Asal Gereja Kesukuan Berdiri dan Tata Ibadahnya yang Unik

Di Indonesia terdapat banyak sekali gereja dan salah satunya adalah gereja kesukuan berdiri sudah sejak lama. Gereja kesukuan biasanya adalah gereja umat Kristen protestan bukanlah katolik. Sampai di tahun 2020, gereja kesukuan juga sudah bisa ditemukan di setiap provinsi yang ada di Indonesia. 

Hal ini tentu saja terjadi karena adanya imigrasi yang dilakukan masyarakat lokal ke tempat lainnya. Beranak pinak dan bertambah banyak hinggai di suatu daerah tersebut jumlahnya cukup untuk membangun suatu gereja kesukuan khas suku mereka. Hal ini juga didukung melalui kegiatan pelajar yang merantau ke suatu daerah tertentu. 

Indonesia dengan keberagaman yang cukup banyak membuat jenis gereja kesukuan juga mengikuti jumlah suku yang terdapat jemaat kristiani nya saja. Walaupun gereja tersebut biasanya memakai bahasa dan adat istiadat sesuai dengan suku masing-masing namun tetap saja gereja kesukuan bersifat terbuka terhadap suku lain.

Maksudnya disini adalah gereja kesukuan ini berdiri bukan untuk menutup diri dengan suku lainnya tetapi tentu masyarakat yang berbeda suku sah sah saja melakukan ibadah di gereja tersebut. Biasanya tata cara ibadahnya hampir sama dengan gereja Kristen biasa, hanya saja bahasa yang digunakan dan lagu yang dipakai memakai bahasa asli daerah tersebut.

Sejarah Berdirinya Gereja Berdasarkan Suku di Indonesia

Gereja kesukuan berdiri tentu terdapat proses dan juga terdapat sejarah didalamnya.  Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Indonesia tersebar dengan keragaman suku dan juga keragaman budaya dari sabang hingga Merauke. Hal ini menyebabkan beberapa daerah terpisah oleh suku dan adat istiadatnya masing masing.

Pemberita injil dan penyebar agama Kristen tentu datang ke masing-masing daerah. Beberapa ditolak karena masyarakat setempat menganggap kedatangan para penginjil merupakan ancaman bagi mereka. Oleh karena itu, usaha penginjil adalah dengan belajar bahasa asli daerah tersebut sehingga masyarakat bisa mengerti. 

Para penginjil yang berusaha mempelajari bahasa asli daerah tersebut juga akan memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat setempat. Membuat mereka lebih dihargai. Satu orang dari daerah tersebut dipercayai sebagai misionaris maka kedepannya masyarakat setempat akan turut menjadi seorang Kristen dalam waktu yang cepat. 

Sampai saat ini beberapa gereja daerah di Indonesia masih melakukan pengabaran injil menggunakan bahasa daerah di tempat tersebut. Ini dilakukan untuk mengenalkan mereka pada satu Tuhan yang Esa dan berusaha meninggalkan kepercayaan yang mereka anut. Tentu saja menggunakan bahasa asli adalah cara agar Gereja kesukuan berdiri di daerah tersebut. 

Keunikan Tata Ibadah Gereja Kesukuan 

Setiap gereja tentu memiliki jenis keunikan dan juga memiliki ciri khasnya masing-masing dan gereja kesukuan termasuk salah satu yang memiliki keunikan tersendiri. Gereja kesukuan biasanya akan menerapkan adat istiadat pada hari hari besar di daerah mereka pada tatanan gereja. Misalnya di daerah tersebut biasanya melakukan perayaan panen raya.

Maka secara langsung di gereja tersebut juga akan dilakukan suatu perayaan panen raya sebagai bentuk dari adanya sebuah ungkapan rasa syukur kepada Yesus Kristus atas karunia yang masih diberikan-Nya kepada masyarakat setempat. Tarian dan nyanyian atas panen tersebut juga diatur sedemikian rupa agar perayaan terasa sangat menyenangkan.

Kemudian selanjutnya adalah tidak hanya bernyanyi dan tata cara ibadahnya saja yang menggunakan bahasa daerah, terkadang masyarakat setempat akan berpakaian ketika ke gereja dengan khas adat dan suku mereka masing-masing. Keunikan dan khas yang dimiliki setiap gereja kesukuan menjadikan gereja kesukuan berdiri hingga sampai saat ini. 

Keyword : Gereja Kesukuan berdiri

Deskripsi: Gereja kesukuan berdiri sudah sejak lama karena penyebar ajaran Kristen saat itu memasuki Kawasan di mana bahasa Indonesia masih kurang bisa dipahami masyarakat setempat. 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *