai upacara komuni dalam gereja Katolik.

Sakramen ekaristi merupakan sesuatu yang sakral sehingga tidak sembarangan orang yang bisa menerima sakramen tersebut. Dalam sejarahnya, sakramen pertama kali dilakukan karena satu faktor yang mendorongnya, yaitu perjamuan terakhis Yesus berasama murid-Nya sebelum pada akhirnya disalibkan.

Melalui sakramen ekaristi, Tuhan Yesus sungguh hadir dan masuk ke dalam jiwa, sehingga menjadi satu dengan Kristus. Setiap orang yang hendak menerima sakramen ekaristi wajib membersihkan hati dan pikiran, serta memantaskan diri menyambut tubuh Kristus tersebut. Roti dan anggur merupakan lambang perwujudan dari tubuh dan darah Kristus.

Siapa yang Dilarang Menerima Sakramen Ekaristi Katolik

Karena sakramen ekaristi sifatnya suci dan sakral, maka orang-orang yang bisa menerimanya adalah orang-orang yang pantas menurut pandangan gereja. Beberapa orang tidak diperkenankan menerima sakramen ekaristi karena dianggap kurang pantas. Orang yang dilarang menerima sakramen ekaristi memiliki kriteria berikut.

  • Belum Dibaptis

Jika belum pernah dibaptis di gereja mana pun, maka Anda dilarang menerima sakramen ekaristi Katolik tersebut. Pembaptisan merupakan lambang atau simbol pengakuan terhadap kristus sebagai satu-satunya putra Allah.

Pembatisan juga merupakan tanda penghapusan dosa asal manusia, sehingga orang yang sudah dibaptis sepenuhnya dibersihkan dari segala dosa asal dan dosa pribadi. Begitu pun sebaliknya, maka orang yang belum dibaptis dilarang menerima sakramen ini.

  • Sudah Dibaptis Namun Bukan Persekutuan dalam Gereja Katolik

Misalnya Anda sudah pernah dibaptis di gereja lain, tidak langsung membuat Anda bisa menerima sakramen ekaristi. Setidaknya Anda terlebih dahulu harus diterima ke dalam persekutuan gereja Katolik agar layak menerima sakramen ekaristi tersebut. Jika Anda sudah secara resmi masuk ke dalam persekutuan gereja Katolik, maka Anda sudah layak menerima sakramen ekaristi Katolik.

  • Seseorang dalam Keadaan Dosa Berat

Dosa berat yang dilakukan oleh seseorang hanya dapat diampuni melalui sakramen tobat. Seseorang yang melakukan dosa berat tidak dapat menerima sakramen ekaristi karena hanya orang yang sudah dibersihkan dosanya yang bisa menerima sakramen ekaristi.

Seseorang yang melakukan dosa berat, berarti dengan sengaja memisahkan dirinya dari Tuhan. sehingga sakramen ekaristi tidak layak diterimanya. Maka jika ingin bisa menerima sakramen ekaristi ini, usahakan untuk selalu hidup dalam kekudusan.

  • Seseorang yang Sedang Diekskomunikasi

Umat Katolik yang sedang diekskomunikasi juga tidak dapat menerima sakramen ekaristi Katolik serta beberapa sakramen lainnya. Ekskomunikasi merupakan hukuman berat bagi umat Katolik, biasanya hal ini diberlakukan karena melakukan dosa yang sifatnya fatal. Melalui hukuman ekskomunikasi tersebut, diharapkan dapat memberikan efek jera serta mengakui perbuatannya, sehingga pengampunan bisa diberikan.

Larangan Menerima Sakramen Ekaristi Katolik yang Masih Berlaku
Larangan Menerima Sakramen Ekaristi Katolik yang Masih Berlaku

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Sengaja Terlambat Mengikuti Misa Tidak Diperkenankan Menerima Sakramen Ekaristi

Saat misa sedang berlangsung sebenarnya ada tiga tahapan liturgi dalam perayaan ekaristi tersebut, yaitu liturgi pembuka, liturgi sabda, dan juga liturgi ekaristi. Kegiatan liturgi tersebut merupakan satu rangkaian yang puncaknya berada di liturgi ekaristi.

Setiap umat wajib mengikuti seluruh liturgi tersebut agar dapat menerima sakramen ekaristi. Jika misalnya Anda terlambat dan tidak sempat mengikuti liturgi pembuka, maka Anda masih bisa mengikuti liturgi sabda serta mengikuti liturgi ekaristi.

Tetapi jika diketahui Anda dengan sengaja terlambat dan hanya mengikuti liturgi ekaristi, maka Anda tidak diperkenankan menerimasakramen ekaristi tersebut. Misa harus dikuti dari awal sampai akhir sehingga makna dan rahmat dari misa tersebut bisa diperoleh dan sakramen ekaristi Katolik bisa diterima dengan baik.

Rajin Doa Novena Harian Dijamin Memperoleh Manfaat Berikut

Rajin Doa Novena Harian Dijamin Memperoleh Manfaat Berikut

Doa novena harian merupakan salah satu doa yang banyak digunakan umat Katolik untuk memperoleh berkat melimpah dari Tuhan Yesus. Di dalam gereja Katolik terdapat banyak doa yang ampuh memberikan berkat. Dari dulu hingga sekarang, doa novena menjadi doa Andalan gereja Katolik dalam menghadapi berbagai situasi.

Doa novena biasanya dilakukan jika Anda memiliki permohonan khusus kepada Tuhan. Misalnya Anda ingin meminta kesembuhan terhadap suatu penyakit, maka doa novena bisa digunakan sebagai sarana berbicara dengan Tuhan dan mengucapkan seluruh permohonan Anda. Doa novena bisa dilakukan sendiri dan bisa juga bersama-sama.

Tidak diketahui secara pasti kapan kebisaan doa novena diterapkan oleh umat Katolik. Para ahli meyakini doa novena bermula ketika Yesus sudah bangkit ke Surga. Para murid disuruh Yesus agar berkumpul dan mendaraskan doa-doa yang dilaksanakan secara teratur. Doa novena bisanya dilakukan selama 9 hari atau minggu berturut-turut, agar permohonan bisa terkabul.

Manfaat Rajin Melakukan Doa Novena Harian

Melakukan doa novena secara konsisten bukan hanya membuat permohonan Anda terkabul, tetapi Anda juga akan mendapatkan berbagai manfaat lainnya. Beberapa manfaat berikut ini akan Anda peroleh jika rajin melakukan doa novena.

  • Memperkuat Harapan Akan Pertolongan Tuhan

Salah satu manfaat yang akan Anda dapatkan dengan doa novena harian  adalah harapan yang Anda miliki akan pertolongan Tuah akan semakin besar. Terkadang diri sendiri tidak sanggup menghadapi masalah yang sedang terjadi. Tetapi dengan berdoa novena, harapan Anda perlah akan tumbuh dan memiliki keyakinan teguh akan pertolongan Tuhan.

  • Menyadarkan Diri Pentingnya Kehadiran Tuhan

Dengan rutin melakukan doa novena, maka Anda akan disadarkan bahwa kepentingan Tuhan merupakan yang utama. Doa novena setiap hari akan membuat Anda berserah sepenuhnya kepada Tuhan, sehingga segala kegiatan yang Anda lakukan berjalan lancar, karena Tuhan hadir menyertai Anda.

  • Belajar Memiliki Komitmen Teguh

Doa novena harian mengajarkan Anda agar memiliki komitmen yang teguh terhadap apa pun yang Anda lakukan. Saat Anda ingin berdoa novena, maka Anda harus membuat komitmen agar doa novena bisa terlaksana dengan baik. Rajin melakukan novena akan membentuk Anda menjadi pribadi yang memiliki komitmen teguh dalam menjalani segala hal dalam hidup. 

  • Mendidik Diri Agar Semakin Tekun

Doa novena juga akan membentuk Anda menjadi pribadi yang tekun dalam segala bidang. Tanpa ketekunan maka doa novena tidak akan bisa berhasil. Melalui doa novena Anda akan dilatih agar saat melakukan sesuatu tetap berkomitmen teguh serta tekun melakukannya hingga akhirnya membuahkan hasil.

  • Membentuk Diri Agar Tetap Taat dan Setia

Rajin doa novena harian  juga bermanfaat melatih ketaatan serta kesetiaan dalam hidup. Tanpa ketaatan, maka doa novena tidak akan pernah berhasil Anda selesaikan. Anda harus tetap taat kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta setia memuja dan berdoa kepadanya agar permohonan Anda terkabul.

Rajin Doa Novena Harian Dijamin Memperoleh Manfaat Berikut
Rajin Doa Novena Harian Dijamin Memperoleh Manfaat Berikut

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Kekuatan pada Doa Novena Tiga Salam Maria   

Sebenarnya terdapat berbagai jenis novena yang bisa Anda gunakan untuk berbagi kepentingan. Novena Tiga Salam Maria merupakan salah satu novena yang sering digunakan umat Katolik karena terbukti sangat ampuh. Banyak Santo Santo yang menggunakan novena Tiga Salam Maria dan mendapatkan pertolongan dari Bunda Maria.

Jadi jika Anda ingin permohonan Anda terkabul, lalukan doa novena Tiga Salam Maria, agar Anda mendapatkan pertolongan dari Bunda Maria. Selain itu, masih banyak manfaat yang akan dirasakan jika Anda rutin dalam melakukan doa novena harian denga hati yang tulus.

Sejarah Doa Angelus Katolik Serta Maknanya di Setiap Waktu

Sejarah Doa Angelus Katolik Serta Maknanya di Setiap Waktu

Bagi umat Katolik, doa Angelus katolik merupakan salah doa yang wajib dilakukan setiap harinya. Doa Angelus 3 kali dalam sehari, yaitu pagi, siang dan malam, yang ditandai dengan lonceng serta mendaraskan doa tersebut. Doa tersebut diiring dengan bunyi lonceng dan biasanya didaraskan bersama-sama oleh umat Katolik.

Doa Angelus disebut juga sebagai doa Malaikat Tuhan dan tujuan utama melakukan doa Angelus adalah untuk mengingatkan umat Katolik agar memberi penghormatan pada Bunda Maria serta karya Penyelamatan Allah. Dalam doa Angelus disebutkan peristiwa inkarnasi, di mana Malaikan memberi kabar kepada Maria tentang Roh Kudus yang akan dikandungnya.

Secara umum doa Angelus katolik diiringi dengan bel atau lonceng pujian, dan didalamnya terdapat doa pokok, yakni doa Salam Maria sebanyak 3 kali. Dengan mengucapkan doa Angelus pada jam yang ditetapkan maka umat Katolik mengakui Iman atas Karya Keselamatan Allah melalui kehadiran Yesus dalam kandungan Bunda Maria.

Sejarah dari Doa Angelus Katolik

Dari catatan gereja Katolik, doa Angelus sudah dilakukan sejak tahun 1263. Saat itu Santo Bonaventura yang menjadi tokoh memuali doa tersebut dalam Sidang Umum Ordo Fransiskan. Pada saat itu belum ada waktu khusus yang ditetapkan dalam mendaraskan doa Angelus tersebut.

Hingga akhirnya Paus Sixtus IV menyarankan agar doa ini dilakukan pada siang hari. hal ini diberlakukan sejak tahun 1475. Pada tahun 1517, doa Angelus kembali mengalami perombakan, kali ini Paus Leo X menyarankan agar doa Angelus dilakukan pada pagi, siang, dan malam hari.

Hal tersebut juga belaku hingga beberapa tahun ke dapan. Pada tahun 1571, Paus Pius V kemudian menyempurnakan doa Angelus tersebut dengan pembagian 3 waktu yang berbeda seperti kita kenal sekarang.

Sejak Paus Pius V melengkapi doa Angelus katolik tersebut, hingga saat ini tidak ada perubahan yang dilakukan. Paus St. Paulus VI menegaskan bahwa doa Angelus masih tetap mempertahankan nilai dan keasliannya hingga sekarang. Sedangkan Paus St.

Yohannes Paulus II menegaskan bahwa doa Angelus sudah sempurna sehingga tidak perlu dilakukan perubahan apa pun, sehingga doa Angelus yang Anda kenal sekarang masih sama seperti dulu. Pada saat masa paskah tiba, doa Angelus tidak digunakan dan diganting dengan doa Ratu Surga. 

Doa Ratu Surga atau biasa disebut doa Regina Caeli ini juga dilakukan pada jam yang sama, yakni pukul 06.00, 12.00, dan 18.00. Setelah masa paskah selesai maka doa Ratu Surga akan digantikan lagi menjadi doa Angelus seperti biasanya.

Sejarah Doa Angelus Katolik Serta Maknanya di Setiap Waktu
Sejarah Doa Angelus Katolik Serta Maknanya di Setiap Waktu

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Makna Doa Angelus Katolik Setiap Waktu

Doa Angelus di daraskan pada 3 waktu yang berbeda, yakni pada pagi hari, siang hari, dan sore hari. Pemilihan waktu tersebut bukan tanpa alasan, karena setiap waktu tersebut memiliki makna khusus.

Pada pagi hari, yakni pukul 06.00, doa Angelus memiliki makna sebagai penghormatan kepada kebangkitan Yesus Kristus. Dengan memperingati kebangkitan Kristus, maka Anda juga harus bangkit dalam menjalani hari-hari. Sedangkan doa Angelus pada pukul 12.00 siang hari memiliki makna untuk memperingati sengsara Yesus Kristus.

Sebagai mana Anda ketahui bahwa Yesus Kristus mengalami penyaliban pada saat siang hari, hingga akhirnya wafat pukul 03.00 sore. Melalui sengsara Kristus, Anda diingatkan agar tetap kuat melaksanakan pekerjaan, sebagaimana Kristus Berkorban untuk Anda.

Doa Angelus pada pukul 06.00 sore, dilakukan untuk menghormati inkarnasi Allah yang menjelma menjadi manusia dalam rupa Yesus. Doa Angelus Katolik pada waktu tersebut ditujukan agar kita tetap ingat akan kehadiran Allah setiap saat.

Syarat Masuk Katolik Perlu Lewati 4 Tahapan Berikut

Syarat Masuk Katolik Perlu Lewati 4 Tahapan Berikut

Syarat masuk Katolik bisa dibilang tidak terlalu mudah, karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tak dapat dipungkiri bahwa setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang agama. Ada yang menganggap agama yang satu lebih baik dari agama lain, karena urusan agama kembali kepada kepentingan masing-masing pihak.

Di dalam agama Katolik, siapa saja bisa bergabung menjadi bagian dalam persekutuan gereja Katolik, tetapi tentu saja wajib memenuhi syarat masuk Katolik yang ditetapkan. Syarat-syarat tersebut dibuat agar orang tidak memandang urusan pindah agama sebagai hal yang gampang saja.

Agama merupakan keyakinan masing-masing, tetapi dalam setiap agama terdapat aturan yang wajib dipatuhi oleh seluruh umat. Pada umumnya seseorang yang ingin masuk ke agama Katolik membutuhkan waktu hingga 6 bulan sampai satu tahun lamanya.

Alasan mengapa dibutuhkan waktu yang lama agar bisa pindah ke agama Katolik karena banyak hal yang harus dipelajari dan dipersiapkan saat masuk ke agama Katolik. Jika telah melewati masa pendidikan dan memenuhi syarat, maka akan diterima secara resmi di gereja Katolik.

Tahapan dalam Syarat Masuk Katolik

Secara umum seseorang yang ingin masuk Katolik harus belajar tentang iman Katolik terlebih dahulu, tujuannya agar iman yang dimiliki semakin kuat, serta memahami segala aturan dan larangan yang diterapkan dalam gereja Katolik. Jika Anda ingin pindah ke agama Katolik, berikut 4 tahapan yang wajib Anda lalui.

  • Tahap Simpatisan

Tahap pertama yang harus Anda lalui disebut dengan tahap simpatisan. Pada tahap ini akan dilihat seberapa besar niat Anda bergabung ke dalam persekutuan gereja Katolik. Niat tersebut harus berasal dari dalam hati.

Tanpa adanya paksaan dari luar atau kepentingan lainnya. Biasanya niat atau keinginan tersebut muncul berkat suatu kejadian atau hal menarik lain yang ditemukan dalam gereja Katolik.

  • Tahap Katekumen

Setelah melewati tahap simpatisan, maka tahap selanjutnya disebut tahap Katekumen. Pada tahap ini proses pembelajaran dimulai. Selama 6 bulan atau satu tahun, Anda diwajibkan belajar tentang hal-hal yang berkaitan dengan agama Katolik.

Dan waktu belajar dilakukan setiap minggu. Nantinya pendamping akan menilai ketekukan, niat, serta hasi ujian agar bisa diputuskan apakah layak masuk Katolik atau tidak. Maka hal ini harus dilalui dengan baik dan sungguh-sunguh.

  • Tahap Baptisan Baru

Syarat masuk Katolik selanjutnya adalah harus melewati tahap baptisan baru. Jika Anda sudah dianggap memahami katekis dalam Katolik, maka dan dianggap layak menjadi bagian dari persekutuan Katolik. Jika Anda belum pernah dibaptis, maka akan dilakukan pembatisan, tetapi jika sebelumnya sudah pernah dibaptis akan dilakukkan pembaharuan janji baptis.

  • Tahap Mistagogi  

Tahap yang terakhir disebut juga sebagai tahap Mistagogi. Pada tahap ini sering juga disebut sebagai masa pemantapan iman. Di sini Anda nantinya akan dibimbing agar lebih mampu memaknai setiap sakramen dalam gereja Katolik.

Serta menghayati dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika telah berhasil melewati keempat tahap tersebut, maka Anda secara resmi menjadi bagian dari persekutuan gereja Katolik.

Syarat Masuk Katolik Perlu Lewati 4 Tahapan Berikut
Syarat Masuk Katolik Perlu Lewati 4 Tahapan Berikut

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Bentuk Ujian Masuk Katolik

Seperti disebutkan sebelmunya setelah menyelesaikan tahap katekumen akan dilakukan ujian untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman Anda tentang agama Katolik. Bentuk ujian tersebut bisanya ada dua, yakni bentuk ujian tulis dan bentuk wawancara.

Saat ujian tulis, materi ujian berkaitan dengan seluruh materi yang Anda pelajari selama 6 bulan atau 1 tahun. Pada ujian wawancara juga demikian, hanya saja pertanyaan ditujukan untuk melihat kematangan serta pemahaman Anda tentang agama Katolik.

Ketika seseorang ingin bergabung dalam persekutuan dengan umat Katolik, mereka perlu menyelesaikan seluruh tahapan persiapan sebelumnya. Seluruh syarat masuk Katolik tersebut berlaku umum di seluruh gereja Katolik di dunia.

Makna Hari Rabu Abu dalam Gereja Katolik

Makna Hari Rabu Abu dalam Gereja Katolik

Sebelum memasuki masa puasa, umat Katolik akan merayakan hari Rabu Abu terlebih dahulu. Sesuai dengan namanya, Rabu Abu dilakukan pada hari Rabu, tepat 40 hari sebelum hari raya paskah. Angka 40 dipilih karena beberapa nabi dalam kitab Alkitab menjalani masa puasa selama 40 hari, sebelum mendapatkan mandat dari Allah.

Sebagaimana tercantum dalam Kel 34: 28, disebutkan bahwa Musa berpuasa selama 40 hari lamanya, setelah menjalani masa puasa, ia kemudian menerima Sepeluh Perintah Allah yang terukir dalam loh batu. Bahwa Yesus sendiri juga menjalani puasa selama 40 hari dan 40 malam, di padang gurun, sebelum mulai mewartakan Injil.

Dengan dirayakannya Rabu Abu, maka umat Katolik secara resmi berpuasa dan berpantang hingga nanti Paskah tiba. Masa prapaskah yang ditandai dengan Rabu Abu merupakan masa pemurnian diri untuk menyambut kebangkitan Yesus Kristus. Pernahkah Anda memikirkan mengapa harus ada Rabu Abu? Simak penjelasan berikut ini.

Alasan Hari Rabu Abu Dilaksanakan pada Hari Rabu

Sebenarnya jika dihitung dari hari Rabu hingga hari Paskah tiba, terdapat 46 hari sebelum hari raya Paskah. Namun puasa dalam umat Katolik hanya berlaku selama 6 hari, karena hari minggu tidak dihitung sebagai puasa.

Sehingga jumlah hari puasa tetap 40 hari lamanya. Hari raya Rabu Abu sifatnya tidak wajib, tetapi secara umum umat Katolik merayakannya. Walaupun tanggalnya berbeda beda setiap tahunnya hari raya Rabu Abu tetap dilakukan pada hari rabu, sehingga hitungan masa puasa pas menjadi 40 hari.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa puasa 40 hari memiliki arti khusus bagi umat Kristiani, oleh karena itu puasa prapaskah juga dibuat selama 40 hari. Selama masa puasa tersebut, umat Katolik diwajibkan mengurangi porsi makan, serta berpantang daging.

Umat Katolik yang sudah berumur 18 tahun hingga 60 tahun disarankan agar menjalankan puasa selama masa prapaskah. Bisa dibilang bahwa puasa umat Katolik tidak terlalu berat karena yang perlu dilakukan hanya mengurangi setengah porsi makan serta memperbanyak kebaikan.

Alasan Disebut dengan Rabu Abu

Penamaan hari Rabu Abu, karena dilakukan pada hari rabu serta menggunakan abu sebagai simbolnya. Nantinya setiap umat akan diberikan tanda salib pada dahi dengan menggunakan abu. Abu merupakan lambang dari pertobatan.

Sehingga dengan memiliki tanda abu di atas dahi menunjukkan bahwa kita siap bertobat membersihkan diri menyambut kebangkitan Tuhan. Abu juga digunakan sebagai pengingat kepada kita bahwa manusia berasal dari abu dan akan kembali menjadi abu dan abu yang digunakan terbuat dari hasil pembakaran daun palem.

Di mana daun palem tersebut merupakan daun yang digunakan pada saat perayaan minggu palma tahun sebelumnya. Buat Anda yang belum tahu, minggu palma merupakan perayaan yang menyambut Yesus kembali ke Yerusalem. Hari raya Rabu Abu kini menjadi tradisi dalam gereja Katolik.

Tidak diketahui kapan hari raya Rabu Abu mulai diberlakukan, yang jelas saat ini bukan hanya Katolik Roma yang menjalankannya. Gereja lain seperti Episkopal, Lutheran, Metodis, Denominasi protestan, Prsebiterian, dan yang lainnya juga mulai memperingati hari raya Rabu Abu tersebut.

Makna Hari Rabu Abu dalam Gereja Katolik
Makna Hari Rabu Abu dalam Gereja Katolik

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Pantangan Saat Berpuasa dalam Gereja Katolik

Aturan puasa dalam gereja Katolik tidak seketat puasa pada agama lain. Seperti disebutkan sebelumnya bahwa puasa di Katolik hanya menuntut kita untuk mengurangi porsi makan dan yang lainnya. Saat puasa ada beberapa pantangan yang diberlakukan gereja Katolik.

Salah satunya pantangan makan daging khususnya pada hari Rabu dan Jumat. Selain itu seluruh kegiatan pesta seperti pernikahan, dan pesta meriah lainnya wajib ditiadakan. Hari Rabu Abu tersebut merupakan pertanda dimulainya puasa beserta pantangan tersebut.

Pernikahan Katolik Saat Corona yang Menimbulkan Perbedaan Pendapat

Pernikahan Katolik Saat Corona yang Menimbulkan Perbedaan Pendapat

Pernikahan Katolik saat Corona menjadi sebuah perbincangan. Bagaimana kira-kira pemerintah dan gereja dalam menanggapinya. Di tengah serangan virus Corona yang mewabah di Indonesia dan seluruh dunia, banyak rencana-rencana yang terhambat atau bahkan gagal.

Gereja dan pemerintah diharapkan dapat sejalan dalam menyikapi kondisi sulit ini. Di awal wabah merebak, sudah ada gereja yang menunda acara seperti pesta-perta, pernikahan serta pemberkatan apapun yang mengharuskan banyak orang untuk berkumpul.

Pemerintah dan pihak gereja kala itu tidak ingin muncul klaster baru yang berasal dari gereja. Namun, setelah beberapa waktu berjalan rencana-rencana new normal mulai digaungkan. Sehingga lambat laun mulai terjadi adaptasi dari pihak gereja.

Momen Bahagia dengan Keterbatasan Protokol di Indonesia

Sejalan dengan keputusan dari Kementerian Agama yang mengizinkan rumah ibadah digunakan kembali untuk melangsungkan pernikahan Katolik saat Corona. Penyelenggaraan pernikahan wajib menerapkan aturan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus ini.

Penyelenggaraan pernikahan ini sebenarnya telah diatur di dalam Surat Edaran Nomor 15 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid -19 di Masa Pandemi.

Sebelumnya, gereja Katolik juga telah menyetujui dan senantiasa mendukung pelaksanaan seluruh kebijakan pemerintah di awal wabah ini merebak. Misa harian, mingguan hingga semua kegiatan peribadatan yang membuat banyak orang berkumpul telah ditiadakan. Seluruh keuskupan di Indonesia telah mengimbau dari tingkat paroki hingga ke lingkungan dan wilayah kala itu.

Meski dalam kondisi pandemi, pernikahan Katolik saat Corona di Indonesia tetap dapat berlangsung setelah masa Paskah selesai. Terpantau di salah satu gereja Katolik, pasangan yang menikah diwajibkan memakai masker. Bahkan, jika perlu ditambah dengan pelingdung wajah transparan atau faceshield. Imam juga diharuskan memakai berbagai alat pelindung.

Kementerian Agama Republik Indonesia mengatur jumlah tamu yang diperbolehkan hadir dalam rumah ibadah, yaitu maksimal 22-30 orang. Bahkan ada gereja Katolik yang hanya mengizinkan lima orang tamu saja. Ini tentu memperlihatkan gereja Katolik yang sangat berhati-hati.

Pasalnya, gereja Katolik hampir tiga bulan lebih tidak mengadakan perayaan ekaristi. Dapat dikatakan, sakramen pernikahan menjadi salah satu momen pertama aktivitas peribadatan. Nuansa berbeda dari pernikahan Katolik saat Corona tentu menjadi peristiwa yang bersejarah bagi tiap pasangan.

Pernikahan Katolik Saat Corona yang Menimbulkan Perbedaan Pendapat
Pernikahan Katolik Saat Corona yang Menimbulkan Perbedaan Pendapat

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Singapura Kontra Terhadap Pemberkatan Perkawinan Online

Di Singapura telah ada undang-undang baru yang mengatur tentang pernikahan di masa pandemi. Undang-undang tersebut memungkinkan pasangan untuk melaksanakan pernikahan secara resmi melalui video (online). Ini dilakukan dengan maksud memudahkan akses dalam melaksanakan pernikahan.

Namun, Keuskupan Agung Singapura menolak tawaran tersebut. Gereja pun menegaskan tentang pentingnya merayakan sakramen pada pernikahan Katolik saat Corona dengan adanya interaksi fisik antara mereka. Gereja Katolik di Singapura tetap menghargai upaya pemerintah dalam memberi ruang.

Keuskupan Agung di Singapura menyatakan bahwa umatnya harus menunggu apabila ingin melaksanakan sakramen pernikahan. Pihak keuskupan telah memublikasikan pemberitahuan tersebut kepada seluruh umat Katolik. Meskipun Singapura negara yang kecil, namun umat Katoliknya mencapai sekitar 300.000 jiwa.

Mereka menekankan bahwa agar pernikahan dapat dianggap sah maka selain dihadiri kedua belah mempelai perlu kehadiran pula dari dua saksi dan imam tentunya. Menurut pihak keuskupan, internet hanyalah sarana untuk menjangkau diluar keluarga inti, yaitu teman-teman dan keluarga besar.

Hal ini sebagai cara pemenuhan persyaratan kanonik. Dengan memberikan makna spiritual kepada sepasang mempelai di hari pernikahan mereka. Tentu banyak pertimbangan yang membuat mereka memutuskan hal ini.

Sikap-sikap gereja Katolik dalam menanggapi pernikahan tentu berbeda-beda, namun tetap satu komando. Uraian di atas membuktikan bahwa setiap lapisan masyarakat mencobah mematuhi protokol yang ada. Gereja Katolik tentu terus berbenah dan mempersiapkan adaptasi terhadap keadaan pandemi ini salah satunya terkait pernikahan Katolik saat Corona.

Perbedaan Katolik dengan Kristen Protestan Secara Umum

Perbedaan Katolik dengan Kristen Protestan Secara Umum

Terlihat sama namun ternyata ada perbedaan Katolik dengan Kristen Protestan yang tidak diketahui banyak orang. Bahkan bagi mereka yang beragama Katolik dan Kristen sendiri kerap kali tidak mengetahui hal tersebut. Pasalnya ada banyak kesamaan antara Agama Katolik dan Kisten itu sendiri.

jika dilihat sekilas memang hampir tidak ditemukan perbedaan. Selain mencari perbedaannya, tentu perlu dipahami pula kesamaan dari keduanya. Hal ini menarik untuk dipelajari dan dibahas sehingga baik umat Katolik maupun Kristen sama-sama bisa memahaminya.

Sama-Sama Mengakui Bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat

Salah satu persamaan yang paling mencolok dan mudah diketahui yaitu keduanya mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dunia. Dalam pengakuan iman kedua agama ini memang percaya bahwa Allah telah turun ke dunia dan menjelma sebagai manusia dalam diri Yesus Kristus untuk menebus orang berdosa. Terlihat bahwa tidak ada perbedaan Katolik dengan Kristen pada hal ini.

Penebusan yang dilakukan Yesus terwujud dari kematian-Nya di kayu Salib. Tidak seperti manusia biasa yang mati untuk selama-lamanya, Yesus bangkit dan hidup hingga hari ini. Yesus naik ke surga duduk disebalah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa untuk menyiapkan tempat bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

Selain itu, persamaan lainnya terletak dari tempat ibadah dan hari raya. Agama Katolik dan Kristen sama-sama beribadah di Gereja dengan Hari Raya Natal, Jumat Agung, Paskah, Kebangkitan Yesus Kristus, dan Pentakosta. Tak hanya itu, keduanya juga memiliki cerita kenabian yang sama.

Namun di luar semuanya itu ternyata ada banyak perbedaan antara keduanya. Perbedaan tersebut yang pertama terletak pada pemimpin agama. Agama Katolik dipimpin oleh seorang Romo atau Pastur yang harus seorang laki-laki sedangkan Agama Kristus dipimpin oleh seorang Pendeta, boleh laki-laki atau perempuan.

Perbedaan Katolik dengan Kristen

Setelah memperlajari kesamaan yang ada, tentu selanjutnya Anda perlu memahami beberapa perbedaan dari keduanya seperti di bawah ini.

  • Salib: Tidak Ada Tubuh Kristus

Perbedaan selanjutnya terletak pada Salib yang merupakan lambang kemenangan kedua agama tersebut. Salib di Katolik terdapat “Tubuh Kristus” terpaku merupakan Lambang Salib Umat Katolik. Sedangkan pada Kristen tidak ada “Tubuh Kristus” yang melambangkan bahwa Yesus telah bangkit.

  • Katolik Ada 7 Sakramen Suci, Sedangkan Kristen Hanya 2

Perbedaan Katolik dengan Kristen yang lain ada pada sakramen suci. Agama Katolik mengakui 7 sakramen suci gereja, yaitu Sakramen Baptis, Krisma, Pengakuan dosa, Ekaristi,Pengurapan orang sakit, Perkawinan, dan Imamat. Sedangkan pada Agama Kristen hanya mengakui Sakramen Baptis dan Perkawinan saja.

  • Katolik Mengakui Kitab Deuterokanonika, Kristen Tidak

Alkitab dibagi 2, yaitu Kitab Perjanian Lama yang terdiri dari 39 kitab, dan Kitab Perjanjian Baru ada 66 kitab. Inilah yang diakui Agama Kristen. Sedangkan Agama Katolik mengakui adanya 9 kitab lain yang disebut dengan Kitab Deuterokanonika.

  • Katolik Mengakui Hirarki Gereja dan Paus Sebagai Pemimpin Tertinggi, Kristen Tidak

Dalam Agama Katolik mengakui adanya hirarki gereja. Hirarki ini menunjukkan susunan urutan pemimpin iman. Seperti Indonesia memiliki presiden, menteri, DPR, dan lain-lain. Sedangkan pada Katolik hierarkinya terdiri dari Paus, Kardinal, Uskup, Imam/Romo/Pastur, dan Diakon tertasbih.

Perbedaan Katolik dengan Kristen Protestan Secara Umum
Perbedaan Katolik dengan Kristen Protestan Secara Umum

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Perbedaan Lain yang Perlu Dipahami dengan Baik

Selain perbedaan di atas, terdapat beberapa perbedaan lain yang perlu dimengerti oleh kedua belah pihak umat sebagai landasan toleransi.

  • Hidup Selibat bagi Pemimpin Umat (Pastur, Biarawan, dan Biarawati)

Agama Katolik percaya dan mengharuskan pemimpin Agama mereka hidup selibat atau tidak menikah seperti Yesus. Hal ini supaya pelayanan tertuju pada Tuhan saja. Sedangkan pada Agama Kristen, pemimpin ibadahnya (Pendeta) boleh menikah dan beranak cucu.

  • Pengakuan Orang Kudus

Gereja Katolik mengakui akan adanya “Orang Kudus” digelari dengan sebutan Santo (laki-laki) dan Santa (perempuan). Sedangkan pada Gereja Kristen tidak mengakui akan adanya “Orang Kudus”.

  • Tata Susunan Ibadah dan Doa-Doa

Perbedaan selanjutnya terletak pada susunan ibadah dan doa-doa di dalamnya. Pada Gereja Katolik mengenal akan adanya Kalender Liturgi untuk mengatur bacaan Kitab Suci umat Katolik Roma diseluruh dunia, sedangkan pada Gereja Kristen tidak.

Agama Katolik juga mempercayaai adanya Doa Rosario, Doa Novena (ada banyak misalnya Novena Tiga Salam Maria, Novena Hati Kudus yesus, dan lain-lain). Sedangkan pada Agama Kristen tidak mengenal doa-doa tersebut.

Perbedaan ada sebagai sarana memperkaya budaya. Perbedaan bukan dijadikan ajang adu siapa yang benar atau salah. Toleransi adalah mutlak karena toleransi adalah salah satu bentuk dari kasih seperti yesus sendiri adalah Kasih. Jadi meski ada perbedaan Katolik dengan Kristen itu bukan penghalang untuk saling mengasihi.

Perbedaan Romo Pr dan SJ yang Tidak Banyak Diketahui

Perbedaan Romo Pr dan SJ yang Tidak Banyak Diketahui

Mengenal agama Katolik, perlu juga mengetahui tentang perbedaan Romo Pr dan SJ. Dalam tradisinya, agama Katolik memiliki beberapa jenis ordo dari para Imam, Biarawan, dan Biarawatinya. Perbedaan ini kabarnya dikarenakan perbedaan latar belakang. Contohnya seperti era pendiriannya dan prinsip yang dianut dalam mengabdi pada Tuhan dan Yesus.

Dua ordo yang cukup familiar adalah Projo (Pr) dan Serikat Yesus/Yesuit/Jesuit (SJ). Memang kadang sering dibandingkan perbedaannya. Para romo menggunakan singkatan Pr maupun SJ sebagai identitasi diri mereka sebagai anggota ordo.

Iman gereja Katolik meyakini bahwa Allah memanggil secara khusus orang-orang yang Ia kasihi untuk hidup melulu bagi Nya serta bagi gereja umat Allah. Sepanjang sejarah, banyak orang yang dengan sadar mengabdikan diri kepada Allah lewat gereja-Nya dalam berbagai karya.

Sejarah dan Pengertian Romo Projo

Dalam perbedaan Romo Pr dan SJ, Projo merupakan imam diosesan di Gereja Katolik. Seminari Tinggi Projo Indonesia pertama kali dibuka pada tanggal 15 Agustus 1936 di Muntilan. Selama perkembangannya seminari ini kerap berpindah-pindah tempat. Pada akhirnya sepuluh tahun kemudian tepi Kali Code menjadi rumah tetapnya.

Karena anggotanya semakin bertambah banyak, rumah tersebut tak lagi mampu menampung. Akhirnya, Seminari Agung Santo Paulus, Keuskupan Agung Semarang menghuni gedung baru di Kentungan, Yogyakarta. Di tahun-tahun berikutnya didirikan di wilayah lain.

Imam-imam projo merupakan hasil berkembangnya gereja di Indonesia yang memunculkan imam-imam pribumi. Mereka ingin mempersembahkan hidupnya untuk gereja. Bahkan ada yang mendaftarkan diri untuk mengabdi pada keuskupan sebagai pekerja.

Dari situlah mengapa disebut sebagai Imam Diosis atau Imam Keuskupan. Sementara Serikat Yesus disebut dengan ordo. Hal tersebut menjadi perbedaan Romo Pr dan SJ yang kentara. Imam-imam Projo mendapat tugas dalam karya paroki. Mereka terjun dalam karya social, kepemudaan, pembinaan rohani, pendidikan, dosen, pastor tentara, wartawan, pastor pramuka, pemimpin retret, ketua yayasan pendidikan hingga penyuluh pertanian. 

Perbedaan Romo Pr dan SJ yang Tidak Banyak Diketahui
Perbedaan Romo Pr dan SJ yang Tidak Banyak Diketahui

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Seluk-beluk Romo Serikat Jesuit

Serikat Yesus atau juga dikenal dengan Yesuit atau Jesuit kerap kali dikenal karena kedisiplinannya. Menurut sejarahnya, serikat ini sudah ada sejak tahun 1534. Serikat ini didirikan oleh beberapa mahasiswa pascasarjana teman-teman Ignatius Loyola dari Universitas Paris.

Setelah mendapat izin dari Paus dan melalui berbagai hal, akhirnya di tahun 1554 Konstitusi Serikat Yesus disahkan. Ordo Yesuit telah memiliki lebih dari 20.000 anggota yang tersebar di di 112 negara mencakup 6 benua serta menjadi ordo terbesar di Gereja Katolik.

Serikat Yesus memiliki ciri pada pelayanannya, yaitu pendidikan tinggi sebagai yang utama. bidang misi, keadilan sosial, dan hak asasi manusia. Perbedaan Romo Pr dan SJ yang mungkin tidak terlalu mencolok.

Santo Fransiskus Xaverius dan beberapa imam lain yang mengawali karya Yesuit di Indonesia sejak datang ke Maluku pertengahan abad ke-16. Melalui berbagai lika-liku di Indonesia, kini karya Yesuit telah tersebar di 7 keuskupan:

  1. Keuskupan Agung Jakarta
  2. Keuskupan Agung Semarang
  3. Keuskupan Malang
  4. Keuskupan Agung Medan
  5. Keuskupan Bogor
  6. Keuskupan Manokwari-Sorong
  7. Keuskupan Timika

Yesuit juga diketahui aktif dalam beberapa karya:

  1. Pada bidang pelayanan pastoral, Yesuit mendirikan pusat riset dan pengembangan bidang pastoral, melakukan pemimbingan retret dan rohani, serta mengajar agama.
  2. Dalam bidang pendidikan tinggi, anggota Yesuit mengajar di berbagai perguruan tinggi Indonesia dan mengelola Universitas Sanata Dharma.  
  3. Di bidang komunikasi sosial, Yesuit menerbitkan beberapa majalah dan buku sebagai karyanya.
  4. Pada bidang sosial kemasyarakatan, beberapa Yesuit berkecimpung di bidang social budaya dan kemasyarakatan.

Dari penjelasan di atas maka semakin jelas pengertian keduanya. Apabila kita menemui romo-romo dengan dua singkatan tersebut di belakang namanya, maka sudah mengetahui bagaimana perjalanan kisahnya. Dari sini, perbedaan Romo Pr dan SJ jadi makin dipahami semua umat.

Mengapa Maria Disebut Bunda Allah? Ini Alasannya

Mengapa Maria Disebut Bunda Allah? Ini Alasannya

Menjawab pertanyaan tentang mengapa Maria disebut Bunda Allah memang memerlukan pendalaman Alkitab tinggi. Tidak sembarangan orang mampu menafsirkan gelar Bunda Maria tersebut. Bagi seorang Romo/Pastur pun sangat sulit menjawab pertanyaan tersebut apalagi bagi orang Katolik awam yang jarang membaca Alkitab.

Pasalnya salah menjawab bisa menjerumuskan iman seseorang oleh karena itu marilah kita belajar bersama tentang memaknai gelar “Maria Bunda Allah” ini. Gelar “Bunda Allah” yang diterima oleh Santa Maria (Maria Ibu Yesus Kristus) sebenarnya merupakan sebuah dogma (ajaran) yang ditetapkan oleh Gereja Katolik.

Keraguan Nestorius: Maria hanya “Bunda Kristus” Dibantah Oleh Gejera Katolik

Theotokos, merupakan Bahasa Yunani dari gelar tersebut. Dogma tersebut dipatenkan pada sidang akbar para Uskup (konsili) yang diadakan di Kota Efesus pada tahun 431. Keputusan ini diambil setelah melakukan perdebatan hebat pada abad ke-4 dan 5 bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengapa Maria disebut Bunda Allah.

Selain itu dogma ini juga mematahkan teori Nestorius yang menganggap Maria hanya sebatas “Bunda Kristus” saja.  Nestorius dalam teorinya menolak paham “Bunda Allah” bagi Maria karena tidak memiliki dasar pada kitab suci. Baginya, Alkitab hanya mengatakan Maria sebagai “Bunda Yesus” saja.

Sehingga Nestorius hanya mengakui gelar Christotokos (Bunda Kristus) saja yang pantas bagi Maria. Gelar yang menekankan Maria hanya melahirkan Yesus yang sebagai manusia, bukan Allah atau Tuhan. Keraguan ini muncul karena ketidakmampuan seorang Nestorius mengakui bahwa Yesus adalah pribadi Allah itu sendiri.

Tafsirannya tersebut memisahkan kodrat ilahi dan kodrat manusia yang ada pada diri Yesus. Padahal Iman Katolik sendiri mengakui bahwa Yesus Kristus adalah perwujudan dari Allah itu sendiri. Dalam konteks ini, kedua kodrat Yesus yaitu “Ilahi dan Manusia” tidak bisa dipisahkan.

Dasar Alkitab Mengapa Maria disebut Bunda Allah

Hal tersebut bukan tanpa dasar, bahkan pada Alkitab tepatnya pada Lukas 1:35 yang berbunyi “Sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” yang merupakan ungkapan langsung dari Malaikat Gabriel kepada Maria.

Ungkapan serupa juga dikatakan oleh Elisabet (Saudara Maria) kepada Maria dengan berkata “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” yang tertulis pada Lukas 1:43. Tak hanya itu masih banyak lagi ayat di Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Seperti yang tertuang dalam Matius 4:3; 8:29; 14:33; 16:16; 27:54; Markus 3:11; 5:7; 15:39; Lukas 1:32.35; 4:3.41; 8:28; Yohanes 1:34.49; 11:27; 20:31; Kisah Para Rasul 9:20; Rm 1:4; Efesus 4:13; Ibrani 4:14; 6:6; 10:29; 1 Yohanes 3:8; 4:15; 5:5.13.20.

Meski disebut “Anak Allah,” namun Yesus Kristus sejatinya sehakikat dengan Allah Bapa sendiri. Dengan kata lain Yesus Kristus adalah Allah dan Tuhan sendiri. Hal tersebut tertuang dalam  Yoh 1:1.14.18; 14:6-1; 20:28. Maka kesimpulan yang didapatkan adalah Maria memang benar-benar melahirkan Allah dalam wujud manusia yaitu Yesus.

Ayat-ayat tersebut merupakan jawaban nyata atas pertanyaan mengapa Maria disebut Bunda Allah dan dasar kongkrit atas dogma Gereja Katolik tentang Maria adalah Bunda Allah itu sendiri.

Mengapa Maria Disebut Bunda Allah? Ini Alasannya
Mengapa Maria Disebut Bunda Allah? Ini Alasannya

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Bukan Sekedar Tahun Baru, 1 Januari Merupakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah

Gereja Katolik sadar bahwa sebagai manusia wajar memang apabila muncul keraguan atas teori Yesus yang adalah manusia dan Allah itu sendiri seperti yang dialami oleh Nestorius. Maka untuk menghalau timbulnya paham dan keraguan lainnya maka Gereja menetapkan Dogma khusus bagi Maria sebagai Bunda Allah.

Dogma ini diperingati setiap tanggal 1 Januari oleh umat Katolik di seluruh dunia dan dikenal dengan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Dengan perenungan yang mendalam tentang gelar Maria sebagai Bunda Allah. Dengan begini, tidak ada lagi keraguan umat Katolik dari sebuah pertanyaan sederhana mengapa Maria disebut Bunda Allah.

Mengenal Hierarki Gereja Katolik Roma yang Benar

Mengenal Hierarki Gereja Katolik Roma yang Benar

Hierarki Gereja Katolik Roma sebenarnya merupakan tatanan suci dari Gereja yang merupakan perwujudan dari “Tubuh Kristus”.  Hierarki ini terbentuk karena perutusan Yesus Kristus sendiri kepada para Rasul sebelum Ia naik ke surge, hal ini dapat dilihat di Matius 28:18-20.

Dalam perutusannya, Yesus Kristus memberikan kuasa kepada para Rasul untuk pergi ke ujung dunia dengan tujuan mewartakan Injil, menjadikan semua bangsa murid-Nya, dan membabtis mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Yesus juga berjanji bahwa akan selalu menyertai para Rasul dalam misinya itu sampai pada akhir zaman. Dengan kata lain hierarki gereja ini bersumber dari perutusan Yesus itu sendiri. Namun tak bisa dipungkiri bahwa para Rasul adalah manusia biasa yang bisa meninggal.

Maka kemudian para Rasul pun menunjuk orang-orang khusus untuk melanjutkan misi mereka di dunia ini dalam mewartakan Injil. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar hierarki atau tatanan suci Gereja Katolik.

Mengenal Susunan Hierarki Gereja

Memahami susunan hierarki Gereja tidaklah mudah pasalnya ada banyak pendapat mengatakan tentang susunan yang berbeda satu sama lainnya. Namun pada dasarnya jika dipahami lebih dalam maka susunan tersebut adalah berikut.

  • Dewan Para Uskup

Hierarki Gereja Katolik Roma mengacu pada Lumen Gentium 20 atau Konstitusi Dogmatis Konsili Vatikan II tentang Gereja. Dalam dokumen tersebut mengatakan bahwa “Konsili Suci mengajarkan, bahwa atas penetapan ilahi, para uskup menggantikan para rasul sebagai gembala Gereja”.

Seiring berkembangnya zaman maka terbentuklah dewan uskup yang menggantikan para Rasul. Aturan mengenai Dewan para uskup ini tertuang pada Lumen Gentium 22 dan 21. Sebab untuk menjadi Dewan Para Uskup harus melalui tahbisan uskup terlebih dahulu.

  • Paus

Ketika Yesus masih di dunia, Ia secara langsung memilih Simon Petrus sebagai pemimpin atas para Rasul dengan berkata “Gembalakanlah domba-dombaKu” (Yohanes 21:15). Selanjutnya dalam Gereja Katolik, ditunjuklah seorang Paus yang menggantikan tugas Simon Petrus untuk menjadi pemimpin tertinggi.

Lantas, mengapa hierarki Gereja Katolik berada di Roma? Karena menurut kesaksian dan catatan sejarah, Rasul Petrus menjadi uskup pertama dengan memimpin di wilayah Gereja Roma. Maka hingga kini pun pusat pemerintahan Gereja Katolik berada di sana. Paus juga adalah seorang Uskup, bedanya Paus merupakan pemimpin para Uskup.

  • Uskup

Hierarki Gereja Katolik Roma sudah jelas dikatakan dalam LG 20 bahwa uskup adalah penganti para Rasul di dunia sekarang ini. Uskup merupakan pemimpin umat dikalangan keuskupan. Di Indonesia sendiri keuskupan berada di setiap Provinsi.

  • Imam

Imam atau yang biasa dikenal dengan sebutan Romo merupakan penolong para uskup. Hal ini dituangkan dalam Lumen Gentium 28. Imam sendiri dibagi dua yaitu imam diosesan (Imam Praja) dan Imam Religius (ordo atau kogregasi misalnya SJ, MSF, dan lain-lain).

  • Diakon Tertahbis

Jika Imam adalah penolong uskup maka pada hierarki Gereja Katolik Roma, Diakon adalah sebutan bagi penolong Imam. Diakon ini harus menerima tahbisan imamat terlebih dahulu.

Mengenal Hierarki Gereja Katolik Roma yang Benar
Mengenal Hierarki Gereja Katolik Roma yang Benar

Baca juga : 7 Sakramen Yang Ada Dalam Gereja Katolik

Kardinal Tidak Termasuk dalam Hierarki Gereja

Bagi Anda orang Katolik awam pasti timbul pertanyaan tentang Kardinal yang tidak masuk jajaran hierarki gereja. Memang benar demikian adanya, pasalnya Kardinal hanyalah gelar “kehormatan” saja. Meski kebanyakan orang menganggap Kardinal lebih tinggi kedudukannya dari uskup namun seorang Kardinal hanyalah sebuah gelar khusus.

Kardinal diambil dari Bahasa Latin “Cardio” yang artinya engsel. Seorang Kardinal dianggap sebagai engsel atau penasihat Gereja Katolik di suatu negara tertentu. Meski tidak masuk jajaran hierarki Gereja Katolik Roma, Kardinal tetaplah penting dalam Gereja Katolik.