Arti Doa Tobat Katolik

Doa Tobat Katolik biasanya diucapkan saat kita sedang menjalankan sakramen tobat. Doa ini diucapkan oleh umat sebagai bentuk penebusan dosa atau penitensi saat hendak menerima absolusi dari pastor. Meskipun bukan satu-satunya doa yang harus diucapkan saat melakukan penitensi, Doa Tobat merupakan doa yang sangat penting untuk umat Katolik. Tak ada salahnya bagi para umat untuk menghafalkan doa ini dan menjalankan sakramen tobat secara berkala untuk pengampunan dosa.

Sebelum kita masuk ke dalam arti dan makna doa tobat itu sendiri. Kita harus tahu dimana kita dapat mencari doa-doa ini. Kita dapat membacanya langsung di Puji Syukur No 25-26. Diperkenankan bagi umat yang ingin merapal doa ini setiap hari. Umat dapat menggabungkannya dengan Doa Angelus. Berikut ini adalah Doa Tobat Katolik yang dapat anda baca:

Doa Tobat (1)

Allah yang maha rahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan maha baik bagiku. Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi. Allah yang maha murah, ampunilah aku, orang berdosa. Amin.

Doa Tobat (2)

Ya Allahku, Engkaulah yang harus kukasihi lebih dari segala sesuatu. Aku menyesal sungguh atas dosa-dosaku. Dengan sengaja aku berbuat salah dan tidak mau berbuat baik. Aku telah berdosa terhadap Engkau. Dengan pertolongan rahmat-Mu, aku berniat teguh untuk bertobat, dan untuk tidak berdosa lagi. Berilah aku kekuatan untuk menghindari apa saja yang menjerumuskan aku ke dalam dosa. Ya Allah, kasihanilah aku, dalam nama Yesus Kristus, Juruselamatku, yang telah menderita sengsara dan wafat bagiku. Amin.

Doa Tobat juga bisa kita ucapkan dalam bahasa Latin. Tujuannya adalah supaya doa yang kita kirimkan terasa lebih nikmat dan syahdu. Penyesalan pun lebih terdengar jujur dan tulus oleh Tuhan kita. Doa ini adalah doa tobat versi latin. Silakan dilihat terlebih dahulu.

Actus Contritionis

Deus meus, ex toto corde paenitet me omnium meorum peccatorum, eaque detestor, quia peccando, non solum poenas a te iuste statutas promeritus sum, sed praesertim quia offendi Te, summum bonum, ac dignum qui super omnia diligaris. Ideo firmiter propono, adiuvante gratia Tua, de cetero me non peccaturum peccandique occasiones proximas fugiturum. Amen.

Makna Doa Tobat

Selain diucapkan saat menjalankan sakramen tobat, doa tobat juga kita layangkan saat mengikuti perjamuan ekaristi. Ada kisah tersendiri mengenai gerakan menepuk dada yang dilakukan saat mengucapkan doa Tobat.  Filosofinya mengacu pada kisah pemungut cukai, yang tertulis pada Lukas 18:13, “Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.”

Jika anda melihat bahwa liturgi adalah sebuah tindakan simbolis, dada disini memang merupakan simbol yang dimaksudkan untuk menunjukkan “hati”. Hati sebagaimana mestinya dianggap sebagai penyebab dari segala dosa manusia (Markus 7:21). Sumber rusaknya hubungan antara manusia dengan Allah adalah hati manusia. Gerakan tangan ini hendak menunjukkan bahwa biang dari segala dosa itu telah dipahami, sekaligus mengungkapkan rasa sesal dan tobat, ada kehendak untuk membuat hati itu menjadi baru. Sebenarnya tidak wajib menepuk dada, dapat juga dengan meletakkan telapak tangan pada dada selama doa “Saya mengaku” atau dengan cara lain yang lebih sesuai dengan kebiasaan atau budaya setempat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *